Selasa, 22 Mei 2012
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini313
mod_vvisit_counterKemarin768
mod_vvisit_counterMinggu ini2084
mod_vvisit_counterMinggu lalu6378
mod_vvisit_counterBulan ini19014
mod_vvisit_counterBulan Lalu22262
mod_vvisit_counterTotal442674

Online (20 minutes ago): 31
Your IP: 38.107.179.234
,
Now is: 2012-05-22 10:00

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

G. Sinabung 2010

Statistics

Anggota : 2826
Konten : 271
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 1553602

Pengguna terkini

Vorenrina - 14.01.12 jam19:53 
Duelatettef - 18.12.11 jam02:50 
asi - 22.10.11 jam11:36 
loackdreall - 12.10.11 jam20:14 
thashibRato - 08.10.11 jam14:34 
toekangmodem03 - 27.09.11 jam03:44 
oxypokedlep - 10.06.11 jam04:28 
vutsOvats - 08.06.11 jam21:20 
Bendexhaund - 08.06.11 jam13:32 
Boantaniolern - 26.02.11 jam20:15 

Ho Do Tuhan

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML

Binjai Maps

Marhaban Polling

MENGAPA MASA KANAK-KANAK BEGITU PENTING? PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Selasa, 14 Juli 2009 20:38
               "Ingatlah, jangan menganggap rendah
   seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu:
         Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang
            wajah Bapa-Ku yang di sorga." (Matius 18:10)
           < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Matius+18:10 >


  ARAH PANDANGAN HIDUP DIBENTUK PADA MASA ITU

 
Dalam masa kanak-kanak, terbentuk dasar yang menopang seluruh
 
kehidupan seseorang. Konsep-konsep yang dibentuk pada masa ini
  memengaruhi masa dewasa mereka. Meskipun konsepsi-konsepsi itu masih
  dapat berubah dalam proses perkembangan, namun arah pandangan
  mengenai hidup sudah tertanam, baik positif maupun negatif.


  a. Konsep dibentuk mengenai dirinya sendiri.

 
Pandangan seorang anak mengenai dirinya sendiri akan berkembang
  sesuai dengan penilaian orang tua dan anggota keluarga lainnya,
  kemudian juga penilaian teman-teman sebaya. Tiap anak membutuhkan
  kasih dan suasana sukacita supaya dapat bertumbuh dengan baik. Kalau
  seorang anak diterima dan dibanggakan oleh keluarganya, anak itu
  merasa dirinya berharga. Itu juga menyebabkan dia tampak tenteram,
  bahagia, dan yakin akan dirinya sendiri. Tetapi sebaliknya, kalau
  s
eorang anak tidak diterima dengan rasa bangga oleh keluarganya,
  kalau tidak dirawat dengan baik, ia akan merasa kurang aman dan
  kurang berharga. Akan timbul perasaan rendah diri. Perasaan itu
  sulit dihilangkan pada kemudian hari. Pikiran negatif mengenai
  dirinya sendiri yang berlebihan sama berbahayanya dengan penyakit
  kronis atau cacat tubuh.

  b. Konsep dibentuk mengenai dunia sekitarnya.

  Seorang anak dengan usia muda sudah sangat dipengaruhi oleh
  lingkungan. Kalau ia dirawat dengan kasih sayang, ia akan
  mengembangkan pandangan positif mengenai lingkungannya yang
  menyediakan apa yang dia butuhkan. Kalau kemudian ia dilindungi
  dalam rumah tangga dari hal yang dapat mencelakakannya, kalau juga
  ditentukan batas yang wajar di mana ia boleh bergerak dengan aman,
  anak itu akan merasa aman. Pandangan positif mengenai lingkungan dan
  perasaan aman sangat dibutuhkan untuk menjalin hubungan dengan orang
  lain tanpa rasa takut. Dengan pandangan positif ini, seorang anak
  akan terbuka terhadap rangsangan lingkungan yang menguntungkan
  perkembangannya. Rasa diterima oleh orang-orang yang paling penting
  dan dekat kepada anak kecil, menolong dia untuk menerima orang lain,
  dan menghayati hubungan yang memuaskan. Kalau pada kemudian hari
  anak itu mengalami kekecewaan, ia dapat melewatinya tanpa kesulitan
  yang berarti karena pandangan dan dasar positif sudah berakar.
  Sebaliknya, seorang anak yang tidak dirawat dengan baik, ia akan
  mengembangkan pandangan negatif mengenai lingkungannya. Ia mulai
  menyendiri atau menjadi agresif. Dua kecenderungan ini menghambat
  seorang anak dalam hal menghayati hubungan yang positif dengan
  orang-orang yang penting dalam hidupnya (orang tua, kakak adik,
  kakek nenek), dan kemudian juga dengan teman-teman sebaya.
  Lingkungannya seolah-olah menjadi musuh yang menghalangi kesenangan
  yang wajar, bahkan membahayakan hidupnya.

  c. Konsep dibentuk mengenai siapakah Allah.

  Dasar konsepsi tentang siapakah Allah juga terbentuk dalam diri anak
  pada usia sangat muda. Seorang anak merasakan bagaimana sikap orang
  dewasa dalam lingkungannya terhadap Allah. Kalau orang tua dan guru
  sekolah minggu mengasihi dan menghormati Allah, berdoa kepada-Nya,
  dan menaati firman-Nya, anak mengambil kesimpulan: "Allah itu baik
  dan mengasihi saya. Ia memberi segala sesuatu yang baik. Saya boleh
  berbicara dengan-Nya, dan Dia akan mendengar saya." Tetapi
  sebaliknya, kalau orang tua menyebut nama Tuhan Allah hanya untuk
  mengancam atau menakut-nakuti anak supaya menurut, Allah kemudian
  hanya dipandang oleh anak sebagai Hakim yang kejam. Pandangan
  negatif yang menimbulkan ketakutan itu dapat berpengaruh sampai pada
  masa remaja dan dewasa kalau tidak diperbaiki pada masa 6 sampai 12
  tahun. Yang sulit pada masa kanak-kanak adalah: kesan yang diterima
  sangat dalam, pada hal kesanggupan mental dan pengalaman hidup untuk
  mengolah pengalaman negatif belum ada. Karena itu, sangat penting
  bahwa pada masa kanak-kanak diberi pengertian dan pengalaman positif
  berhubungan dengan Allah; yang sungguh sesuai dengan Alkitab. Rasa
  aman jasmani dan juga aman dalam kasih Allah merupakan dasar untuk
  kehidupan yang kokoh dan bahagia yang tidak mudah diguncangkan.

  SELURUH PERKEMBANGAN PALING PESAT PADA MASA ITU

  a. Relasi antara dasar keturunan dan lingkungan.

  Perkembangan seorang anak ditentukan oleh dua faktor:
  - warisan/dasar keturunan, dan
  - pengaruh lingkungan.

  Dasar keturunan dapat dibandingkan dengan benih, sedangkan lingkunan
  dapat dibandingkan dengan tanah tempat benih itu bertumbuh. Jikalau
  lingkungan baik dan menguntungkan, anak dapat berkembang sesuai
  dengan segala kemampuan yang ada padanya melalui dasar keturunan.
  Jikalau lingkungan tidak menguntungkan, perkembangannya akan
  terhambat, sekalipun ia memiliki kemampuan. Contoh: seorang anak
  berbakat musik, tetapi tidak pernah diberi kesempatan untuk belajar
  atau mengambil les musik, bakat itu tidak dapat berkembang.
  Sebaliknya, meskipun lingkungan memberi semua kesempatan untuk
  berkembang dengan baik, apa yang tidak ada pada dasar keturunan
  tidak dapat dipaksakan. Les musik tidak dapat menolong seseorang
  yang sama sekali tidak berbakat musik. Karena itu, kita perlu
  memahami relasi antara dasar keturunan dan lingkungan. Kita harus
  menerima setiap anak dengan kemampuan yang ada padanya dan memberi
  kesempatan untuk memakai dan mengembangkannya sejauh mungkin.

  b. Perkembangan berlangsung secara teratur.

  Perkembangan seorang anak terjadi secara teratur, baik perkembangan
  jasmani maupun perkembangan sosial dan mental. Tidak mungkin dari
  berbaring sebagai bayi langsung berdiri berjalan, atau mulai
  berbicara langsung membentuk kalimat sempurna. Setiap langkah
  perkembangan harus dilewati, tidak bisa meloncat. Karena itu, kita
  harus sabar dengan menikmati setiap fase tanpa memaksa seorang anak.
  Perkembangan seorang anak juga melewati fase pesat dan fase yang
  lebih tenang. Contoh: waktu seorang anak mulai berbicara,
  perbendaharaan kata bisa bertambah begitu cepat, sehingga mulai
  menggagap karena belum sanggup mengucapkan dengan lancar apa yang
  dia mau katakan. Dalam perkembangan fisik terjadi fase, di mana
  pertumbuhan tubuh nyata sekali, dan ada fase di mana pertumbuhan
  tidak begitu nyata. Pertumbuhan tubuh paling menonjol pada umur
  antara 5,5 sampai 6 tahun, dan pada masa prapubertas, antara 12 dan
  13 tahun.

  c. Tiap anak unik.

  Di samping memperlihatkan gejala-gejala sikap dan kelakuan yang
  biasa pada umur tertentu, tiap anak juga akan memperlihatkan gejala
  kepribadiannya. Tingkah laku dan watak itu tidak akan banyak
  berubah. Umpamanya:
  - bergerak cepat atau lambat,
  - berwatak ramah atau hati-hati,
  - teliti atau sembrono, dan
  - kreatif atau ikut-ikutan.

  Inilah gejala yang menjadikan seorang anak berbeda dari anak lain,
  sebagai satu kepribadian yang unik.

  MENGENAL ANAK-ANAK YANG DILAYANI

  Suatu ketika, seorang pemimpin sekolah minggu dimintai nasihat, "Apa
  yang menjadi cara terbaik untuk mengajar anak berumur 3 -- 11 tahun
  bersama-sama?" Kalau menjawab dengan jujur, tidak mungkin mengajar
  semua umur anak sekaligus serta menantikan hasil yang maksimal.
  Kalau seorang anak yang berumur 3 tabun dibandingkan dengan anak
  berumur 11 tahun, kenyataan sudah jelas. Cara berpikir, mengerti,
  belajar, serta semua pengalaman begitu berbeda sehingga mereka tidak
  bisa belajar bersama. Kecuali jumlah anak begitu kecil, sehingga
  mereka dapat dianggap sebagai "keluarga". Sesudah mengerti betapa
  penting masa kecil setiap anak, kita selanjutnya akan menyelidiki
  gejala-gejala anak yang berumur 3 -- 11 tahun. Melalui penyelidikan
  itu, kita akan mengerti:

  - betapa besar perbedaan dalam tiap umur;
  - mengenal gejala setiap kelompok anak;
  - mengerti bagaimana cara mengajar setiap kelompok; dan
  - menghargai bahan sekolah minggu yang bertingkat.

  Untuk mengadakan penyelidikan secara teliti, anak-anak, meskipun
  dalam kepribadiannya utuh, akan dilihat dari lima segi:
  - perkembangan jasmani,
  - perkembangan sosial/pergaulan,
  - perkembangan mental/alam pikiran,
  - perkembangan emosional/perasaan, dan
  - perkembangan rohani.

  KESIMPULAN

  Tahun-tahun pertama dalam kehidupan seorang anak sangat penting,
  karena pandangan hidup mulai dibentuk. Tiap anak unik karena dasar
  keturunan berbeda dari orang lain. Namun, ada juga kesamaan sifat
  dan tingkah laku sesuai dengan umurnya. Pertumbuhan dan perkembangan
  seorang anak dapat menguntungkan jikalau orang tua dan pendidik
  mengerti kebutuhannya kemudian merawat dan mendidiknya sesuai dengan
  apa yang dibutuhkan pada fase-fase perkembangannya. Mengenal Tuhan
  Allah dan mengalami kasih-Nya pada masa muda merupakan satu faktor
  yang sangat penting yang memengaruhi terbentuknya kepribadian yang
  sehat, bahagia, dan seimbang.

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Pedoman Pelayanan Anak
  Penulis: Ruth Laufer
  Penerbit: Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia, Batu 1993
  Halaman: 34 -- 38

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 14 Juli 2009 21:26 )