Senin, 06 Feb 2012
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini316
mod_vvisit_counterKemarin963
mod_vvisit_counterMinggu ini1279
mod_vvisit_counterMinggu lalu3493
mod_vvisit_counterBulan ini4735
mod_vvisit_counterBulan Lalu26176
mod_vvisit_counterTotal362537

Online (20 minutes ago): 27
Your IP: 38.107.179.233
,
Now is: 2012-02-06 08:00

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

G. Sinabung 2010

Statistics

Anggota : 2089
Konten : 265
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 1215426

Pengguna terkini

Vorenrina - 14.01.12 jam19:53 
Duelatettef - 18.12.11 jam02:50 
asi - 22.10.11 jam11:36 
loackdreall - 12.10.11 jam20:14 
thashibRato - 08.10.11 jam14:34 
toekangmodem03 - 27.09.11 jam03:44 
oxypokedlep - 10.06.11 jam04:28 
vutsOvats - 08.06.11 jam21:20 
Bendexhaund - 08.06.11 jam13:32 
Boantaniolern - 26.02.11 jam20:15 

Ho Do Tuhan

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML

Binjai Maps

Soul Winning (Bagian III) PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Patar Silaban   
Senin, 16 November 2009 20:59

METODE, CARA DAN SARANA

 

Selain mengerti tetang tugas dan tanggungjawab serta semangat memenangkan jiwa, juga diperlukan metode, cara dan sarana sebagai penunjang.

 

A. PENGINJILAN PRIBADI, KELOMPOK DAN MASSA

Ketiga metode ini adalah sama penting dan sama-sama membuahkan hasil dalam pekabaran Injil. Namun dalam konsep memenangkan jiwa, lebih cenderung kepada penginjilan pribadi. Hal ini sangat beralasan, karena metode apapun yang digunakan akan selalu bermuara pada pelayanan pribadi yakni untuk membimbing seseorang kepada keputusan pribadi untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.

 

Pribadi.

Para pemberita Injil menemukan metode yang disebut ‘door to door’ dan/atau ‘person to person’. Tentu hal ini sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus ketika Ia mengutus murid-muridNya dan menginstruksikan untuk melayani dari rumah ke rumah. Sedangkan ‘person to person’ atau pribadi per pribadi adalah menemui seseorang untuk memperdengarkan injil.

 

Kelompok.

Mewartakan Injil kepada kelompok kerja atau kelompok keluarga ataupun kelompok lainnya. Hal ini terbukti di dalam pelayanan kelompok atau cell group. Idealnya orang yang dilayani dalam kelompok adalah orang yang sudah mengalami kelahiran kembali, tetapi kenyataannya banyak orang kristen menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi justru pada saat dibina dengan pelayanan kelompok.

Diantara orang-orang tersebut ada yang sudah pernah menyatakan menerima Yesus sebagai Juruselamat dalam kebaktian Evangelisasi. Atau sebagian ada yang sudah mengikuti sidi atau baptisan. Hal ini tidak berarti bahwa kelahiran kembali dapat terjadi lebih dari satu kali. Lahir secara jasmani terjadi hanya satu kali, demikian juga dengan kelahiran secara rohani.

Contoh yang paling baik dalam memenangkan jiwa dengan kelompok ini terjadi pada gereja mula-mula, dimana mereka kebaktian dari satu rumah ke rumah yang lain.

 

Massa.

Metode ini diterapkan di ruangan terbuka. Pelayanan semacam ini lazim disebut sebagai Evangelisasi atau penginjilan. Penginjil-penginjil dari negara Barat memakai istilah CRUSADE. Istilah ini dipakai untuk menyatakan perang salib, kemudian diadopsi menjadi istilah yang digunakan untuk memenangkan jiwa, artinya memerangi pekerjaan Iblis dengan kuasa salib Kristus atau menyelamatkan orang-orang terhilang. Sekali lagi, metode ini tetap tidak maksimal jika tidak ditindak-lanjuti dengan pelayanan pribadi.

 

B. MEDIA CETAK DAN ELEKTRONIK

Hingga saat ini media-media ini masih tetap relevan dan produktif untuk memenangkan jiwa. Ada beberapa jenis sarana yang termasuk dalam kategori ini:

 

Cetak.
Traktat, Surat Kabar, Tabloid atau Majalah. Sida-sida dari Ethiopia diselamatkan hanya melalui sepotong kecil dari tulisan nubuatan Kitab Nabi Yesaya.

Elektronik.
Berupa radio, televisi dan – yang sekarang lebih luas – internet.

 

 

 

C. KASIHILAH ORANG-ORANG – GUNAKAN PROGRAM

Sebagian besar pekerjaan umat manusia dewasa ini – dilingkungan gereja maupun diluar lingkungan gereja – selalu didasari dengan apa yang disebut sebagi visi dan misi. Visi adalah melihat tujuan dan sasaran yang akan dicapai sedangkan misi adalah cara yang digunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut.

Mengasihi orang-orang terhilang dan kemudian menyatakan kasih tersebut kepada mereka, jauh lebih penting dari hanya sekedar menjalankan program sekalipun program tersebut bagus. Ada banyak tujuan tidak tercapai hanya karena menerapkan program maupun birokrasi yang bertele-tele dan rumit.


D. MEMBUKA PIKIRAN YANG TERTUTUP

Seseorang tidak memberikan perhatian (dengan mata, telinga dan perasaan) kepada apa yang dianggapnya tidak penting meskipun sebenarnya ia membutuhkan hal itu. Pdt. Dr. Stephen Tong mengatakan bahwa orang yang menolak Injil adalah orang yang paling membutuhkan Injil.

Semua membutuhkan Kabar Baik, tetapi tidak semua mengetahui hal itu sehingga mereka tidak memperdulikannya.

Dalam tugas memenangkan jiwa, kita perlu menemukan dan menerapkan cara-cara yang dapat membuka pikiran dan hati seseorang terhadap kehadiran Juruselamat.

 

 

KEBERHASILAN DALAM MEMENANGKAN JIWA


Sebagaimana telah ditegaskan diawal, bahwa kita tidak mampu untuk menyelamatkan seseorang atau untuk membawa seseorang itu kepada Tuhan Yesus Kristus supaya diselamatkan. Allahlah yang menjadi inisiator dalam pekerjaan ini dan Allah sendiri yang melakukan penyelamatan.
Karena itu kita akan melihat dua hal yang penting yang membuat pelayanan memenangkan jiwa akan berhasil. Semangat yang luar biasa dan program yang baik serta sarana yang cukup tidak akan membuahkan hasil jika tidak ditopang oleh kedua hal ini.

 

A. PEKERJAAN ROH KUDUS

Keberhasilan pelayanan memenangkan jiwa tidak terletak pada usaha, metode, cara dan sarana yang kita miliki tetapi yang paling utama adalah pada pekerjaan Roh Kdus dalam diri orang berdosa. Roh Kudus berkarya menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yohanes 16:8); mengerjakan kelahiran kembali di dalam diri seseorang (Titus 3:5).
Istilah “dilahirkan kembali” yang artinya “dari atas” dalam Yohanes 3:5, menunjukkan bahwa pekerjaan kelahiran kembali adalah pekerjaan yang dikerjakan “dari atas” (oleh Allah sendiri) di dalam diri manusia.

Tanggungjawab pemenang jiwa adalah menyampaikan berita Injil sejati secara lengkap kepada orang lain; sedangkan hal memberikan pertobatan dan iman yang benar kepada orang itu adalah tanggungjawab dan pekerjaan Allah sepenuhnya. Karena itu, yang terpenting adalah sikap bergantung pada Tuhan sepenuhnya ketika memberitakan Injil.

 

 

B. KEDAULATAN ALLAH

Paulus adalah seorang yang fasih berbicara, namun ia mengatakan bahwa pelayanannya sangat bergantung pada kekuatan Roh Allah. Ia berkata: “Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. (I Korintus 2:4,5).

Allah sendiri dalam kedaulatanNya akan membuka mata hati orang berdosa sehingga mereka dapat melihat kebenaran Injil. Ia juga yang mengaruniakan kemampuan kepada mereka untuk dapat menerima berita Injil tersebut, beriman, dan mendapatkan keselamatan sejati sebagaimana yang telah dijanjikanNya.

Seperti dalam Firman Tuhan, “Tuhan membuka hatinya, sehingga ia (Lidia) memberhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus (Kisah Rasul 16:13,14). Lidia dapat mengerti dan menjadi percaya bukan karena kefasihan Paulus berbicara, melainkan karena “Tuhan membuka hatinya.” Roh Kudus bekerja secara langsung dalam hati Lidia dan menyingkirkan semua penghalang untuk diterimanya Injil Tuhan. Allah memakai para pekabar Injil sebagai alat untuk memanggil umat pilihanNya dan mereka ikut bersukacita ketika melihat orang-orang terhilang kembali kepada Tuhan (I Korintus 1:3; 2:5).

 

 

 

PENUTUP

 

Dari uraian diatas maka kita perlu mengambil suatu kesimpulan dan melihat saran-saran tentang apa yang harus kita kerjakan dan bagaimana sikap terhadap apa yang telah kita kerjakan.
A. KESIMPULAN

Pelayanan memenangkan jiwa merupakan keharusan.

Setiap orang yang telah menerima keselamatan memiliki kewajiban memberitakan Injil keselamatan kepada orang-orang yang terhilang. Tetapi dalam melakukan pelayanan ini tidak dengan keterpaksaan karena kewajiban, melainkan harus karena dorongan kasih kepada orang-orang yang akan binasa.

 

Keberhasilan hanya oleh pekerjaan Allah.

Dalam melakukan pelayanan memenangkan jiwa tentu kita merindukan keberhasilan dengan banyaknya jiwa yang dibawa kepada Tuhan. Tetapi kita perlu menyadari satu hal, bahwa keberhasilan dalam memenangkan jiwa hanya karena pekerjaan Allah.


B. SARAN

Jangan pernah tidak memenangkan jiwa.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Rasul Paulus: “Sebab itu adalah keharusan bagiku, celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil.”

I Korintus 9:16.
Kita menerima keselamatan melalui pemberitaan Kabar Baik yang dilakukan oleh orang percaya sebelum kita, karena itu kita juga harus melakukan hal yang sama bagi orang-orang yang terhilang supaya mereka diselamatkan.

Jangan kecewa jika hasilnya tidak memuaskan.

Merindukan keberhasilan dan melakukan berbagai cara dan upaya untuk mencapai hal itu adalah hal yang baik. Tetapi kita harus menyadari bahwa keberhasilan dalam pelayanan memenangkan jiwa adalah karena pekerjaan Roh Kudus. Karena itu jangan merasa kecewa apalagi harus menyalahkan diri sendiri jika tidak mencapai hasil yang memuaskan dalam pelayanan memenangkan jiwa atau menginjil.

 

  *)Sedang Study Program Pasca Sarjana Magister Of Arts in Theologi

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy