| Komitmen untuk mengasihi kebenaran (3) |
|
|
|
| Ditulis oleh Admin | |
| Jumat, 19 November 2010 23:11 | |
|
Inilah inti dari perikop ini. Inilah pelajaran rohani dari perikop ini: Anda harus berkomitmen pada kebenaran. Jika Anda siap untuk berkomitmen tanpa syarat bagi kebenaran, saya jamin, dan yang lebih penting lagi, Allah yang menjamin, bahwa Anda akan mengetahui kebenaran. Itulah tepatnya hal yang dikatakan, "Mintalah maka kamu akan diberikan. Ketuklah maka pintu akan dibukakan kepadamu. Carilah maka kamu akan mendapatkannya. Aku berjanji bahwa kamu akan mendapatkannya." Itulah janji dari Allah. Namun langkah pertamanya adalah bahwa Anda harus berkomitmen tanpa syarat untuk mengasihi kebenaran. Apa yang akan terjadi jika Anda berkomitmen pada kebenaran? 1. Anda akan segera mengakui bahwa Anda adalah seorang berdosa Apa yang akan terjadi jika Anda berkomitmen pada kebenaran? Yang pertama adalah Anda akan melihat segala sesuatunya dengan mata yang berbeda. Anda akan melihat segala sesuatunya berdasarkan kriteria yang berbeda, kriteria kebenaran, Anda akan segera mengakui bahwa Anda adalah seorang berdosa karena memang itulah faktanya, ini bukan masalah kerendahan hati. Fakta bahwa kita orang berdosa itu segera terungkap; fakta bahwa kita ternyata berbeda dengan apa yang seharusnya. Dulunya, kita mudah tersinggung. Dulunya, kita kasar terhadap orang lain. Dulunya, kita tidak bersikap jujur sepenuhnya terhadap orang lain. Dengan segera Anda mengakui bahwa Anda adalah seorang berdosa. Itulah hal yang disebutkan di dalam 1 Yohanes 1:8 - "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita." Anda lihat, jika kebenaran itu ada di dalam diri Anda, maka Anda akan segera mengakui bahwa Anda adalah seorang berdosa. 2. Mereka yang mengasihi kebenaran datang kepada terang dan tidak sembunyi di dalam kegelapan Hal kedua yang disampaikan dalam Firman Allah adalah bahwa mereka yang mengasihi kebenaran akan datang kepada terang. Di dalam Yoh 3:21 dikatakan, mereka yang mengasihi kebenaran datang kepada terang, sedangkan mereka yang tidak mengasihi kebenaran akan bersembunyi di dalam kegelapan. 3. Hati yang terbuka pada kebenaran dapat menerima Roh Allah Dan ketiga. Mereka yang hatinya terbuka pada kebenaran dapat menerima Roh Allah. Hal ini sungguh indah! Mengapa? Karena di dalam Firman Tuhan, Roh Kudus adalah Roh Kebenaran. Kita membaca ini di Yoh 14.17, 15.26, 16.13 dan seterusnya. Roh Allah adalah Roh Kebenaran. Ini adalah hal yang mutlak penting untuk kita pahami, jika Anda tidak berkomitmen untuk sepenuhnya mengasihi kebenaran, maka Anda tidak akan tahu apakah Allah itu benar atau tidak. Di dalam 2 Petrus 2:2, kehidupan Kristen itu disebut Jalan Kebenaran. Dan di dalam 1 Timotius 3:15, Paulus berbicara tentang gereja, bahwa jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran, yakni yang menopang dan membela kebenaran. 4. Orang Kristen yang mengasihi kebenaran akan lebih mengasihi Yesus karena Yesus adalah kebenaran Satu hal lagi, dan ini secara khusus berkaitan dengan orang Kristen, bahwa semakin Anda mengasihi kebenaran, maka Anda akan semakin mengasihi Yesus. Mungkin Anda bertanya-tanya, sebagai seorang Kristen, mengapa kasih Anda kepada Yesus begitu kecil? Jawabannya ada di sana. Anda tidak akan bisa semakin mengasihi Yesus jika Anda tidak semakin mengasihi kebenaran. Semakin Anda mengasihi Yesus, maka Anda juga semakin mengasihi kebenaran. Dan semakin Anda mengasihi kebenaran, maka Anda juga akan semakin mengasihi Yesus. Itulah sebabnya mengapa di dalam Yohanes 14:6, Yesus disebut sebagai kebenaran. Selidikilah hati Anda sendiri, hal ini saya tujukan kepada orang Kristen. Selidikilah isi hati Anda, sampai seberapa