| Mereka yang dipanggil Kristus harus meninggalkan segalanya untuk mengikut Dia,dan melalui anugerah-Nya Ia menuntun mereka untuk melakukannya. Ini tidak berarti bahwa kita harus segera keluar dari dunia,dan meninggalkan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kewajiban kita kepada Kristus dan yang menyebabkan kerugian bagi jiwa kita. Kristus bukanlah pengkhotbah biasa,Ia tidak berkhotbah seperti ahli-ahli taurat,yang menguraikan hukum Musa secara menghafal , bagaikan anak sekolah yang hanya menghafalkan pelajarannya namun tidak mengenalnya dengan baik (Paulus sendiri saat menjadi seorang Farisi ,juga tidak mengenal taurat},dan juga tidak terpengaruh olehnya. Pengajaran mereka bukan berasal dari dalam hati,dan oleh sebab itu tidak menampakkan kuasa. Namun,Kristus mengajar sebagai orang yang mempunyai kuasa atau wewenang,sebagai orang yang mengenal pikiran Allah dan ditugaskan untuk menyampaikannya.
Didalam pengajaran Kristus terdapat banyak hal yang menakjubkan,semakin kita mendengarnya,semakin kagum kita dibuatkannya.Begitu mulai berkhotbah,Kristus melakukan mujizat-mujizat untuk meneguhkan pengajaran-Nya.Berbagai mujizat itu memperlihatkan rancangan dan kecenderungan pengajaran-Nya,yaitu untuk menaklukkan iblis dan menyembuhkan jiwa-jiwa yang sakit.Kristus mengusir roh jahat keluar dari seorang yang kerasukan di rumah ibadat di Kapernaum(Luk 4:33).Roh itu menguasai orang tadi dan menawannya sesuka hati. Jesus mengajar,Ia juga menyembuhkan dengan kuasa. Jesus menghardik roh jahat itu.Dengan keras Ia menegur dan mengancamnya,serta memaksanya untuk tutup mulut.Diam !-tutup mulut.Kristus mempunyai alat pengekang untuk memberangus mulut roh jahat baik saat dia menjilat maupun mengancam. Ada orang mengakui bahwa Kristus adalah yang Kudus dari Allah agar di balik pengakuan itu mereka bisa terus melakukan rancangan mereka yang jahat.namun,pengakuan mereka justru semakin menjijikkan bagi Tuhan Yesus,karena memanfaatkan nama-Nya sebagai pembenaran untuk berbuat dosa dan oleh sebab itu harus dibungkamkan dan dipermalukan.Namun ini saja belumlah cukup.Roh jahat itu harus keluar dari orang itu. Pada saat Jesus hidup didunia sebagai manusia,banyak orang mengikuti-Nya karena ajaran-Nya ada kuasa menyelamatkan.Ibarat sekolah,pasti banyak orang yang mau mendaftarkan ke sekolah tersebut menjadi murid-Nya,karena tamat dari sekolah yang didirikan Yesus pasti memperoleh masa depan yang gemilang. Sebagai murid sekolah-Nya ,tentu kita harus memenuhi syarat agar bisa lulus yaitu memiliki karakter seperti Kristus mempunyai hati yang “mengasihi dan menyelamatkan”. Untuk dapat mencapai posisi seperti diatas,kita diwajibkan melewati proses pertumbuhan yang kadangkala menyakitkan melalu penderitaan,kesulitan.Pengembangan karakter yang serupa dengan Kristus tidak bisa tergesa-gesa.Hal ini membutuhkan waktu seperti halnya pertumbuhan fisik maupun rohani. Bila kita mencoba mematangkan buah dengan cepat,maka buah itu akan kehilangan rasa. Tomat-tomat yang dikarbit bisa dimakan,tetapi rasanya tidak bisa menandingi rasa tomat yang masak dipohonnya. Meski Allah bisa segera mengubah kita,Dia memilih mengembangkan kita secara perlahan.Yesus tidak tergesa-gesa dalam mengembangkan murid-murid-Nya. Mengapa perlu waktu begitu lama untuk berubah dan bertumbuh? Karena kita merupakan orang-orang yang lambat belajar.Kita sering kali harus