|
Alkitab telah mengingatkan kita bahwa akhir jaman sudah dekat. Saya percaya Tuhan Yesus sangat serius ketika Ia mengatakan bahwa hari kedatanganNya ke dua kali sudah dekat; Ia tidak sedang mengada-ada, atau menakut-nakuti kita, tidak! Ia serius. 2000 tahun yang lalu Yesus berkata: “hari Tuhan datang secara tiba-tiba, tidak ada orang yang tahu masa dan waktunya, Ia datang seperti pencuri....”, Dan dalam perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh juga jelas sekali Yesus mengingatkan bahwa tidak ada yang tahu kapan kedatangan mempelai laki-laki – yang adalah gambaran untuk Kristus. Itu adalah 2000 tahun yang lalu. 2000 tahun yang lalu saja Yesus sudah memperingatkan ”sudah dekat”, apalagi sekarang.....??? tentu sekarang jauh lebih dekat lagi dibandingkan 2000 tahun yang lalu. Dalam Suratnya yang kedua pasal 2, Rasul Petrus juga mengingatkan akan adanya bahaya dari guru-guru palsu, penggoda-penggoda yang mengajarkan ajaran sesat.
Guru-guru palsu yang menyesatkan sudah ada dan selalu ada; apabila kita melihat kembali sejarah gereja, maka kita akan menemukan bahwa umat Tuhan dalam sepanjang jaman selalu menghadapi peperangan dengan ajaran-ajaran sesat. Ketika Petrus menuliskan nasehat untuk berwaspada terhadap ajaran sesat ini, ajaran sesat yang sedang berkembang adalah ajaran Gnostik. Kita tidak perlu heran, karena ketika Allah mengutus para nabi dan rasul untuk menabur kebenaran, maka iblis pun tidak tinggal diam dan terus mengirimkan nabi palsu, rasul palsu, guru palsu untuk menyesatkan dan membengkokkan ajaran yang benar. Namun ada satu hal yang perlu kita catat baik-baik, yaitu dengan berlalunya hari demi hari, maka hari Tuhan semakin dekat, dan tentunya, si Setan juga akan semakin giat dan gencar menyesatkan manusia. Ini berarti ajaran sesat akan semakin banyak, ini berarti kita harus semakin lagi berjaga-jaga dan berdoa, bukan semakin santai. Jika saya boleh menggambarkan iman kristen itu sebagai sebuah rumah, maka kita orang-orang percaya berada di dalamnya; berlindung, bersekutu, berbagi, di dalamnya. Sedangkan ajaran-ajaran lain yang bukan ajaran iman Kristen adalah ajaran yang berada diluar rumah itu. Jika demikian, maka tidak akan terlalu sulit membedakan ajaran yang bukan Kristen dan ajaran yang Kristen, bukan? Namun, ajaran sesat itu sendiri adalah ajaran yang berkembang dari dalam rumah itu, yang tampak mirip ajaran iman Kristen yang berdasarkan Alkitab, tetapi sesungguhnya tidak. Itulah ajaran sesat. Ini yang relatif sulit dibedakan, yaitu membedakan suatu ajaran yang “tidak benar-benar tidak benar”. Jadi ajaran sesat itu berkembang dari dalam atau internal gereja. Itulah yang Tuhan maksudkan “serigala berbulu domba”. Dia ada ditengah kawanan domba, berbaju mirip domba, tetapi sesungguhnya serigala yang buas. Itulah yang dimaksudkan Tuhan “orang-orang yang menyusup” [Yud. 1:4]. Saya tidak bisa menyebutkan satu per satu ajaran sesat yang pernah ada atau yang sedang berkembang saat ini, tapi saya akan mengajak kita sama-sama belajar ciri dari ajaran sesat itu sehingga kita dapat berwaspada terhadap ajaran yang membawa kepada kebinasaan ini [2 Ptr. 2:1] Ada dua prinsip penting yang perlu kita perhatikan baik-baik untuk dapat membedakan mana yang sesat dan mana yang tidak. Prinsip yang pertama: berkaitan dengan Kristologi Kristologi secara sederhana dapat diartikan segala ajaran yang berkaitan dengan Yesus Kristus sebagai Allah dan manusia berdasarkan Alkitab. Alkitab mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Ia adalah Allah; Ia adalah manusia; Kedua kebenaran ini sangat indah dijelaskan oleh Yohanes dalam Injil Yoh. 1:1,2,3 dan 14: Yohanes Pembaptis menjelaskan bahwa Firman, yang pada mulanya, sebelum segala sesuatu ada Ia sudah ada; yang menyebabkan segala sesuatu menjadi ada; yang bersama Allah dalam kekekalan, telah menjadi manusia dan berada diantara kita. Setelah panjang lebar ia menjelaskan tentang Firman yang menjadi manusia itu, tiba pada saat Yesus tampil [1:29-30], baru ia berkata: Inilah Dia yang kumaksudkan itu....”inilah yang ku maksudkan Firman yang adalah Allah, yang telah menjadi manusia”. Yesus bukan manusia setengah dewa, Ia bukan kadang-kadang Allah, kadang-kadang manusia, Ia juga bukan ciptaan Allah yang istimewa, yang punya kuasa, yang pertama, dll. Tetapi, Ia adalah Allah sejati dan manusia sejati. Jadi jelas, jika ada ajaran yang mengajarkan lain dari prinsip ini, maka kita harus menolaknya. Prinsip yang ke dua: berkaitan dengan Alkitab sebagai standar kebenaran tertinggi dan yang satu-satunya. Alkitab yang dimaksud adalah 39 kitab P.L. dan 27 kitab P.B., tidak lebih dari itu dan tidak kurang dari itu. Jika ada yang mengurangi atau menambahkan dalam hal jumlah ataupun isi kitab itu, kita harus menolaknya sebagai kebenaran. Alkitab juga adalah Firman Allah yang diilhamkan oleh Allah sendiri melalui perantaraan orang-orang yang ditentukan Allah sendiri berdasarkan kehendak dan kedaulatanNya, yang diantara mereka sebagian besar adalah para nabi dan rasul. Karena Alkitab adalah Firman Allah yang diilhamkan Allah sendiri, maka Alkitab tidak mungkin salah dalam hal isinya dan merupakan standar kebenaran tertinggi bagi umat Allah. Dan karena Alkitab adalah standar kebenaran tertinggi, maka kita tidak perlu kitab, atau buku, atau hal lain untuk melengkapi Alkitab sebagai sandaran hidup dan kebenaran bagi kita. Jika ada ajaran yang mengajarkan bahwa ada kitab, buku atau hal lain yang memiliki posisi atau otoritas yang sama tinggi ataupun bahkan lebih tinggi dari Alkitab, maka kita harus dengan tegas menolaknya sebagai kebenaran. Dan karena Alkitab adalah kebenaran tertinggi, Firman Allah yang tidak mungkin salah, maka apa yang diajarkan dalam Alkitab adalah kebenaran. Jika Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu Esa, yaitu Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus, maka itu adalah kebenaran yang harus kita imani, sekalipun sulit diterima. Karena Alkitab itu benar bukan karena bisa diterima akal budi kita, tetapi semata-mata karena Alkitab adalah Firman Allah sendiri. Inilah yang Agustinus maksudkan: Credo ut intelligam, Iman mendahului pengetahuan Kita harus Percaya terlebih dahulu akan kebenaran Firman Tuhan, baru kemudian kita akan tahu kebenaran Firman Tuhan. Bukan sebaliknya, mau tahu dulu, mau buktikan dulu kebenaran Firman Tuhan, baru mau percaya, itu berarti kebenaran Allah adalah benar apabila bisa diterima akal budi kita. Itu berarti akal budi kita lebih tinggi dari kebenaran Allah, itu bahaya. Itu yang terjadi pada kaum rasionalist. Ciri ajaran sesat Dari penyesatan yang pernah terjadi dari jaman ke jaman, maka kita dapat menyimpulkan beberapa ciri dari ajaran sesat ini: Pertama: menghadirkan kebenaran baru atau wahyu baru Alkitab kita telah final, telah ditutup. Tidak ada wahyu baru lagi. Terkadang kebenaran atau wahyu baru ini bisa muncul adalah akibat dari penafsiran yang salah dan semaunya, penafsiran terhadap firman Allah secara sembarangan. Itulah yang menyebabkan munculnya kebenara atau wahyu baru. Itulah sebabnya Petrus menasehati dalam pasal 1:20; “...nubuat-nubuat dalam kitab suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri”, Dan tidak hanya itu, Petrus juga menegaskan dalam ayat 21 bahwa “nubuat tidak pernah dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi dari dorongan Roh kuduslah orang-orang berbicara atas nama Allah” Karena itu apabila kita mendengar ada berita atau ajaran bahwa Yesus bukan Allah melainkan ciptaan yang pertama, yang istimewa, maka kita harus dengan tegas menolak ajaran itu. Itulah saksi Jehovah, itulah ajaran yang tidak sesuai Firman Tuhan. Itulah ajaran sesat. Karena Alkitab, standar kebenaran tertinggi kita mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah Allah, Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Ia Allah, bukan ciptaan Allah. Apabila kita mendengar ada ajaran mengatakan bahwa Yesus akan datang pada tanggal sekian, jam sekian, dll., maka itulah ajaran sesat. Siapapun yang mengatakan hal itu, kita harus dengan tegas menolaknya sebagai kebenaran, tidak diragukan lagi itulah ajaran sesat. Karena Alkitab, standar kebenaran tertinggi, mengajarkan bahwa tidak ada yang tahu kapan Kristus akan datang, tetapi yang pasti waktunya sudah dekat. Kita diingatkan kembali pada dua prisip di atas, yaitu Kristologi dan Alkitab sebagai standar kebenaran Allah. kedua: Berpegang pada sumber lain yang sejajar atau lebih tinggi dari Alkitab Di atas tadi sudah saya jelaskan bahwa Alkitab adalah standar kebenaran tertinggi yang patut untuk kita bersandar. Apakah di luar Alkitab ada kebenaran-kebenaran lain? Ada! Di dalam Alkitab tidak dicatat tentang kebenaran gravitasi bumi, kebenaran tentang jarak antar planet yang satu dengan yang lain, dll. Lalu kebenaran macam apa yang dicatat Alkitab? Yaitu kebenaran yang berhubungan dengan kehidupan kekal manusia, yang dengan mempercayainya kita bisa selamat. Kita percaya kepada kebenaran tentang gravitasi bumi, tetapi itu tidak menjamin keselamatan kekal kita bukan? Kita percaya bahwa setiap angka jika dikalikan 0 maka hasilnya 0, tetapi itu tidak membuat kita masuk surga bukan? Tetapi jika ada ajaran yang mengajarkan sumber kebenaran lain yang setara dengan Alkitab, yang mengandung kebenaran esensi yang menyelamatkan kita, maka kita harus segera melihat itu sebagai ajaran sesat. Sekte Mormon mempercayai the book of Mormon sebagai kitab yang memiliki otoritas dan kedudukan yang setara dengan Alkitab. Mereka memang menggunakan Alkitab, tetapi disertai dengan the book of Mormon. Tentu ini bukan ajaran yang benar, yang harus kita tolak dengan tegas. Ketiga: Mengkultuskan (men-tuhan-kan, mendewakan atau memuja) manusia atau pemimpinnya Jelas bahwa Alkitab sebagai kebenaran tertinggi mengajarkan kepada kita bahwa hanya kepada Tuhan Allah kita boleh menyembah, tidak kepada benda, mahluk hidup lain, ataupun manusia. Pada tahun 1973 di Amerika berdiri Unification church, yang didirikan oleh Sun Myung Moon. Dalam bukunya Devine Principle, Moon mengatakan bahwa ada Juru Selamat baru--Kristus ke-II yang lahir di Korea di tahun 1920, yakni tahun lahir Sun Myung Moon, sejak itu ia menyebut dirinya sebagai Christ of the second advent, Mesias baru. Pengikutnya bertambah banyak, gerejanya bertambah kaya--begitu pula sang pendeta, yang selalu nampak berdasi dan punya kapal pesiar. Ini seperti yang Petrus katakan tentang guru-guru palsu, yaitu pada ay. 3, “dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan cerita-cerita isapan jempol mereka” Ini jelas tidak sesuai Firman Tuhan, ini jelas sesat. Kedua prinsip di atas (Kristologi dan Alkitab sebagai sumber kebenaran tertinggi) jelas mengajarkan bahwa Yesus-lah Sang Mesias itu, sang Juruselamat itu. Jika ada ajaran lain yang tidak mengajarkan apa yang Alkitab ajarakan, yang menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan sebagai manusia, yang bahkan menolak Alkitab sebagai standar kebenaran tertinggi, maka kita harus dengan tegas menolaknya. Seperti yang dikatakan Firman Tuhan: “...untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda”. [ay. 3] [ay.21-22] Orang-orang yang pernah tahu Kristus, namun kembali menolak dan memberontak terhadap Dia, mengajarkan ajaran sesat, maka – rasul Petrus mengatakan – keadaan mereka pada akhirnya akan lebih buruk dari semula. Lebih baik mereka tidak mengenal Jalan Kebenaran daripada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. Tentu Firman Tuhan bukan hanya sekedar menakut-nakuti, Firman Tuhan serius, bahwa penghukuman bagi mereka dan pengikut-pengikutnya akan berat dan menakutkan. Lalu bagaimanakah seharusnya sikap kita? Ditengah-tengah penantian akan kedatangan Tuhan Yesus justru akan semakin banyak ajaran sesat bermunculan. Iblis tahu waktunya sudah dekat, waktunya sudah semakin menipis, maka ia semakin giat, semakin gencar membangun strategi untuk menyesatkan orang, mengajarkan pengajaran yang membawa kepada kebinasaan. Apakah kita tinggal diam? Siapa yang tinggal diam akan menjadi sasaran empuk bagi si setan untuk digiring ke neraka bersama dengan dia. Firman Tuhan menasehatkan kita untuk terus berwaspada, terus berjaga-jaga, terus berdoa, bukan diam dan tidur. Rasul Paulus dalam Efesus 6:11 justru melihat sikap terhadap tipu muslihat setan itu sebagai sesuatu yang sangat serius, ia menggambarkan itu sebagai peperangan dan bahkan sampai menggunakan ungkapan-ungkapan militer. Ia mengatakan: “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis” [Ef. 6:11] Apakah perlengkapan senjata Allah itu? Ef. 6:14-17 Justru ketika penyesatan itu semakin merajalela, kita tidak boleh terlena, kita harus lebih giat belajar Firman dan berdoa. Dengan demikian kita akan semakin jelas melihat mana ajaran yang benar, dan mana ajaran yang tidak benar. Satu hal yang memprihatinkan, justru disaat-saat terakhir ini banyak orang semakin memalingkan telinga mereka dari kebenaran, lebih memilih mendengarkan dongeng-dongeng, lebih suka mendengar mimpi-mimpi dan pengalaman-pengalaman orang. Spirit jaman Pragmatis yang berkembang belakangan ini merupakan strategi setan untuk membuat kita melupakan pengajaran Firman Tuhan yang sistematis dan ketat, dengan demikian orang kristen akan lemah dan mudah disesatkan. Untuk itu kita harus segera sadar, segera bangun dari tidur kita, marilah kita berjaga-jaga dan berdoa, marilah kita perlengkapi diri dengan perlengkapan senjata Allah, marilah kita dengan tekun menyelidiki dan belajar Firman Tuhan, itulah satu-satunya cara untuk menghindari jerat si setan.
Trackback(0)
 |