jauh Anda mengasihi kebenaran? Seberapa jauh arti penting kebenaran itu bagi Anda? Izinkan saya berkata, jangan terlalu yakin bahwa Anda mengasihi kebenaran. Anda mungkin akan terkejut jika mengetahui betapa kecilnya kasih Anda pada kebenaran. Saya mohon agar Anda memahami rahasia rohani yang paling penting ini karena jika Anda tidak mengerti akan hal ini, maka kehidupan rohani Anda akan berjalan di tempat. Seringkali saya menyelidiki diri saya sendiri dan merasa terkejut karena mendapati bahwa kasih saya pada kebenaran ternyata tidak sebesar yang saya harapkan, atau yang saya bayangkan. Jika seseorang menegur Anda akan sesuatu hal, apakah Anda akan segera merasa tersinggung? Sebagai contoh, jika seseorang menegur Anda akan sesuatu hal, apakah Anda akan segera merasa tersinggung? Saya rasa, kebanyakan orang Kristen akan seperti itu. Saya rasa ini adalah bukti bahwa kebenaran masih kalah penting dibandingkan dengan perasaan Anda. Jika Anda sungguh-sungguh mengasihi kebenaran, maka Anda tidak akan menguatirkan perasaan Anda. Bagi Anda, yang terpenting saat itu adalah apakah kebenaran yang sesungguhnya? Mana yang lebih penting? Jika Anda menjadi tersinggung saat ditegur, itu berarti kebenaran itu kalah penting dibandingkan perasaan Anda. Mengejar kebenaran harus menjadi hal yang mutlak dalam hidup kita Saya kadang-kadang menyebutkan, misalnya, nama-nama seperti Calvin atau kadang kala Luther, atau kadang-kadang Watchman Nee dan juga Martin Lloyd Jones - saya mengungkapkan adanya kesalahan dalam eksposisi mereka, dalam hal ini, pengajaran mereka, dan beberapa orang mungkin berpikir, "Hei, apakah Anda sedang menjatuhkan orang-orang seperti Calvin? Atau Watchman Nee?" Saya tidak sedang menjatuhkan siapapun. Saya hanya memiliki satu tujuan: mengejar kebenaran. Kebenaran adalah hal yang mutlak penting bagi saya. Saya sama sekali tidak menyerang ajaran mereka. Orang-orang tersebut hampir bisa dipastikan adalah orang-orang yang lebih baik daripada saya. Saya juga tidak bermaksud mengatakan bahwa karena adanya suatu kesalahan dalam sebuah eksposisi mereka maka semua ajaran mereka itu salah. Tidak sedikitpun. Yang saya maksudkan adalah di dalam hal-hal tertentu mereka telah melakukan kesalahan. Dan saya perlu menunjukkan bukti akan hal itu. Kita tidak boleh membuat pernyataan yang bersifat kabur yang menyebutkan bahwa orang ini atau orang itu salah. Kita tidak boleh melontarkan pernyataan yang bersifat kabur. Jika Anda berkata ada sesuatu yang salah, maka Anda harus tunjukkan bukti dan berkata, "Inilah buktinya." Jika saya kataka bahwa John Calvin salah di dalam doktrin predestinasi-nya, saya harus menunjukkan bukti untuk menguatkannya. Jika ada orang yang menghakimi saya dan berkata, "Bagiku, bukti-bukti itu keliru," dan mungkin menguji analisa saya, dan membuktikan bahwa saya yang salah, maka saya akan sangat bersyukur, saya katakan dengan setulusnya, saya akan sangat bersyukur jika ada orang yang berkata bahwa saya telah salah karena sangatlah penting dalam hal saya melakukan kesalahan lalu ada orang yang menunjukkan bahwa hal tersebut salah, sehingga saya bisa secara terbuka mengakui kesalahan saya akan hal tersebut, dan orang lain tidak ikut-ikutan jatuh ke dalam kesalahana atau dosa yang sama. Yang lebih penting daripada itu, agar tak ada orang yang tersesat karena kesalahan tersebut. Mengapa saya mengungkapkan kesalahan? Untuk menjatuhkan orang lain? Allah melarang hal itu! Melainkan karena karya orang-orang tersebut dibaca oleh begitu banyak orang, pengaruh mereka luar biasa luasnya, dan oleh karena itu, sangat besar bahaya tersesatnya orang banyak [akibat kesalahan di dalam karya-karya mereka]. Kita harus memiliki komitmen