belajar ulang sebuah pelajaran empatpuluh kali atau lebih untuk benar-benar memahaminya.Sejarah Israel menggambarkan betapa cepatnya kita melupakan pelajaran-pelajaran yang Allah ajarkan kepada kita dan betapa cepatnya kita kembali ke pola lama perilaku kita.Kita perlu pengalaman yang berulang-ulang. Pertumbuhan seringkali menyakitkan dan menakutkan.Tidak ada pertumbuhan tanpa perubahan;tidak ada perubahan tanpa ketakutan atau kehilangan,dan tidak ada kehilangan tanpa rasa sakit.Setiap kehilangan menimbulkan rasa sakit.Kita takut kehilangan cara-cara lama yang sudah menyatu dengan diri kita. Kita memiliki berbagai cacat karakter yang tidak dikehendaki Tuhan.Dia ingin memperbaikinya dengan cara memiliki kita.Kalau kita sudah mengaku menjadi milik-Nya,maka kita harus relakan diri kita dibersihkan oleh Kristus,karena Dia tidak mau tinggal dalam rumah yang banyak sampahnya. Kalau tindakan Kristus itu membersihkan tubuh kita dari sampah-sampah sebagai syarat untuk menjadi muridNya,apakah anda bersedia dibersihkan yang akhirnya akan memperoleh keselamatan? Hanya ketika Allah diizinkan untuk memancarkan terang kebenaran-Nya atas kesalahan,kegagalan,dan kesukaran kita,kita bisa mulai mengatasinya.Karena itu kita tidak bisa bertumbuh tanpa sikap rendah hati dan mau diajar. Ketika kita bertumbuh menuju kedewasaan rohani,ada beberapa cara untuk bekerja sama dengan Allah dalam proses tersebut. Percayalah bahwa Allah sedang bekerja di dalam kehidupan kita bahkan ketika kita tidak merasakannya. Kita ingin agar Kebiasaan-kebiasaan,dan luka hati disingkirkan dari dalam diri kita secara mujizat. Boleh saja kita berdoa untuk suatu mukjizat,tetapi jangan kecewa bila jawabannya datang melalui perubahan secara bertahap.Dengan lewatnya waktu,sebuah aliran air yang lambat bisa mengikis batu karang besar menjadi kerikil .Dengan lewatnya waktu satu benih kecil bisa menjadi pohon yang sangat tinggi. 1.Milikilah sebuah buku catatan dari pelajaran yang diberikan Kristus(jurnal).Dengan meninjau kembali jurnal rohani kita secara teratur,kita bisa terhindar dari banyak penderitaan atau luka hati yang tidak perlu.Firman Tuhan berkata,”Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar,supaya kita jangan hanyut dibawa arus. 2.Bersabarlah dengan Allah dan dengan diri kita sendiri.Salahsatu kegagalan hidup adalah karena waktu Allah jarang sekali sama dengan waktu kita.Kita seringkali ingin keberhasilan yang cepat,sementara Allah tidak mau tergesa-gesa.Ingatlah bahwa Dia selalu tepat waktu.Dia akan memakai seluruh hidup kita untuk mempersiapkan peranan kita didalam kekekalan.Alkitab dipenuhi dengan contoh-contoh bagaimana Allah menggunakan suatu proes panjang untuk mengembangkan karakter,kuhususnya di dalam diri para pemimpin.Dia mengambil waktu 80 tahun untuk mempersiapkan Musa,termasuk 40 tahun di padang gurun.Selama 14.600 hari musa tetap menanti dan bertanya dalam hati,”Apakah sudah tiba waktunya?” tetapi Allah tetap berkata,”Belum”. Orang-orang besar bertumbuh melalui pergumulan dan badai dan musim-musim penderitaan.Bersabarlah dengan proses tersebut. Yakobus member inasehat,”Jangan mencoba melepaskan diri dari sesuatu sebelum waktunya.Biarkanlah Ia bekerja supaya kamu menjadi dewasa dan berkembang dengan baik. 3.Akhirnya ,kita jangan berkecil hati sekalipun Allah bertindak tidak sesuai dengan kehendak kita. (Walsinur Silalahi) |