Sabtu, 04 Sep 2010
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini70
mod_vvisit_counterKemarin238
mod_vvisit_counterMinggu ini1479
mod_vvisit_counterMinggu lalu1855
mod_vvisit_counterBulan ini760
mod_vvisit_counterBulan Lalu6991
mod_vvisit_counterTotal71020

Online (20 minutes ago): 7
Your IP: 38.107.191.108
,
Now is: 2010-09-04 07:22

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

Statistics

Anggota : 890
Konten : 222
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 147020

Pengguna terkini

foheydwo - 03.09.10 jam16:23 
jesphtsmita - 03.09.10 jam16:09 
AutoMaximum - 31.08.10 jam14:19 
vimzDupeevess - 30.08.10 jam01:10 
riodeicontanti - 29.08.10 jam21:09 
yasharikerdv - 29.08.10 jam01:23 
Gektegume - 26.08.10 jam02:02 
agendaSmidamb - 23.08.10 jam12:58 
emanneway - 23.08.10 jam07:43 
jamestgnrune - 23.08.10 jam05:43 

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML
Perilaku Buruk Orang Dewasa Diduga Kurang ASI Saat Bayi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Walsinur Silalahi   
Senin, 08 Februari 2010 12:37

Oleh : Vera Farah Bararah - detikHealth

(Foto: dailymail)Jakarta, Pernahkah melihat perilaku orang dewasa yang sangat buruk seperti gampang marah, egois suka kekerasan? Coba tanyakan kehidupannya saat bayi, apakah diberi ASI atau tidak? Karena perilaku buruk orang dewasa ternyata juga terkait dengan pemberian ASI atau tidak ketika kecil.

Peneliti dari Menzies School of Health Research di Darwin, Profesor Sven Silburn menuturkan terdapat bukti yang menunjukkan hubungan antara menyusui dengan kesehatan mental seseorang.

Jika saat bayi diberi ASI, maka tubuh orang saat bayi akan mendapat serotonin yaitu zat antistres yang banyak dibentuk dalam 2 tahun pertama kehidupan si bayi.

Zat antistres ini akan masuk ke dalam tubuhnya yang membuat anak menjadi tidak mudah marah, menghindari stres dan depresi serta mengurangi kemungkinan terkena gangguan mental saat dewasa nanti.

Sebaliknya sikap orang dewasa yang mudah marah, gampang stres, gampang depresi serta gampang terkena gangguan mental bisa jadi salah satu faktornya kurangnya asupan serotonin saat bayi alias tidak mendapatkan ASI.

Orang yang mendapatkan ASI saat masih bayi juga cenderung akan memiliki perilaku yang lebih baik, terhindar dari sifat kekerasan, kelalaian, meningkatkan kecerdasan serta menghindari sifat egois. Ini dikarenakan saat disusui anak mendapat perhatian yang cukup dari orangtuanya, sehingga anak tak perlu mencari-cari perhatian dengan melakukan perilaku yang buruk.


Karena efek negatif jika tidak diberikan ASI terbawa hingga dewasa, peneliti menyarankan agar ibu menyusui anaknya secara eksklusif sebab anak yang mendapatkan ASI akan memiliki perilaku yang lebih baik.

Sedangkan pada susu formula cenderung mengandung zat mangan (Mn) yang tinggi, zat ini bisa membuat anak menjadi cepat stres dan marah. Jika hal ini terus berlanjut, maka ada kemungkinan saat dewasa anak memiliki perilaku yang buruk.

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam pertemuan tahunan American Public Health Association menemukan bahwa orangtua yang memberikan ASI saat masih bayi cenderung jarang melaporkan adanya masalah perilaku pada anaknya.

"Ini merupakan temuan awal, tapi hal ini sudah menunjukkan jika orangtua tidak menyusui anaknya akan berpengaruh pada perilaku selama masa anak-anak ataupun jika sudah dewasa," ujar Dr Katherine Hobbs Knutson, seperti dikutip dari HealthDay, Selasa (2/2/2010).

Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan orang yang mengonsumsi ASI saat masih bayi memiliki kemungkinan gangguan perilaku 37 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak mendapatkan ASI.

ASI sebaiknya menjadi satu-satunya pilihan bagi bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan, tapi akan lebih baik lagi jika ASI tetap diberikan hingga bayi berusia 2 tahun.

Sehingga membuat ikatan emosional antara ibu dan anaknya menjadi lebih kuat, hal ini juga yang membuat perilaku anak yang diberik ASI lebih baik daripada anak yang tidak mendapatkan ASI sama sekali.

(ver/ir)

__._,_.___

Sumber : Walsinur Silalahi

---------------------------------------------------------------------
e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU   
--------------------------------------------------------------------- __,_._,___
Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy