| Things That don't Let You Down, Will Make You Stronger |
|
|
|
| Ditulis oleh Admin | |
| Rabu, 20 Oktober 2010 18:10 | |
|
By Purnawan Kristanto - Posted on January 21st, 2010
Horatio Gates Spafford adalah seorang pengacara sukses yang tinggal di Chicago, Amerika Serikat. Pada bulan Oktober 1871, sebuah kebakaran besar melanda kota Chicago yang meluluhlantakkan kota besar itu. Padahal Spafford baru saja berinvestasi membangun real estate di pinggiran danau Michigan. Uangnya lenyap dalam sekejap. Sebelum kebakaran ini, Spafford sudah mengalami musibah lebih dulu. Dia kehilangan anak laki-lakinya karena suatu penyakit. Dua tahun kemudian, Spafford memutuskan untuk berlibur ke Inggris. Dia ingin membantu pelayanan Ira Sankey dan D.L. Moody, sahabatnya di sana. Namun karena ada urusan bisnis yang belum diselesaikan, maka Anna, isteri Spafford yang berangkat lebih dulu bersama keempat anak perempuan mereka. Spafford akan menyusul dengan kapal berikutnya jika urusan sudah selesai. Anna dan anaknya menumpang kapal uap Ville du Havre. Pada tanggal 22 November 1873, ketika sedang melintasi samudera Atlantik, kapal uap ini bertabrakan dengan sebuah kapal nelayan Lochearn. Kapal penumpang itu mengalami kerusakan parah dan tenggelam hanya dalam dua jam. Tenggelamnya kapal Ville du Havre itu memakan jiwa sebanyak 226 orang. Termasuk juga empat anak perempuan Spafford. Namun Anna, isteri Spafford, berhasil selamat dari tragedi ini. Sesampai di Inggris, Anna segera mengirim telegram kepada suaminya. Isi berita: "Hanya aku yang selamat." Pastor Weiss, seorang pendeta yang ikut selamat dalam kecelakaan itu mengingat perkataan Anna setelah musibah itu. Anna berkata, "Allah memberikan empat anak perempuan kepadaku. Sekarang mereka telah diambil dari padaku. Suatu saat aku bakal mengerti mengapa ini terjadi." Setelah menerima telegram dari Anna, Sppaford segera berlayar ke Inggris untuk menjemput isterinya. Saat kapalnya melintasi wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi tenggelamnya kapal Ville du Havre, kaptel kapal memanggil Spafford ke ruang nahkoda. Berbagai perasaan berkecamuk di battin Sppafford saat itu. Dia kembali ke kamarnya dan menulis surat kepada Rachel, adik iparnya. "Pada hari Kamis, kami melewati wilayah laut yang diperkirakan tempat anak-anakku tenggelam, di dasar tenggelam. Tapi aku yakin anak-anak terkasihku tidak ada di sana. Sekarang mereka direngkuh dengan aman, oleh tangan anak domba." Dalam kedukaan, Spafford menulis sebuah puisi. Sebuah pernyataan iman yang sangat indah. When peace, like a river, attendeth my way, (Refrain:) It is well (it is well), Though Satan should buffet, though trials should come, My sin, oh the bliss of this glorious thought! For me, be it Christ, be it Christ hence to live: And Lord haste the day, when my faith shall be sight,
Terjemahan Bahasa Indonesia: Kendati hidupku tent'ram dan senang, Reff: S'lamatlah jiwaku, Kendati pun susah terus menekan Yesusku mengangkat di salib kejam Ya Tuhan, singkapkan embun yang gelap [Terjemahan E.I. Pohan/Yamuger] *** Spaffords mengajak Anna kembali ke Chicago. Lima tahun kemudian, pada tahun 1878, Allah mengaruniakan anak perempuan yang diberi nama Bertha. Dua tahun berikutnya, Allah mengeruniakan anak laki-laki yang diberi nama Horatio Goertner Spafford. Namun usianya hanya empat tahun. Bocah ini meninggal karena pneumonia. Spafford kemudian mendapat anak perempuan lagi, bernama Grace. Musibah yang bertubi-tubi dialami Spafford, menimbulkan desas-desus di kalangan jemaat. "Dosa apa yang telah dilakukan oleh Spafford sehingga Tuhan menghukumnya sedemikian rupa?"Alih-alih mendapat dukungan, Spafford malah dihakimi dan dihujat oleh jemaat, yang gedung gerejanya dibangun atas sumbangan Spafford. Spafford memutuskan meninggalkan gereja itu dan kota Chicago. Bulan Agustus 1881, Spafford bersama dengan sejumlah keluarga pergi ke Yerusalem dan menetap di sana. Di kota suci itu mereka membentuk sebuah koloni Amerika yang bertujuan menolong orang miskin. Dalam Perang Dunia I, kelompok ini melakukan peran yang penting dalam menolong para pengungsi. Dalam melakukan tugas kemanusiaan mereka tidak pilih kasih, sehingga dipercaya oleh kelompok Kristen, Muslim dan Yahudi. Kisah tentang kolonoi ini ditulis oleh novelis Swedia, Selma Lagerlöf, dengan judul "Jerusalem." Novel ini memenangkan hadial Nobel bidang sastra. Spafford meninggal pada 16 Oktober 1888, karena penyakit malaria dan dikuburkan di Yerusalem. Silahkan lihat video lagu yang sangat menyentuh di sini
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 644 Trackback(0)
Comments (0)
![]() Write comment
|
|
| Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 20 Oktober 2010 18:21 ) |



















