|
Pendahuluan Ada sebuah cerita mengenai cara seorang percaya menjangkau orang tidak percaya. Suatu hari seorang percaya melewati seorang tidak percaya yang terlihat lapar dan sangat membutuhkan makanan. Orang percaya tersebut iba terhadap orang tidak percaya itu dan ingin membagikan berita baik kepada orang tersebut. Dia berkata, “Temanku, saya ingin memberitahukanmu sebuah berita baik. Yesus mengasihimu dan Dia telah datang untuk menyelamatkanmu dari dosa-dosamu...” Kotbah berlangsung selama tiga menit dan orang tidak percaya tersebut pergi tanpa berkata sepatah kata pun. Sangat sering, sebagai orang percaya, kita menjangkau orang tidak percaya dengan pandangan kita. “Ketika kita berbicara tentang prinsip dasar kekeristenan dan faktor-faktor Kristen, mereka [orang tidak percaya] mempergunakan pandangan yang berbeda untuk memandang dunia ini.” Di dalam kisah orang yang membutuhkan makanan tersebut, orang percaya tersebut tidak melihat kebutuhan orang tidak percaya tersebut, tetapi dia menyampaikan Firman Tuhan. Hasilnya orang tersebut pergi! Salah satu cara efektif untuk menginjil adalah mencari topic yang cocok dan penting bagi orang tidak percaya dan yang sangat mereka inginkan. Ini adalah hal yang dapat membangkitkan minat mereka orang yang tidak percaya. Diskusi - Mengenal Kebutuhan Sasaran Anda
Apa yang paling dibutuhkan teman atau saudara Anda yang belum percaya? Apakah itu jaminan keuangan, kesehatan yang baik, gaya hidup yang baik, dan sebagainya. Kita bisa menemukannya jika kita memperhatikan mereka dan mencoba memahami mereka dari perspektif mereka. Jika kita tahu kebutuhan mereka, kita akan menjadi lebih efektif dalam membagikan Firman Tuhan kepada mereka. Sebagai contoh, jika orang percaya di kisah di atas lebih sensitive untuk mengetahui orang tidak percaya tersebut dan memberikan makanan kepadanya terlebih dahulu kemudian membagikan berita baik tersebut. Akhir dari kisah tersebut akan menjadi berbeda. Orang percaya sering berfokus pada injil daripada kebutuhan orang tidak percaya ketika menjangkau mereka. Tidak ada yang salah dengan membagikan injil. Akan tetapi, kita akan bisa membagikan injil dengan lebih efektif jika kita mengetahui kebutuhan orang tersebut. Sebagai contoh, kita bisa berdoa untuk terobosan keuangan atau bahkan memberi dalam hal keuangan jika kita tahu orang tersebut membutuhkan. Kemudian kita baru membagikan injil dengan memberitahukannya bahwa Tuhan yang menyediakan dan kita bisa bergantung kepada-Nya untuk memenuhi kebutuhan kita. Sekarang injil akan lebih meyakinkan bagi orang tersebut setelah dia mengalami kasih dan penyediaan dari Tuhan kepada kita. - Memenuhi Kebutuhan Sasaran Anda – Model dari Gereja Mula-Mula
Kis 2 :44–47 “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu,… dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing… Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Kis 2 :42–47 menceritakan kepada kita apa yang dilakukan gereja mula-mula dan bagaimana gereja tersebut bertumbuh. Salah satu hal terpenting adalah memberi kepada yang membutuhkan. Sama halnya, di dalam Kis 6 :1-7, kita bisa melihat bahwa memenuhi kebutuhan orang lain membantu gereja bertumbuh dengan cepat. Kis 1–7 memberitahukan kita jumlah orang yang bertumbuh di dalam gereja sehingga menjaga setiap orang dengan sama rata menjadi masalah. Orang Yahudi Yunani mengeluh bahwa janda-janda mereka kurang diperhatikan di dalam pembagian makanan sehari-hari. Prioritas para rasul adalah mengabarkan Firman Tuhan, akan tetapi, mereka tahu adalah penting untuk mengetahui kebutuhan orang lain. Mereka menyarankan untuk memilih tujuh murid yang diketahui penuh dengan Roh Kudus dan hikmat untuk membagikan makanan. Para rasul bisa berkonsentrasi untuk mengabarkan injil setelah kebutuhan orang-orang terpenuhi. Hasilnya, Firman Tuhan tersebar. Jumlah murid-murid di Yerusalem meningkat dengan pesat dan sejumlah besar imam menjadi taat kepada iman mereka.” Di dalam Kisah 2 dan 6, kita bisa melihat tangan Tuhan bekerja untuk menambah orang-orang di dalam gereja. Dia melakukannya dengan mempergunakan gereja-Nya untuk memenuhi kebutuhan orang tidak percaya. Kesaksian Sepuluh tahun yang lalu, saya adalah seorang yang tidak percaya yang keras yang mempercayai evolusi dan menganggap kekristenan sebagai hal yang takhyul. Sekarang saya seorang percaya yang menginginkan hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan dan rindu untuk mengenal-Nya lebih lagi setiap hari. Apa yang membuat saya berubah begitu banyak adalah kasih karunia Tuhan. Akan tetapi, pada mulanya, saya tertarik pada kekristenan bukan karena misi penjangkauan, sekolah minggu atau ibadah gereja tetapi karena teman-teman Kristen saya. Mereka menunjukkan kasih kepada saya. Mereka mengisi kekosongan saya dengan kasih Tuhan. Menghadiri ibadah gereja membosankan bagi saya pada saat itu tetapi saya tetap menghadirinya ketika mereka mengundang saya karena saya menemukan apa yang saya butuhkan dari gereja – itu adalah kasih. Teman-teman Kristen saya tidak hanya memberitahukan saya bahwa manusia hidup bukan hanya dari roti dari Injil saja tetapi juga roti kasih yang saya butuhkan. Kasih yang murni yang ditunjukkan mereka melembutkan hati saya yang keras dan memenangkan saya untuk Yesus. Aplikasi Bacalah kisah berikut ini dan diskusikan apa yang dibutuhkan orang di dalam kisah tersebut. Bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhannya? Pernyataan seseorang yang berhenti menghadiri ibadah gereja: “Saya bosan mendengar kotbah tentang cara berkelakuan baik kepada orang lain, atau pentingnya membaca Alkitab dan memberikan uang kepada gereja sehingga mereka bisa membawa lebih banyak orang yang bisa diberitahukan mengenai cara berkelakuan baik kepada orang lain dan membaca Alkitab. “Saya mempunyai tiga anak di rumah yang tidak memiliki pakaian yang bagus yang tidak pergi berlibur setiap tahun, yang tidak pernah pergi ke Disney World. Mereka tidak begitu mengenal saya sebagai ayah mereka karena saya bekerja dengan bodoh untuk memenuhi kebutuhan. Pasti sekali, berkelakuan baik kepada tetangga Anda dan bisa memahami ketika orang lain memperlakukan Anda dengan kasar. “Tetapi itu bukan masalahnya di dalam hidup saya. Saya lelah, kesepian dan memiliki masalah keuangan dan saya tidak melihat adanya titik terang dari permasalahan ini. Saya tidak peduli mengenai paduan suara, perjalanan misi, acara youth atau kelompok men’s breakfast. Saya sedang tenggelam di tengah pusaran realiti kehidupan. Gereja tidak membantu saya. Seperti yang mereka katakan, jika itu bukan bagian dari solusi, itu adalah bagian dari masalah.” (Disadur dari Evangelism That Works) Kesimpulan Agar lebih efektif dalam menjangkau orang tidak percaya, kita harus mengenal orang yang kita tuju dan kebutuhannya. Dengan mengetahui kebutuhannya, kita membuka pintu untuk memenangkan hati mereka dan akhirnya jiwa mereka untuk Yesus. Ketika Yesus melihat kebutuhan 5000 orang yang kelaparan, Dia iba kepada mereka dan memberikan mereka makanan. Mat 14: 14 - 21
Trackback(0)
 |