pada kebenaran. Akan tetapi orang-orang berkomitmen pada perasaan lebih daripada terhadap kebenaran. Apakah kita tidak peduli pada kebenaran sampai bahkan di saat orang salah sekalipun, kita akan membiarkannya? Jika John Calvin salah, apakah kita akan berkata, "Tidak masalah, dia itu Calvin. Dia berhak untuk salah. Sekalipun banyak orang akan tersesat, tidak jadi masalah." Apakah itu akan menjadi masalah atau tidak, bergantung pada komitmen Anda pada kebenaran. Saya tidak membuat pernyataan yang kabur mengenai Calvin. Tidak, Banyak hal luar biasa yang disampaikan oleh Calvin, sebagian besar memang sangat berguna, namun ada juga yang salah. Dan saya tidak membuat pernyataan yang tanpa dasar, saya mengungkapkannya berikut bukti-bukti untuk bisa diamati oleh setiap orang. Saya menunggu, jika ada orang yang ingin mengoreksi pernyataan saya. Saya akan sangat bersyukur pada orang yang bisa mengungkapkan adanya kesalahan dalam hal-hal yang saya sampaikan. Karena bukan perasaan saya yang penting, bukan kedudukan saya yang penting, bukan reputasi saya yang penting. Semua hal itu tidak penting jika dibandingkan denan kebenaran. Kebenaran dari Allah harus dibela. Saya harap Anda memahami hal ini. Jika ada orang yang salah, maka kita harus mengungkapkannya Persoalannya sekarang adalah jika ada orang yang kedapatan melakukan kesalahan, termasuk saya sekalipun, maka kita harus menunjukkannya. Jika Anda bisa menunjukkan kepada saya akan adanya kesalahan dalam pernyataan saya berdasarkan Firman Allah, katakanlah hal itu kepada saya. Saya akan maju dan mengakui kesalahan saya di depan semua orang. Saya bersedia mengakui kesalahan saya. Itu adalah hal yang perlu saya lakukan sebab, jika tidak, maka saya - sebagai seorang pimpinan umat Kristen - akan menyesatkan banyak orang. Sampai dengan saat ini, saya belum melihat adanya bukti yang diajukan terhadap saya, belum ada orang yang menyatakan bahwa saya mengatakan hal yang salah! Sungguh hal yang luar biasa, mengapa gereja membela dogma, kredo, doktrin dan sistemnya padahal kita seharusnya menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran? Tidak ada kewajiban bagi Anda untuk membela apapun selain kebenaran. Dan jika Anda belum melakukan ini, maka Anda akan terus berada dalam kesalahan-kesalahan. Anda akan menyesatkan orang lain setiap saat. Sangatlah penting bagi kita untuk memahami hal ini. Karena komitmen saya pada kebenaran, di masa lalu, saya telah mengubah doktrin saya, saya telah mengubah pernyataan-pernyataan saya karena saya tidak memiliki komitmen pada apapun selain pada kebenaran. Sebagai bukti akan hal ini, beberapa tahun yang lalu, saya mengevaluasi ulang eksposisi saya mengenai salah satu perumpamaan. Dan secara terbuka saya mengoreksi eksposisi saya tentang Matius 13:44-45, yakni perumpamaan tentang harta terpendam. Secara terbuka saya menyatakan bahwa eksposisi saya akan perumpamaan tersebut kurang memadai. Banyak orang berkata, "Wah, jika Anda melakukan hal itu, banyak orang yang tidak akan mempercayai Anda lagi." Saya menyatakan secara terbuka bahwa eksegesis saya saat itu tidak tepat. Sekalipun eksegesis itu tidak tepat, sebenarnya eksegesis itu tidak membahayakan orang. Tak ada hal di dalam eksegesis itu yang bisa membahayakan kehidupan rohani orang lain. Ada tidak mengerti mengapa saya perlu mengumumkan pengakuan bahwa eksegesis itu tidak tepat, bahwa saya telah mempertimbangkan ulang akan eksposisi itu dan telah mengoreksinya. (Bersambung: Komitmen untuk mengasihi kebenaran (4 End) Sumber: Cahaya Pengharapan Ministry www.cahayapengharapan.org
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 1300 Trackback(0)
Comments (0)
![]() Write comment
|


















