| Hati-Hati dengan Bahaya Plastik! Pelajari Sebelum Terlambat. |
|
|
|
| Ditulis oleh Admin | |
| Senin, 22 Juni 2009 21:22 | |
|
Artikel ini di publish tahun 2008, tetapi dilihat dari content-nya masih layak untuk di publish kembali karena berisi informasi yang sampai saat ini masih up to date untuk menjadi referensi dan terdapat juga tanggapan/ sanggahan dari beberapa pembaca, sehingga menambah wawasan kita dalam memahami baik buruknya penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita bisa lebih arif dan bijak dalam memanfaatkan plastic untuk kehidupan sehari-hari, selamat membaca . ![]()
Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut. Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A. Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai. Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?
Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita. Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya. Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang. Semoga informasi ini bermanfaat. Namun banyak tanggapan-tanggapan terhadap artikel ini, seperti berikut ini: Simbol-simbol yang ditampilkan di atas sebenarnya adalah untuk kepentingan proses daur ulang bahan-bahan tersebut, bukan untuk mendiskriminasikan beberapa jenis plastik dibanding yang lainnya. Jadi saya kurang setuju dengan semangat yang tersirat dalam artikel tersebut. Sebenarnya popularitas bahan plastic secara umum disebabkan karena sifatnya yang cocok utk banyak aplikasi dan ekonomis. Kita ambil contoh, pipa plastik PVC misalnya, sudah lama menggantikan banyak porsi yang dulu ditempati pipa besi. Selain memenuhi standar kekuatan utk banyak aplikasi pipa, PVC juga jauh lebih murah, proses produksinya lebih bersih (polusi minimal), beratnya yang ringan juga menghemat ongkos transportasi, menghemat konsumsi BBM serta mengurangi emisi gas buang selama transportasi. Singkatnya, jauh lebih ramah terhadap lingkungan.
Seperti kita tahu dalam ilmu toksikologi, kita bukan hanya berbicara tentang potensi bahaya dari suatu zat, tapi harus juga menyebutkan suatu jumlah kandungan/paparan maksimum yang bisa ditolerir dan dijamin keamanannya. Karena kandungan/paparan yang sangat rendah menjadikan zat apapun menjadi tidak beresiko terhadap kesehatan. Sebaliknya bahan yang umum dikonsumsi seperti gula dan garam, jika dikonsumsi dalam jumlah terlalu banyak akan membahayakan kesehatan manusia. Di internet bahkan banyak pihak yang meng-kampanyekan agar orang tidak mengkonsumsi gula, karena konsumsi gula berlebihan terbukti mampu membunuh banyak manusia secara perlahan. Jadi jika kita meributkan zat-zat yang terkandung dalam plastic dan menganggapnya berbahaya bagi kesehatan, tanpa menyinggung-2 standar yang berlaku secara internasional, maka kita sebenarnya mementahkan kembali studi intensif yang sudah puluhan tahun berlangsung tentang keamanan penggunaan bahan-bahan aditif dalam plastik atau sisa-sisa bahan baku yang masih tersisa di dalam plastik. Sebenarnya sumbangan bahan plastik kepada umat manusia tidak sedikit, bahkan berjasa memperbaiki tingkat higienis dan kesehatan manusia. Pembungkus plastik, misalnya, jika dibandingkan dengan daun pisang yg rawan kontaminasi, atau bahan-2 pembungkus tradisional lainnya yang rawan kontaminasi, telah berjasa membuat manusia lebih sehat. Dengan jasa pembungkus plastik juga makanan bisa disimpan dan diawetkan lebih lama, jika tidak akan lebih banyak krisis pangan karena kesulitan dalam pendistribusian makanan ke tempat-2 yang jauh. Pipa air plastik itu sangat tahan lama, bahkan ada yang sudah berusia 40 tahun masih berfungsi sampai sekarang. Sangat tahan lama, tidak berkarat, tidak ada resiko masuknya kontaminasi ke air bersih karena kekuatannya yan gbaik dan tidak berkarat sehingga tidak bocor dan terbukti selama 40 tahun bisa melayani masyarakat. Sebenarnya karena sumbangan-2 seperti inilah tingkat pengharapan hidup manusia makin panjang. Manusia sekarang kan sudah jauh lebih sehat dibanding zaman dulu. Seperti kita ketahui, industri bahan plastik adalah industri global yang mata rantainya (pembelian bahan baku dan penjualan produknya) saling berhubungan secara global dan yang terikat dengan trend global tentang keamanan penggunaan aditif-aditif yang digunakan. Akhirnya, kemajuan peradaban selalu didasarkan pada pengetahuan yang sudah dihasilkan sebelumnya. Jika kita berusaha membangun sesuatu tanpa merujuk pada pengetahuan/penelitian ilmiah yang sudah dilakukan, saya khawatir kita justru menuju pada kemunduran, bukannya kemajuan. Komentar atau tanggapan kedua: Hmm….info yang bagus, tapi saya harap semua orang jangan ketakutan untuk memakai barang plastik. Kebetulan profesi saya memang berhubungan dengan dunia plastik jadi saya ingin memberi masukan juga. Seperti komentar diatas, jasa plastik sampai saat ini sangat besar. Di Indonesia, pada 20 Agustus 2008, BPOM telah memberlakukan uji migrasi pada kemasan makanan/minuman. Di aturan itu sudah ada batas-batas yg harus dipatuhi oleh produsen. Jadi ya, akan lebih safe lagi dari segi peraturan. Dari segi prakteknya, memang belum terjamin, tapi bagi perusahaan-perusahaan besar, besar kemungkinannya hal itu akan dilakukan. Sekedar tambahan: Overall, setelah puluhan tahun riset, semua masalah tersebut sudah diminimalisir. Jadi, tidak perlu terlalu khawatir dengan produk2 dari perusahaan yg sudah lama berkecimpung di dunia plastik. Bila produk tersebut dibuat oleh produsen yg tidak jelas, yaaa, ngaco juga jadinya. Bayangkan kalau kita semua harus kembali lagi ke penggunaan daun pisang utk kemasan makanan…… berapa ribu pohon pisang yg perlu dikorbankan untuk membungkus 1 ton biscuit…..J Bagaimana dengan botol susu bayi?? apa sudah ada penelitian terhadap botol susu bayi yang beredar di Indonesia, apa ada merek-merek tertentu yang berbahaya??? Saya baca-baca di situs-situs luar, mereka dengan berani menyatakan botol-botol susu bayi yang merek apa saja yang mengandung Bisphenol A dan tidak mengandung Bisphenol A…bagaimana dengan merek-merek botol susu yang beredar di Indonesia..terima kasih atas infonya… Komentar atau tanggapan ketiga: Artikel ini bagus sekali, dalam artian membuat kita peduli dgn penggunaan apapun di sekitar kita. Motto saya, what you don’t know, can kill you. 1. Dalam introduksi, dari berbicara plastik, anda langsung membahas jenis-jenis polymer bahan plastik. harusnya anda langsung saja tulis, plastik = salah satu jenis polymer. biar orang yg awam ttg polymer nggak cuma ngangguk-ngangguk, ntah mengerti atau tidak mengerti shg bisanya cuma mengiyakan isi artikel anda.. 2. Anda membahas ttg bisphenol a, cuma, apakah anda tahu chemical data sheet ? saya tidak tau background anda, cuma, jika anda bisa mentranslate isi wikipedia dan menambah-nambahnya di sana-sini, seharusnya, anda juga bisa mencari tahu apa itu bisphenol A, dan kenapa bisphenol digunakan dalam container botol. sebuah tulisan, ada bagusnya, menguraikan dua sisi mata uang, baik untung dan ruginya. sayang sekali, tulisan anda, langsung membahas sisi buruk (yg sekali lagi, saya yakin 100% anda tidak berusaha mencari tahu lebih banyak lagi update news tentang bisphenol) 3. Seharusnya, ketika mentranslate article di wikipedia, “plastic recycling” a.k.a. “plastics indentification code” , jangan lupa dibaca referensi yg ditamplikan. mungkin, setelah benar benar membaca beberapa referensi dari artikel tersebut, akan mendapatkan better insight tentang polymer. 4. Saya setuju dgn tanggapan pertama dan kedua, seperti tertulis dalam komentarnya, simbol ini, seven classes of plastic, digunakan untuk pendaur-ulangan, dalam artian, untuk mempermudah pengelompokan plastik saat akan di daur ulang, sebab, plastik plastik ini, berbeda akan physical properties nya (misal: temperature leleh, elastisitas dll). Kedua komentar / tanggapan mereka sudah sangat baik sekali. 5. Ada baiknya, jika menulis sesuatu dengan implikasi yg luas, sebaiknya dilakukan dgn hati-hati, saya percaya, dalam membuat tulisan ini pasti sudah berhati-hati, namun sayang, karena ini sudah merambah ke isu keilmuan dan safety untuk semua orang, menurut saya, anda kurang berhasil memaparkan data dgn akurat. Mungkin, isu Go Green atau hidup hijau, membuat orang semakin concern dan peduli serta berhati-hati terhadap penggunaan plastik. tapi kita tetap tidak boleh salah kaprah. Seharusnya, kita menyaring semua info dengan baik dan benar, terus-terang, bagi saya dan rekan-rekan yg sehari-harinya berkecimpung dgn sinthesis polymer dan sejenisnya, dimana, sebelum bersentuhan dgn bahan-bahan kimia, harus terlebih dahulu membaca chemical safety data sheets, tulisan ini mau tidak mau membuat alis saya berkerut. 6. Saya minta maaf jika kurang berkenan. sekali lagi, saya salut dengan anda dan saya setuju dengan motto anda, hidup hijau. sekali lagi, What you don’t know, can kill you. Komentar atau tanggapan keempat: Saya pelaku daur ulang plastik, hanya sedikit tahu tentang urusan polimer dan kimia nya. Tapi ..tolong hati-hati dong kalo bikin tulisan,,,iya kalo visitor Anda baca coments nya secara keseluruhan, kalo gak, bisa bahaya tuh.. Plastik hemat saya seperti pisau, mau dipake ngiris sayur bisa, buat ngerampok juga ok, tergantung pelaku nya pelaku disini, mulai dari produsen polimer itu sendiri sampai produsen barang jadi seperti baskom dan piring yang kita pakai. yang gawat adalah penyalah gunaanya, sedikit contoh, produsen di negara kita dengan mudah pasang tanda ‘FOOD GRADE’ dengan lambang GELAS & GARPU tanpa sertifikasi apapun. Saya tidak mau berpolemik mengenai instansi terkait kok tidak peduli, hanya saya himbau kepada rekan-rekan, agar bijaksana dalam memilih produk yang akan dibeli dan penggunaanya. Maksud saya, bila anda beli piring/baskom plastik hanya untuk wadah mencuci sayur, saya jamin 100% aman. Namun bila baskom tersebut anda masukkan dalam rice cooker untuk menghangatkan lauk, anda harus hati-hati. Terlepas dari titik lebur plastik rata-rata jauh diatas titik didih air (KECUALI PVC, dan sepanjang saya tahu PVC tidak digunakan untuk piring baskom dan sebagainya) namun itu sudah merupakan abuse dari physical properties polimer itu sendiri. Wah, kalo mau bahas plastik gak cukup satu buku…10 tahun pengalaman saya di industri ini saja masih membuat saya harus banyak belajar terus.
1. http://akuinginhijau.org/2008/03/16/hati-hati-dengan-bahaya-plastik-pelajari-sebelum-terlambat/ 2. Komentar : Indra, lordofthelor, Messa, Ican, MARIO
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 3374 Trackback(0)
Comments (1)
![]() written by RichardLATASHA28, February 27, 2010
Set your life time easier take the credit loans and everything you require.
Write comment
|
|
| Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 23 Juni 2009 21:25 ) |

















#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.
#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.
#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara 


