|
Ditulis oleh Amos Tarigan
|
|
Kamis, 17 September 2009 00:33 |
|
Suatu waktu, seorang pria membantu petani bekerja di lumbung padi miliknya. Saat mereka bekerja, jam tangan pria itu terjatuh. Dalam kepanikan, mereka menyalakan lentera, mulai menggaruk tumpukan jerami dan tanah untuk mencari jam tangan pria itu. Namun, pencarian yang gaduh itu membuat mereka tidak berhasil menemukannya. Saat mereka sedang makan siang, seorang anak kecil memasuki lumbung padi itu. Dia hanya berbaring di atas tumpukan jerami, diam dan tidak bergerak. Saat itulah dia mendengar bunyi detak jam. Ia berusaha mengikuti arah bunyi detak jam tersebut. Tidak lama kemudian, ia berhasil menemukan jam tangan pria itu. Sering kali saat menghadapi masalah, kita menjadi panik untuk mencari solusi. Padahal, hiruk pikuk dan keributan acap kali tidak membuahkan jalan keluar. Berbeda dengan keheningan dan ketenangan. Setiap kali menghadapi masalah, marilah kita tetap tenang. Dalam tenang dan hening, kita menjadi lebih mudah untuk mengenali masalah yang sesungguhnya dan menentukan jalan keluar yang paling tepat. Tidak selamanya keheningan, kesendirian dan tanpa kegiatan itu adalah sesuatu yang tidak bermakna. Sang Pencipta menciptakan keheningan sebagai anugerah. Hayatilah dan rasakanlah karena bukan tidak mungkin, kita akan mendapatkan banyak hal dari sana. Kutipan dari ; Buku ’ MOMEN INSPIRASI ’ oleh IMANUEL KRISTO
Trackback(0)
 |