Minggu, 05 Feb 2012
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini245
mod_vvisit_counterKemarin963
mod_vvisit_counterMinggu ini1208
mod_vvisit_counterMinggu lalu3493
mod_vvisit_counterBulan ini4664
mod_vvisit_counterBulan Lalu26176
mod_vvisit_counterTotal362466

Online (20 minutes ago): 23
Your IP: 38.107.179.230
,
Now is: 2012-02-06 06:46

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

G. Sinabung 2010

Statistics

Anggota : 2087
Konten : 265
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 1215181

Pengguna terkini

Vorenrina - 14.01.12 jam19:53 
Duelatettef - 18.12.11 jam02:50 
asi - 22.10.11 jam11:36 
loackdreall - 12.10.11 jam20:14 
thashibRato - 08.10.11 jam14:34 
toekangmodem03 - 27.09.11 jam03:44 
oxypokedlep - 10.06.11 jam04:28 
vutsOvats - 08.06.11 jam21:20 
Bendexhaund - 08.06.11 jam13:32 
Boantaniolern - 26.02.11 jam20:15 

Ho Do Tuhan

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML

Binjai Maps

Asal Mula Hari Valentine PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Minggu, 19 Juli 2009 19:55

Valentine Asal mula hari Valentine tercipta pada jaman kerajaan Romawi.

Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia

adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya

sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah

perayaan ‘Feast of Lupercalia.’

 

Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang

berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia

berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan

kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus

mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan

menjadi teman kencannya di festival itu.

 

Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain,

berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah

pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan.

Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk

memperkuat armada perangnya.

 

Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat

meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk

membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine

yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.

Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para

pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang

kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan

memenggal pendeta baik hati tersebut.

 

Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun

270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai

festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini

para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari.

 

Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor

memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu.

Sejak itu mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan

pada hari Valentine.

 

Valentine dan Sekarang

Di berbagai belahan dunia, orang beramai-ramai mengamini bahwa tanggal

14 Februari adalah hari Velentine. Di Indonesia pun, para warganya turut

menyambut gembira datangnya hari kasih sayang ini, meskipun sebenarnya

mereka tak tahu pasti mengapa harus ikut merayakan hari tersebut.

 

Di AS, Miss Esther Howland tercatat sebagai orang pertama yang

mengirimkan kartu valentine pertama. Acara Valentine mulai dirayakan

besar-besaran semenjak tahun 1800 dan pada perkembangannya, kini acara

ini menjadi sebuah ajang bisnis yang menguntungkan.

 

Perlahan semarak hari kasih sayang ini merebak keluar dan menular pada

masyarakat di seluruh dunia dibumbui dengan versi sentimentak tentang

makna valentine itu sendiri. Bahkan anak-anak kecil pun tertular dengan

wabah ini, mereka saling berkirim kartu dengan teman-temannya di sekolah

untuk menunjukkan rasa sayang mereka.

 

Bukankah untuk menunjukkan rasa sayang kita terhadap teman, kekasih

ataupun keluarga kita tak perlu menunggu datangnya tanggal 14 februari,

kita bisa menunjukkannya setiap hari. Kita juga tak perlu mengeluarkan

uang banyak untuk membeli coklat, bunga dan pernak-pernik lainnya untuk

menunjukkan rasa sayang kita, cukup dengan perhatian yang tulus.

sumber : http://www.pd-emmanuel.com

 

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
Terakhir Diperbaharui ( Minggu, 19 Juli 2009 20:04 )