Selasa, 22 Mei 2012
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini311
mod_vvisit_counterKemarin768
mod_vvisit_counterMinggu ini2082
mod_vvisit_counterMinggu lalu6378
mod_vvisit_counterBulan ini19012
mod_vvisit_counterBulan Lalu22262
mod_vvisit_counterTotal442672

Online (20 minutes ago): 31
Your IP: 38.107.179.233
,
Now is: 2012-05-22 09:56

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

G. Sinabung 2010

Statistics

Anggota : 2826
Konten : 271
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 1553594

Pengguna terkini

Vorenrina - 14.01.12 jam19:53 
Duelatettef - 18.12.11 jam02:50 
asi - 22.10.11 jam11:36 
loackdreall - 12.10.11 jam20:14 
thashibRato - 08.10.11 jam14:34 
toekangmodem03 - 27.09.11 jam03:44 
oxypokedlep - 10.06.11 jam04:28 
vutsOvats - 08.06.11 jam21:20 
Bendexhaund - 08.06.11 jam13:32 
Boantaniolern - 26.02.11 jam20:15 

Ho Do Tuhan

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML

Binjai Maps

Marhaban Polling

Mengulurkan Tangan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 15 Juni 2009 20:19

Suster Gisela Borowka adalah seorang perempuan asal Jerman. Sejak tahun 1963, ia memilih mengabdikan diri merawat para penderita kusta di Pulau Lembata dan Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Ketika pertama kali datang, Gisela harus berhadapan dengan kenyataan, para penderita kusta dikucilkan masyarakat sekitar. Tidak ada yang mau mengurus mereka. "Biarlah mereka hidup bersama kita, mereka juga citra Allah.


Jangan lukai hati mereka, mereka telah terluka; tidak saja sakit fisik, tetapi juga sakit hati," kata Gisela.


Pada zaman Tuhan Yesus, para penderita kusta juga mengalami nasib hampir serupa. Mereka diasingkan, berpakaian compang-camping, menutupi muka sambil berteriak: Najis! (Imamat 13:45). Kondisi yang membuat mereka dibenci oleh masyarakat pada umumnya, hingga akhirnya
mereka juga membenci diri mereka sendiri. Maka kita bisa membayangkan rasa lega dan sukacita si kusta, ketika Tuhan Yesus tidak mengusirnya, tetapi justru mengulurkan tangan-Nya dan menjamah dirinya. "Aku mau, jadilah engkau tahir," kata-Nya. Kesembuhan pun terjadi; bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batin.

Barangkali di sekitar kita pun tinggal orang-orang yang tersisihkan; mereka yang entah karena berbagai sebab, dianggap sebagai "sampah", dibuang dan diasingkan. Ingat, mereka pun adalah citra Allah. Jangan menambahi luka mereka sebab mereka juga berhak menerima uluran dan
jamahan kasih Allah. Tidakkah kita rindu berbagi kasih dengan mereka? Semoga melalui uluran dan jamahan tangan kita, kesembuhan bias terjadi. Kalaupun bukan kesembuhan lahiriah, paling tidak kesembuhan batiniah --

                 SUDAHKAH KITA MENGULURKAN TANGAN  KEPADA SESAMA YANG TERASING?

Sumber :   e-Renungan Harian      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy