Minggu, 20 Mei 2012
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini778
mod_vvisit_counterKemarin894
mod_vvisit_counterMinggu ini778
mod_vvisit_counterMinggu lalu6378
mod_vvisit_counterBulan ini17708
mod_vvisit_counterBulan Lalu22262
mod_vvisit_counterTotal441368

Online (20 minutes ago): 26
Your IP: 38.107.179.233
,
Now is: 2012-05-20 19:17

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

G. Sinabung 2010

Statistics

Anggota : 2807
Konten : 271
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 1548499

Pengguna terkini

Vorenrina - 14.01.12 jam19:53 
Duelatettef - 18.12.11 jam02:50 
asi - 22.10.11 jam11:36 
loackdreall - 12.10.11 jam20:14 
thashibRato - 08.10.11 jam14:34 
toekangmodem03 - 27.09.11 jam03:44 
oxypokedlep - 10.06.11 jam04:28 
vutsOvats - 08.06.11 jam21:20 
Bendexhaund - 08.06.11 jam13:32 
Boantaniolern - 26.02.11 jam20:15 

Ho Do Tuhan

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML

Binjai Maps

Marhaban Polling

Sejarah Singkat Kota Binjai PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Jumat, 18 Maret 2011 11:45

Asal Kota Binjai berdasarkan penuturan orang – orang tua yang kini sudah tiada yang diperkirakan mengetahui sejarah asal usul Kota Binjai ,

baik yang dikisahkan atau yang diriwayatkan dalam berbagai tulisan yang pernah dijumpai.bahwa Kota Binjai itu berasal dari sebuah Kampung yang kecil terletak di pinggir Sungai Bingai.


Pada tahun 1823 Gubernur Inggris yang berkedudukan di Pulau Penang telah mengutus Jhon Anderson untuk pergi ke pesisir Sumatera Timur dan dari catatannya disebutkan sebuah Kampung yang bernama Ba Bingai (Menurut buku Mission to The Eastcoast Sumatera – Edinburg 1826). Sebenarnya sejak tahun 1822, Binjai telah dijadikan bandar/pelabuhan dimana hasil pertanian lada yang diekspor adalah dari perkebunan lada di sekitar Ketapangai (Pungai).
Upacara adat dalam rangka pembukaan kampung tersebut diadakan di bawah sebatang pohon “BINJAI“ yang rindang dan batangnya amat besar, tumbuh kokoh di pinggir Sungai Bingai yang bermuara ke Sungai yang dahulunya cukup besar dan dapat melayari sampan – sampan besar yang berkayuh.

Disekitar pohon Binjai yang besar itulah kemudian dibangun beberapa rumah yang lama kelamaan menjadi besar dan luas yang akhirnya berkembang menjadi “ BANDAR “ atau pelabuhan yang ramai didatangi tongkang – tongkang yang datang dari Stabat, Tanjung Pura dan juga dari Semenanjung Malaka, kemudian nama Pohon Binjai itulah yang akhirnya melekat menjadi nama Kota Binjai yaitu sebangsa pohon embacang.

Pada masa penjajahan Belanda Tahun 1864 Daerah Deli telah dicoba ditanami tembakau oleh pioner Belanda bernama .J.Nienkyis dan 1866 didirikan Deli Maatschappiy. Usaha untuk menguasai Tanah Deli oleh orang Belanda tidak terkecuali dengan menggunakan politik pecah belah melalui pengangkatan datuk – datuk. Usaha ini diketahui oleh Datuk Kocik , Datuk Jalil dan Suling Barat yang tidak mau bekerja sama dengan Belanda bahkan melakukan perlawanan. Dibawah kepemimpinan Datuk Sunggal bersama rakyat di Timbang Langkat (Binjai) dibuat Benteng pertahanan untuk menghadapi Belanda.

Dengan tindakan datuk Sunggal ini Belanda merasa terhina dan memerintahkan Kapten Koops untuk menumpas para Datuk yang menentang Belanda. Dan pada 17 Mei 1872 terjadilah pertempuran yang sengit antara Datuk/Masyarakat dengan Belanda.Peristiwa perlawanan inilah yang menjadi tonggak sejarah dan ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Binjai.

Sumber :
www.binjai.go.id (situs resmi pemerintah kota binjai), www.binjaikotaku.co.cc

 

 

 

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy