|
Tobasa, Sumut, 15/8 (ANTARA) – Keistimewaan dan keunikan kuliner Batak berkesempatan mengikuti lomba dalam memeriahkan Pesta Danau Toba yang akan berlangsung Oktober 2010. “Momen ini diharapkan bisa mengangkat sisi lain dari kebudayaan Batak,” ujar Joli Sitanggang, arsitek Museum Batak TB Silalahi Center di Balige, Minggu. Ia mengatakan, pencitraan pesta dalam opini masyarakat tak lepas dari keberadaan hidangan dan makanan. Beragam ide dan gagasan disuarakan demi kemeriahan Pesta Danau Toba (PDT) supaya semakin dinamis dengan inovasi ciri khas dan keunikan tradisi budaya Batak.
Menurut Joli, belakangan ini banyak yang merasa prihatin melihat tata cara makan pesta Batak, terutama jika dibandingkan dengan budaya suku lain. “Acara pesta Batak seperti ajang kurang beradab, khususnya menyangkut tata cara dan perlakuan terhadap makanan itu sendiri,” ujarnya. Menurut dia, orang Perancis makan dengan lidah, artinya mengutamakan cita rasa yang tinggi, sementara orang Jepang makan dengan mata, karena mengutamakan estetika dan penyajian yang menarik, rapi dan bersih. Akan tetapi, orang Indonesia khususnya orang Batak makan dengan perut. “Sebagai orang Batak kita miris mendengarnya,” kata Joli. Ia berharap, kerisauan itu akan terjawab jika rahasia tata cara yang arif dan bijaksana dalam penghidangan serta penjamuan kuliner Batak tersosialisasikan lewat perlombaan yang akan diselenggarakan dalam PDT. Ia menambahkan, masyarakat akan dilibatkan dalam kompetisi kuliner dalam rangkaian kegiatan PDT. “Keterlibatan secara aktif akan menemukan formula kuliner Batak. Tentunya kemudian dipelajari, dicari dan menjadi kebanggaan semua orang,” katanya. Sumber: http://www.antarasumut.com/berita-sumut/keunikan-kuliner-batak-diperlombakan-di-pdt/
Trackback(0)
 |