Kamis, 09 Sep 2010
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini164
mod_vvisit_counterKemarin240
mod_vvisit_counterMinggu ini1003
mod_vvisit_counterMinggu lalu1650
mod_vvisit_counterBulan ini1934
mod_vvisit_counterBulan Lalu6991
mod_vvisit_counterTotal72194

Online (20 minutes ago): 9
Your IP: 38.107.191.105
,
Now is: 2010-09-09 18:58

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

Statistics

Anggota : 919
Konten : 222
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 149062

Pengguna terkini

anincashy - 09.09.10 jam09:12 
jesphtsmita - 09.09.10 jam04:04 
Fimmochka - 08.09.10 jam17:13 
fashionyoung - 08.09.10 jam03:32 
DrussyDumnrog - 08.09.10 jam03:08 
Zesyanaekly - 07.09.10 jam13:18 
SDAaMoNo - 07.09.10 jam08:07 
Shiniaroantee - 07.09.10 jam07:19 
Cuscuslypaump - 06.09.10 jam21:34 
CricyLict - 06.09.10 jam21:17 

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML
Kiat agar Otak Tetap Tajam Sampai Tua PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Sabtu, 20 Februari 2010 17:31
JAKARTA, KOMPAS.com - Saat memasuki usia 30-an, kemampuan  berpikir seseorang bisa saja mulai menurun. Bahkan menginjak usia 60-an, penuaan sel-sel saraf dalam otak tak bisa terhindarkan, sehingga kerap  memicu terjadinya kepikunan atau demensia.


Meski proses penuaan ini tidak dapat dihindari, namun ada upaya yang dilakukan supaya kepikunan  dapat dihindari atau setidaknya ditunda. Menurut para ahli, kepikunan dapat dihindari dengan membiasakan gaya hidup sehat dan melakukan stimulasi kognitif agar sel-sel otak terus aktif. Dengan begitu, sel-sel saraf akan terus menghasilkan zat neurotransmitter yang dibutuhkan otak.

Nah..supaya  kemampuan otak Anda terpelihara sampai tua.  Ada baiknya Anda melakukan beberapa aktivitas di bawah ini disesuaikan dengan usia.

Usia 30-an:

Flossing setiap hari :
Kebiasaan menyukai permen dan melupakan flossing ada kesamaannya. Keduanya sama-sama berkontribusi menimbulkan plak pada gigi, dan juga ternyata sangat buruk pada otak anda.



“Plak di antara gigi dapat menyebabkan reaksi imun yang dapat menyerang arteri, sehingga tak dapat mengirim nutrisi yang vital ke sel otak,” ucap Michael Roizen, MD, penulis YOU-The Owner’s Manual: An Insider’s Guide to the Body that Will Make You Healthier and Younger. Lalu apa solusinya? Lakukan flossing setiap hari saat mengawali aktivitas di pagi hari.
  

Makan ikan : 
Tengoklah ke laut untuk memberi "makan" otak Anda makan. DHA, sejenis asam lemak omega 3 yang dapat ditemukan di salmon, ikan  trout, dan beberapa makanan fortifikasi, seperti yoghurt dapat meningkatkan daya ingat anda. 

“DHA menurunkan peradangan arteri  dan meningkatkan perbaikan lapisan pelindung di sekitar saraf, “ kata Dr. Roizen. “Hasilnya, berkaitan dengan umur, berkurangnya penurunan ingatan, berkurangnya penyakit Alzheimer, depresi, dan pikiran yang lebih cepat.”
     
Usia 40-an 

Curi mainan Si Kecil :
Ada versi baru Kubus Rubik yang pernah anda cintai sewaktu kecil. Bentuknya tiga dimensi seperti 360 derajat dan ini sangat baik untuk otak di setiap umur, karena dapat mempertajam kemampuan menyelesaikan masalah, ucap ahli psikologi saraf, Karen Spangenberg Postal, PhD, yang juga presiden Massachusetts Psychological Association. 

Kuncinya : Saat anda bermain, anda bekerja dengan memori, strategi dan ketrampilan spasial yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan otak. Bagaimana kalau anda frustasi bermain Kubus? Jangan khawatir: setiap permainan yang menuntut anda berpikir akan sangat membantu.
  
Sempatkan olahraga :
Paculah detak jantung anda tiga kali dalam seminggu selama 20 menit. Bahkan hanya dengan berjalan kaki, akan memasok otak Anda dengan oksigen dan membantunya menumbuhkan sel baru. 

"Latihan aerobik dua hingga tiga kali sama efektifnya seperti aktivitas latihan otak,” ucap Sam Wang, PhD, Professor ilmu saraf di Princeton University dan penulis Welcome to Your Brain: Why You Lose Your Car Keys but Never Forget How to Drive dan Other Puzzles of Everyday Life.  

Tak masalah jika anda tak punya waktu untuk ke gym pada akhir minggu. 
Penelitian terbaru menunjukkan, olahraga sedang hingga berat meski 
hanya sekali seminggu (misalnya joging akhir pekan) dapat membuat
anda 30 persen mempertahankan fungsi kognitif anda seperti usia anda. 

Mulailah klub bridge :
Jika Anda bosan dengan klub buku dan lelah dengan pesta malam, permainan kartu bridge cepat dianjurkan oleh para dokter. Kombinasi strategi dan memori pada bridge menantang otak untuk mempelajari informasi baru dan melatih sel-sel sehingga tidak mati, ucap Dr Postal. Bersosialisasi sambil bermain kartu pun memberi penyegaran bagi otak, yang tak dapat ditawarkan pada permainan solo. 

Umur 50an ke atas  

Pakailah sumpit 
Penelitian menunjukkan bahwa dengan melibatkan sel-sel saraf di ujung jari secara langsung merangsang otak Anda," kata Maoshing Ni, PhD, penulis Second Spring: Dr. Mao’s Hundreds of Natural Secrets for Women to Revitalize and Regenerate at Any Age. 

Memakai sumpit, merajut, atau bermain dengan pen atau pensil di antara jemari anda, dapat membantu otak dengan meningkatkan peredaran darah. 

Bermain video game  
Anda tak perlu merasa terlalu tua bermain Wii atau permainan lainya yang melatih otak.”Saat ada sesuatu yang baru dalam video game, anda akan merangsang berbagai bagian otak yang biasanya tidak anda gunakan dari hari ke hari," kata Reon Baird, PhD, ahli psikologi saraf dari  Long Beach Memorial Medical Center. 

Hati-hati dengan Obat-obatan 
Hati-hati menggunakan pil tidur atau penghilang rasa sakit.  Penelitian di Clinical Interventions in Aging menunjukkan obat-obatan tanpa resep dapat menyebabkan “kerusakan kognitif” seperti  kebingunan pada orang paruh baya. Obat yang dikenal sebagai diphenhydramine (banyak terdapat pada obat alergi dan penghilang rasa sakit pada malam hari) memiliki efek “anticholinergic”, yang memblok hubungan antar sel saraf
.

 

Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2009/12/01/1210366/Kiat.agar.Otak.Tetap.Tajam.Sampai.Tua

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy