Selasa, 22 Mei 2012
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini311
mod_vvisit_counterKemarin768
mod_vvisit_counterMinggu ini2082
mod_vvisit_counterMinggu lalu6378
mod_vvisit_counterBulan ini19012
mod_vvisit_counterBulan Lalu22262
mod_vvisit_counterTotal442672

Online (20 minutes ago): 31
Your IP: 38.107.179.230
,
Now is: 2012-05-22 09:57

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

G. Sinabung 2010

Statistics

Anggota : 2826
Konten : 271
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 1553596

Pengguna terkini

Vorenrina - 14.01.12 jam19:53 
Duelatettef - 18.12.11 jam02:50 
asi - 22.10.11 jam11:36 
loackdreall - 12.10.11 jam20:14 
thashibRato - 08.10.11 jam14:34 
toekangmodem03 - 27.09.11 jam03:44 
oxypokedlep - 10.06.11 jam04:28 
vutsOvats - 08.06.11 jam21:20 
Bendexhaund - 08.06.11 jam13:32 
Boantaniolern - 26.02.11 jam20:15 

Ho Do Tuhan

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML

Binjai Maps

Marhaban Polling

TEOLOGIA ARSIK PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Minggu, 28 Juni 2009 21:08
 

e-Renungan Harian

       Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus

Bacaan : Kejadian 50:15-21

Setahun: Mazmur 91-93

Nats: Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku,

       tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan

       maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni

       memelihara hidup suatu bangsa yang besar (Kejadian 50:20)

 

Judul:

                           TEOLOGIA ARSIK

 

Arsik adalah makanan tradisional Batak. Terbuat dari bahan dasar ikan mas, arsik diolah dengan beragam bumbu; cabe, bawang, kunyit, jahe, lengkuas, merica, dan banyak lagi bumbu lain yang membuatnya kaya cita rasa. Arsik akan sangat nikmat jika bumbunya telah bercampur dan meresap dalam ikan mas tersebut. Setiap bahan dari masakan ini tidak akan terasa enak jika dipisah-pisahkan. Ikan mas saja ditumis tanpa bumbu, pasti hambar. Memakan cabe saja, pasti pedas. Kunyit pun tak enak dan pahit. Lengkuas terasa panas. Merica, tak ada yang mau makan. Namun ketika dipadukan, jadilah arsik -- ikan mas yang lezat.

 

Begitulah hidup dalam Tuhan. Jika dilihat sebagian bisa terasa pahit, pedas, dan tidak enak. Namun paduan yang pedas, pahit, dan hambar bisa menjadi nikmat. Yusuf bertumbuh bijaksana justru lewat pengalaman pahit dan pedas selama di Mesir. Dibenci saudara, dijual ke Mesir, menjadi budak Potifar, difitnah istri Potifar, dipenjara dan dilupakan, semuanya adalah pengalaman pahit di hidup Yusuf. Itu bisa saja menjadikannya pribadi yang penuh amarah, benci, dan dendam.

Namun, Yusuf belajar melihat hal itu sebagai cara Tuhan memelihara Israel demi menggenapi janji-Nya kepada Abraham.

 

Inilah teologia arsik. Hidup kita ibarat arsik. Jangan hanya melihatnya sepenggal-sepenggal. Jangan terfokus pada sisi buruknya saja. Lihatlah secara keseluruhan. Pengalaman hidup yang pahit akan membuat iman dan karakter kita bertumbuh dewasa dan berbuah. Segala sesuatu yang awalnya tampak buruk adalah resep Tuhan meramu sebuah keindahan rohani dalam hidup kita. Tuhan, arsitek hidup manusia, akan menjadikan semua indah pada waktunya  --DBS

 

      HIDUP SEPERTI ADONAN KUE YANG TERDIRI DARI BERBAGAI BAHAN

        YANG TAK DAPAT DIRASA NIKMAT HINGGA KUE ITU DISAJIKAN

 

 

     Kejadian 50:15-21

 

15. Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka

     telah mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam

     kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang

     telah kita lakukan kepadanya."

16  Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada

     Yusuf: "Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan:

17  Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya

     kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah

     berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya

     kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu." Lalu menangislah

     Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.

18  Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya

     serta berkata: "Kami datang untuk menjadi budakmu."

19  Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab

     aku inikah pengganti Allah?

20  Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku,

     tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan

     maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni

     memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

21  Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan

     anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan

     menenangkan hati mereka dengan perkataannya.

 

 

Sumber : e-RH [ Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya ]

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy