|
BINJAI (SI) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin melantik Wali Kota Binjai-Wakil Wali Kota Binjai,M Idaham-Timbas Tarigan, pada sidang paripurna istimewa di DPRD Binjai yang dipimpin Ketua DPRD Binjai Haris Harto kemarin. Pengambilan sumpah dan pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No 131-12-502/2010 dan Nomor 132-12-503/2010 tertanggal 11 Agustus 2010. Pelantikan Idaham-Timbas Tarigan yang dijadwalkan pukul 15.30 WIB sempat tertunda karena hujan lebat mengguyur Kota Binjai. Meski begitu,akhirnya pengambilan sumpah atas pelantikan keduanya berjalan aman, tertib, dan lancar. Pada pelantikan itu banyak dihadiri sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemprovsu, di antaranya Wakil Gubsu Gatot Pujo Nugroho, Wakapoldasu Brigjen Syaruddin, Wali Kota Medan Rahudman Harahap dan wakilnya, serta Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun.
Juga terlihat anggota DPR Azrul Azwar, anggota DPD Parlindungan Purba, Bupati Labura Asrin Naim, Bupati Batubara OK Arya, dan Ketua Golkar Medan Syaf Lubis. Namun, mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai, Ali Umri dan Anhar A Monel,tak tampak hadir pada pelantikan itu. Gubernur Sumut (Gubsu) Syamsul Arifin dalam sambutannya meminta pemimpin yang baru terpilih untuk dapat lebih memajukan dan mengembangkan Kota Binjai. Gubsu berharap mereka menjalankan amanah masyarakat dan mengingat cita-cita sewaktu hendak mencalonkan jadi kepala daerah. “Harus mengingat cita-cita yang ditawarkan dalam kemasan visi dan misi semasa kampanye yang sudah memasuki tahap pembuktian dan tentu saja dengan partisipasi semua pihak, terutama masyarakat. Hal itu bukanlah sesuatu yang tidak mungkin,” ungkap Gubsu. Dia menambahkan,proses persuasif dengan janji dan mewujudkan program dengan kerja serta tentu saja bagaimana memberi bukti bahwa pilihan masyarakat merupakan pilihan cerdas dan bertanggung jawab. Gubsu juga meminta isu miring seputar politisasi; birokrasi; korupsi, kolusi,dan nepotisme (KKN); buruknya sarana dan prasarana; serta rendahnya tingkat kesehatan masyarakat harus segera diselesaikan. Sejumlah daftar panjang dampak dari pelaksanaan otonomi daerah telah menjadi keprihatinan semua kalangan. Dalam sambutan itu, Gubsu juga melontarkan kritikan sambil berguyon. Dia menuturkan, Gedung DPRD Binjai sejak 1977 itu merupakan tempat dia dilantik menjadi anggota DPRD Langkat. “Tidak ada yang berubah, tetap sempit, apa memang dipelihara supaya antik atau memang ada maksud lain. Kalau ingin diubah, nanti akan kami bantu bersama Muspida Sumut,” ujar Gubsu sambil melirik Ketua DPRD Sumut. Gubsu juga tak lupa mengucapkan terima kasihnya kepada Ali Umri yang telah dua periode memimpin Kota Binjai dengan baik dan meraih berbagai prestasi telah terukir dengan tinta emas. Sementara itu,Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai, Idaham- Timbas Tarigan, seusai dilantik mengungkapkan bahwa mereka akan memprioritaskan pembenahan program kesehatan dalam waktu empat bulan pertama.Juga akan mengoptimalkan pelayanan kesehatan dimulai dari puskesmas. Selain janji saat kampanye, hal itu merupakan kebutuhan utama masyarakat. “Selama ini kami lihat program itu tidak dijalankan dengan baik. Setelah itu, baru kami benahi program selanjutnya, misalnya pendidikan dan lainnya,” ungkapnya. Ketua DPRD Binjai Haris Harto berharap pemimpin baru Binjai menjalankan amanahnya sesuai apa yang sudah dijanjikan saat kampanye. (eko agustyo fb) Sumber: http://www.binjai.go.id/index.php?option=isi&task=view&id=690&Itemid=2
Trackback(0)
 |