Selasa, 22 Mei 2012
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini321
mod_vvisit_counterKemarin768
mod_vvisit_counterMinggu ini2092
mod_vvisit_counterMinggu lalu6378
mod_vvisit_counterBulan ini19022
mod_vvisit_counterBulan Lalu22262
mod_vvisit_counterTotal442682

Online (20 minutes ago): 25
Your IP: 38.107.179.232
,
Now is: 2012-05-22 10:09

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

G. Sinabung 2010

Statistics

Anggota : 2826
Konten : 271
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 1553620

Pengguna terkini

Vorenrina - 14.01.12 jam19:53 
Duelatettef - 18.12.11 jam02:50 
asi - 22.10.11 jam11:36 
loackdreall - 12.10.11 jam20:14 
thashibRato - 08.10.11 jam14:34 
toekangmodem03 - 27.09.11 jam03:44 
oxypokedlep - 10.06.11 jam04:28 
vutsOvats - 08.06.11 jam21:20 
Bendexhaund - 08.06.11 jam13:32 
Boantaniolern - 26.02.11 jam20:15 

Ho Do Tuhan

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML

Binjai Maps

Marhaban Polling

Washington Consensus PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Yohan Naftali   
Selasa, 08 September 2009 19:23

Konsep dan nama “Washington Consensus” dipresentasikan pertama kali pada tahun 1990 oleh John Williamson. John Williamson adalah seorang ekonom dari Institute for International Economics  . IIE sebuah institusi yang meneliti ekonomi internasional berkedudukan di Washington

Williamson menggunakan istilah Washington Consensus untuk merangkum beberapa saran kebijakan oleh institusi di Washington pada saat itu
Institusi tersebut adalah IMF, Bank Dunia dan U.S. Treasury Department
Institusi tersebut bertujuan menciptakan agenda pemulihan Amerika Latin dari krisis keuangan.


Williamson sendiri menolak program berikutnya yang menggunakan istilah Washington Consensus. Pada tahun 1992, Michael Novak (penulis konservatif) menyebut “Washington Consensus” menjadi Democratic Capitalism

Menurut Joseph Stanislaw dan Daniel Yergin penulis The Commanding Heights, istilah “Washington Consensus” dikembangkan di Amerika Latin

  • Orang Amerika Latin berpendapat bahwa Washington Consensus adalah sebuah teori konspirasi yang dibangun untuk memindahkan kesalahan pemerintah mereka kepada kesalahan pasar

Washington Consensus

  • Fiscal discipline
  • A redirection of public expenditure priorities toward fields offering both high economic returns and the potential to improve income distribution, such as primary health care, primary education, and infrastructure
  • Tax reform (to lower marginal rates and broaden the tax base)
  • Interest rate liberalization
  • A competitive exchange rate
  • Trade liberalization
  • Liberalization of inflows of foreign direct investment
  • Privatization
  • Deregulation (to abolish barriers to entry and exit)
  • Secure property rights

Washington Consensus

  • Kebijakan fiskal berimbang
  • Belanja negara diarahkan untuk bidang yang menawarkan tingkat pengembalian ekonomi yang tinggi dan yang berpotensi untuk meningkatkan distribusi pendapatan, seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur
  • Reformasi pajak (untuk menurunkan tingkat marjinal dan memperluas basis pajak)
  • Pembebasan tingkat suku bunga
  • Nilai tukar mata uang yang kompetitif
  • Pembebasan perdagangan
  • Pembebasan aliran masuk dari FDI (Foreign Direct Investment)
  • Privatisasi
  • Deregulasi (menghapus rintangan masuk dan keluar)
  • Penjaminan hak kepemilikan (property rights)

Negara yang Sudah Mengimplementasi Washington Consensus

  • Argentina
  • Bolivia
  • Brazil (Plano Real)
  • Chile
  • Colombia
  • Costa Rica
  • Dominican Republic
  • Ecuador
  • El Salvador
  • Guatemala
  • Honduras
  • India
  • Mexico
  • Morocco
  • Nicaragua
  • Paraguay
  • Peru
  • Tunisia
  • Uruguay
  • Zambia

Joseph Stiglitz

  • Prof. Stiglitz, Pemenang Hadiah Nobel untuk Ilmu Ekonomi tahun 2001, melihat Bank Dunia dan WTO sebagai kepanjangan ideologi pemerintah AS
  • Pendapat Stiglitz
    • Pemaksaan “Ideologi” ekonomi AS berupa “Washington Consensus” lewat IMF
    • “Washington Consensus” tidak berhasil memperbaiki ekonomi terutama di Amerika Latin
    • Di Asia Timur, justru negara-negara yang tidak mau didikte oleh IMF, seperti Korea Selatan dan Malaysia, lebih cepat keluar dari krisis daripada Indonesia dan Filipina
  • Saran Stiglitz
    • Negara berkembang harus tegas pendiriannya saat berhadapan dengan IMF dan Bank Dunia
    • Negara berkembang berhak memberlakukan proteksi karena pada kenyataannya Amerika Serikat sendiri tetap memberi proteksi kepada beberapa sektor pertanian dan industri, sehingga melakukan double standards dalam perdagangan internasional

Catatan : Artikel dapat juga di lihat di http://yohanli .com

 

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy