|
HIDUP di masa kini tak lepas dari stres. Stres banyak ditimbulkan oleh pekerjaan yang menuntut serba cepat dibandingkan dengan pekerjaan di dunia agraris yang jauh lebih santai. Jika stres menekan terlalu berat, manusia akan dikuasai oleh stres. Hal ini akan berdampak negatif. Hubungan keluarga jadi retak, dan dapat menimbulkan penyakit lain. Bagaimana mengatasi stres menurut Alkitab? Dalam kitab 1 Raja 19 : 1 - 8 diceritakan tentang Elia mengalami depresi akibat stres karena mendapat ancaman akan dibunuh oleh Izebel, istri Ahab. Mengapa? Ahab, raja Israel dan istrinya, Izebel meninggalkan TUHAN dan menyembah illah-illah asing Baal dan Asherah yang dibawa Izebel ke Isra. Mereka membuat seluruh Israel berdosa dengan menyembah berhala. Elia marah dan berdoa kepada Tuhan agar hati seluruh Israel bertobat. TUHAN mengabulkan doanya. Akibatnya atas perintah Elia, nabi-nabi Baal ditangkap dan dibunuh di sungai Kison. (l Raja 18 : 40). Kita kembali ke Elia. Mendapat tekanan yang berat dari Izebel, Elia mengalami depresi dan stres berat. Dia melarikan diri ke Bersyeba dan menyelusup jauh ke padang gurun. Tak tahan mengalami stres ia mohon agar TUHAN mencabut saja nyawanya. Apa yang harus kita lakukan jika stres datang menerpa?
PERTAMA Kita harus membagikannya dengan orang lain. Dengan lain kata berbagi rasa. Mungkin di saat ini disebut curhat. Namun, hal tersebut tak dapat dibagikan ke sembarang orang. Kita harus berkonsultasi dengan seseorang yang dapat menolong kita ke luar dari stres, tanpa melukai harga diri kita sendiri.. Bagi seorang Kristen, ia bisa mencari seorang gembala, di mana ia biasa berjemaat. "Banyak orang datang berkonsultasi kepada saya untuk berbicara, bukan untuk mencari kebijaksanaan atau pengetahuan. Yang saya harus lakukan ialah hanya duduk diam dan mendengarkan. Ada kalanya duduk diam, dan mendengarkan itu sangat sulit. Lebih sulit dari berbicara. Setelah mereka membagi beban, mereka merasa disegarkan dan sistem pengobatan dalam diri kita mulai bekerja. Di dalam Alkitab Firman Tuhan mengatakan Hati yang gembira, adalah obat yang manjur. Semangat yang patah, keringkan tulang!" demikian kata Pdt. David Cho Yonggi. Saat kita melepaskan beban stres, kita akan merasa disegarkan dan sistem pengobatan tubuh bekerja dan menyembuhkan semua stres. Menekan stres di dalam hati, akan menyebabkan timbulnya penyakit. Membagikan kepada teman dekat yang dapat dipercaya boleh juga. Memiliki teman dekat sudah merupakan berkat. KEDUA Untuk mengatasi stres, kita harus berdoa kepada Tuhan. Petrus menyangkal Yesus sebanyak 3 kali. Dia pasti tersiksa oleh rasa bersalah dalam hatinya dan mengalami stres berat. Mungkin saja dia berteriak dan menjadi histeris. Lalu, dia berhenti melayani, dan menjadi nelayan kembali. Dia melaut dan mencoba menangkap ikan. Namun, tak dapat seekor ikanpun. Lalu, Yesus datang dan memerintahkannya kembali melaut dan melakukan apa yang diperintah oleh Yesus. Dan hasilnya, ratusan ikan berhasil masuk jala Petrus. Saat stres menyerang, kita harus pergi kepada Tuhan, merendahkan diri, dan mengakui segala kelemahan kita. Kita menyerahkan diri kepadaNya, dan mengikuti Dia. Kita dibebaskan dari beban berat. Selama kita sombong dan arogan membenarkan diri kita tak mungkin dapat mengatasi stres. KETIGA Kala stres menyerang pergilah ke gereja dan mendengarkan Firman Tuhan. Saya tahu, banyak orang yang pergi ke gereja dan dibebaskan dari stres, frustrasi dan susah hati. Ada seorang laki-laki yang usahanya bangkrut dan berhutang banyak. Akibatnya dia stres berat dan mencoba untuk bunuh diri. Dia menabrakkan mobilnya ke sebuah bus. Tapi, supir bus berhasil menghindarkan tabrakan itu. Laki-laki pengusaha itu lalu mencoba memasuki suatu median jalan dan berharap agar ada kendaraan lain menabraknya. Tapi, mobil-mobil lain berhasil menghindar. Akhirnya dia bertemu dengan seorang teman dan mengajaknya pergi ke gereja mendengarkan Firman Tuhan. Ternyata Firman Tuhan itu menjadi rhema baginya dan menyebabkan dia mengubah pola berpikirnya yang salah. Roh Kudus turun atasnya. Roh Kudus akan menyelidiki hati dan menghalau stres. Roh Kudus akan memberikan kedamaian yang berkelimpahan. Dia menangis tersedu-sedu. dan bertobat. Lalu, dia mulai berusaha lagi. Dan akhirnya dia kembali sukses. Firman Tuhan itu hidup dan aktif, lebih tajam dari pedang bermata dua. KEEMPAT Keempat, untuk menghilangkan stres kita harus istirahat dengan teratur. Menurut Alkitab, Tuhan bekerja selama 6 hari dan beristirahat di hari ke-7 (Kitab Kej 2 : 2). Jika Tuhan beristirahat, kita pun perlu istirahat dari pekerjaan sehari-hari. Saat istirahat gunakan waktu untuk tetap menyembah Tuhan, menyediakan waktu untuk keluarga. Yesus sendiri mengajak murid-muridNya ke padang gurun, ke daerah Tyrus dan Sidon menyeberang perbatasan untuk istirahat. Jangan membual bahwa kita sanggup bekerja tanpa istirahat. Orang mungkin berpikir bisa mencapai sesuatu dengan bekerja lebih keras. Hal ini melanggar perintah Tuhan, agar kita beristirahat di hari ke-7. Konsekuensinya adalah stres dan diserang berbagai penyakit seperti kanker dan jantung. KELIMA Kita perlu berolahraga dan menikmati hobi kita secara sehat. Dalam Amsal 18 : 14 dikatakan: Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya. Ketika stres dan hancur tak seorang dokter pun atau obat yang mampu menyembuhkan kita. Tetapi, Roh kita bangkit, kita mampu menyembuhkan penyakit apa saja. Dalam Amsal 15: 13 dikatakan: Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tapi kepedihan hati mematahkan semangat. Saat kita memiliki hati yang gembira, wajah kita akan bersinar ceria. Artinya kita dipenuhi vitalitas, sukacita di dalam hati. Sukacita mampu mengusir penyakit. Mendengarkan musik rohani saat stres juga baik. Musik dapat melembutkan, menyegarkan dan menyukakan hati. Manusia memerlukan 5000 langkah setiap hari. Berjalan kaki mengaktifkan sel-sel otak dan menjaga otot tetap kuat. Hal ini baik untuk sirkulasi darah dalam tubuh dan kesehatan. Rev. Billy Graham pernah mengatakan bahwa untuk memelihara kesehatannya dengan jogging. (Diringkas dari: How to Overcome Stress, Rev. David Yonggi Cho, oleh Suryanto) Sumber : http://www.gky.or.id/buletin21/stres.htm
Trackback(0)
 |