Minggu, 20 Mei 2012
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini721
mod_vvisit_counterKemarin894
mod_vvisit_counterMinggu ini721
mod_vvisit_counterMinggu lalu6378
mod_vvisit_counterBulan ini17651
mod_vvisit_counterBulan Lalu22262
mod_vvisit_counterTotal441311

Online (20 minutes ago): 17
Your IP: 38.107.179.232
,
Now is: 2012-05-20 18:37

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

G. Sinabung 2010

Statistics

Anggota : 2805
Konten : 271
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 1548399

Pengguna terkini

Vorenrina - 14.01.12 jam19:53 
Duelatettef - 18.12.11 jam02:50 
asi - 22.10.11 jam11:36 
loackdreall - 12.10.11 jam20:14 
thashibRato - 08.10.11 jam14:34 
toekangmodem03 - 27.09.11 jam03:44 
oxypokedlep - 10.06.11 jam04:28 
vutsOvats - 08.06.11 jam21:20 
Bendexhaund - 08.06.11 jam13:32 
Boantaniolern - 26.02.11 jam20:15 

Ho Do Tuhan

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML

Binjai Maps

Marhaban Polling

KISAH SUP BATU PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Walsinur Silalahi   
Minggu, 29 Agustus 2010 22:55

    Alkisah ada tiga pengembara, yang dalam perjalanannya singgah di
   sebuah kota. Warga kota itu tak pernah bergembira, sebab mereka hidup
   dengan sangat mementingkan diri sendiri. Mereka mengerjakan segala
   sesuatu sendiri dan untuk dirinya sendiri. Selain itu, mereka suka
   mencurigai semua orang. Termasuk kepada tiga pengembara kelaparan yang
   duduk di tengah alun-alun kota mereka. Tiga pengembara itu membuat api
   lalu merebus sebuah batu. "Apa yang kaubuat?" tanya seorang anak yang
   lewat. "Kami membuat sup batu yang sangat enak, " kata si pengembara,
   "tetapi akan jauh lebih enak jika ditambah sesiung kecil bawang, "
   lanjutnya.

Anak itu pun berlari dan mengambilkan bawang. Orang-orang
   kota itu mulai penasaran. Mereka mengintip dan menengok satu per satu.
   "Sup ini akan jauh lebih enak jika ditambah wortel dan tomat. Seiris
   kecil daging juga membuat rasanya jauh lebih baik." Didorong oleh rasa
   ingin tahu yang kuat, mereka membawakan satu per satu bahan yang
   disebut para pengembara. Alhasil, jadilah sup yang enak (tentu setelah
   batunya dibuang) dan penduduk kota ikut menikmatinya. Untuk pertama
   kalinya penduduk kota itu meniadakan rasa curiga dan mengalami
   indahnya hidup berbagi dalam kebersamaan. Pemazmur menyebutkan betapa

   baiknya apabila kita hidup bersama dengan rukun. Tidak cuma berarti
   tinggal bersama-sama, tetapi saling menerima dan saling berbagi dalam
   kasih. Hidup rukun tanpa prasangka, yang menghalangi interaksi dengan
   sesama. Hidup harmonis ini bukan saja mendatangkan kebahagiaan bagi
   kita,  melainkan juga bagi Allah. Seperti kata pemazmur, "… sebab ke
   sanalah Tuhan memerintahkan berkat ..." --SL

    ORANG YANG SELALU MENARUH CURIGA MEMBATASI DIRINYA UNTUK BAHAGIA

     Bacaan : Mazmur 133
Setahun: Mazmur 119:89-176; 1 Korintus 8



Nats: Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara
       diam bersama dengan rukun! (Mazmur 133:1)

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
Terakhir Diperbaharui ( Minggu, 29 Agustus 2010 23:09 )