| Sudah Saat Teduh hari ini? |
|
|
|
| Ditulis oleh Admin | |
| Minggu, 01 Agustus 2010 23:57 | |
|
Oleh : Julianto Simanjuntak
Sudahkah kamu saat teduh hari ini? Itulah pertanyaan yang rutin dari kakak rohani saya saat masih dibina di persekutuan siswa Perkantas Medan. Kadang pertanyaan itu bikin jengkel saya. Tetapi perhatian dan bimbingan itu sangat mempengaruhi hidup saya sampai hari ini.
Saat teduh, berhubungan dengan Tuhan dengan segala cara, terbukti memperkaya kehidupan rohani atau iman kita.
Salah satu motto yang diberi pembimbing saya dulu, agak ekstrim memang, adalah:
"No Bible, No Breakfast"
Meski mulanya sulit, saat teduh itu kemudian menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Setiap berangkat ke sekolah (saya sekolah di SMA 1 Medan), Firman yang saya baca memberikan kekuatan terutama lewat janji-janji Tuhan. Hal penting lainnya adalah teguran Tuhan membentuk karakter.
Puji Tuhan, tamat SMA saya terpanggil menjadi HambaNya penuh waktu. Saya masuk ke STT I3 Malang. Saat menikmati pembentukan Tuhan di seminari tersebut, saat teduh merupakan menu wajib setiap pagi, jam 05.15-06.00. Karena sudah dilatih di SMA, relatif saya tidak menemui kesulitan. Hanya yang tidak mudah adalah mengatasi kemunafikan diri waktu itu. Sebab makin saya banyak tahu Firman, saya tergoda menghakimi orang lain. Syukurlah studi teologi saat itu dan teladan hidup para dosen kami, meluruskan banyak cara berpikir dan motivasi saya yang salah dalam bersekutu dengan Tuhan.
Setelah menikah dan menjadi Gembala sidang (1991-1996), saya malah sering merasakan jauh lebih sulit saat teduh. Kesibukan di gereja dg segala aktifitasnya membuat saya menjadikan Alkitab hanya sumber referensi untuk kotbah. Hidup rohani saya kering, dampaknya adalah dalam pernikahan dan hubungan saya dengan pasangan. Juga terhadap anak-anak. Saya sering konflik, terutama di 6 tahun pertama.
Syukurlah, istri saya Roswitha Ndraha,yang dibesarkan dalam disiplin rohani yang baik dari orangtuanya, dengan sabar mendorong saya kembali setia membaca Firman Tuhan. Saya sendiri dibesarkan dalam keluarga yang tidak punya disiplin rohani yang baik.
Sejak kami disiplin dengan ibadah rumah tangga, kerinduan saya berdoa dan baca alkitab secara pribadi disegarkan kembali.
Setelah menjadi konselor saya makin menyadari, betapa disiplin rohani sangat vital menunjang pelayanan konseling. Firman menjadi sumber inspirasi mengenal diri sendiri dan manusia. Firman menjadi sumber didikan dan arahan yang baik menjalani masalah kehidupan. Karenanya saat teduh, merupakan kebutuhan utama bagi saya dalam menjalani karir ini.
Namun hal yang tidak mudah adalah mendorong anak-anak bersaat teduh. Kadang saya malu hati, kenapa kalau anak saya lupa makan atau mandi, saya menjadi marah dan menegur mereka. Tapi kalau mereka tidak punya hubungan baik dengan Tuhan, saya diam. Kalau mereka tidak membaca Firman, saya abaikan.
Menyadari hal ini, saya dan roswitha belajar mendisiplin diri membangun ibadah keluarga pada malam hari. Memberikan anak-anak ayat saat berangkat sekolah. Mengirimkan sms pada anak yang berisi ayat Firman Tuhan, atau membicarakannya saat dalam perjalanan mengantar anak ke sekolah. Juga menjadi contoh bagi anak-anak dalam saat teduh.
Sudahkah Anda saat teduh hari ini?
Kiranya sharing yang sederhana ini membangun iman dan motivasi kita mencinta Firman Tuhan.
Terima kasih untuk para pembina rohani dan mentor saya sejak masih di sekolah minggu- dibangku SMA- sampai di seminari.
1. Kak Ros Sinaga 2. Kak Lisde Simanjuntak 3. Kak Winfrid dan Kak Santo 4. Dosen-dosen saya di STT I3 - di UKSW & STTRII. 5. Prof. Ndraha (mertuaku) 6. Roswitha Ndraha (istriku)
Mereka adalah para heart-warmer dalam hidupku.
Soli Deo Gloria. Julianto Simanjuntak "Dari antara org berdosa, akulah yg paling berdosa- (Paulus)"
Info belajar konseling : Tulisan ini saya tulis saat dalam perjalanan ke kantor bersama supir kami Pak Engkos. Visi Pelikan: Tersedianya 1 Pusat Konseling di Setiap Kota & 1 Mental Hospital di setiap Ibukota Propinsi (2030) --------------------------------------------------------------------- Bergabung kirim e-mail ke: < Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya > Berhenti kirim e-mail ke: < Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya > Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru ---------------------------------------------------------------------
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 4764 Trackback(0)
Comments (0)
![]() Write comment
|

















