|
Ekonomi Yesus berbeda dengan ekonomi dunia nyata. System ekonomi dunia baik itu kapitalisme atau komunisme beroperasi pada prinsip berdasarkan "kelangkaan". Bahkan hampir semua kenyataan ekonomi saat ini:ketamakan,korupsi,keegoisan,suap,spekulasi, pajak, dan mekanisme nilai mata uang ada karena konsep kelangkaan. Tanpa kelangkaan tidak ada dorongan untuk korupsi,tamak.Tanpa kelangkaan persaingan tidak diperlukan.Tentu saja kelangkaan memasuki dunia akibat kejatuhan manusia kedalam dosa. Manusia menjadi bekerja keras. Pelayanan penebusan Jesus,sebagian,mencakup penebusan dari cara kita memandang realita ekonomi. Coba renungkan perkataan Yesus dalam Markus 10.Dia menjanjikan pendapatan seratus kali lipat dari investasi kita jika kita meninggalkan keluarga dan tanah kita untuk mencari kerajaan Allah.Bagaimana bisa begitu berani?
Sebagaimana dinyatakan dalam sejarah gereja,kata-kata ini bukanlah sekedar janji kosong.Ketika Yesus berkata:"Langit dan bumi akan berlalu,tetapi perkataanku tidak akan berlalu")Mrk 13,31). Yesus mengucapkan dan memparaktekkan 'ekonomi kelimpahan',tidak dikendalikan oleh hukum permintaan dan penawaran,tetapi digerakkan oleh sumberdaya Allah yang tak terbatas,diakses melalui iman kepadaNya. Jemaat mula-mula mengalami ekonomi kelimpahan yang sama,terjadi di Yerusalem setelah Pentakosta.Adapun kumpulan orang percaya saat itu sehati dan sejiwa dan tidak seorangpun yang berkata,bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah milik sendiri,tetapi segala sesuatu adalah milik bersama.Ekonomi kelimpahan ini merupakan praktek umum dalam gereja mula-mula. Bagaimana rasanya hidup dengan kesadaran dengan ekonomi berkelimpahan? Kalau kita baca dalam Kis.4;32-35 mengatakan: Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan diantara mereka;karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah,menjual kepunyaannya itu,dan hasil penjualan mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul;lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. Kita juga tahu ekonomi kelimpahan ini merupakan praktek umum dalam sejarah gerejamula-mula.Warga Kristen sudah saling berbagi bahkan membagikannya kepada warga non kristen.Ini mereka pahami sebagai bukti pekerjaan Allah. mereka tidak hanya membantu orang miskin dari anggota jemaat saja tetapi juga orang miskin penyembah berhala,dan mereka memandang hal ini sebagai sebagai cara mempercepat penyebaran kekristenan. Bagaimana rasanya hidup dengan kesadaran akan ekonomi kelimpahan di masa sekarang? Tampaknya salahsatu sprasyarat adalah melonggarkan cengkeraman tangan pada harta milik kita. Dalam Kisah para para rasul tidak seorangpun menganggap kepunyaan mereka tetapi mereka saling berbagi.Akibatnya semua orang merasa kaya,karena memiliki akses kepada apapun yang mereka perlukan. Kitapun dapat mengalami kekayaan sepereti ini jika kita bersedia melepaskan kepemilikan kita dan menggantikannya dengan pemahaman penatalayanan yang lebih Alkitabiah. Umpamanya,bila saya memiliki alat penyedot abu,dan tetangga kita tidak memilikinya maka saya dengan sukarela agar tetangga saya boleh juga menggunakannya,artinya mereka tidak usah membelinya.mereka mendapat kesempatan menggunakan peralatan saya dengan gratis.Ini membuat rumahtangga mereka memiliki lebih banyak sumber daya untuk digunakan lebih kratif.Upaya kreatif lainnya adalah dengan mengadakan makan malam mingguan dengan beberapa orang yang bisa diundang.Siapapun yang berkunjung selalu disambut baik.Kemudian orang-orang kristen dan non kristen menjadi tamu tetap pada acara makan malam ini.Diharapkan kebiasaan yang baik ini menular pada orang lain. Pada saat pembangunan rumah-rumah hunian bagi pegawai rendahan diberikan kesempatan mengajukan pinjaman ke bank untuk pemilikan rumah.bagi komunitas kristen sebaiknya bergabung bersama membayar uang muka,memenuhi syarat mendapat pinjaman dan bisa membeli rumah.Dengan cara ini mereka dapat tinggal di rumah yang layak huni.Rumah yang dibeli dengan cara ini kemungkinan beasar menjadi kesaksian bagi dunia akan kekayaan Allah yang berlimpah dan kesetiannNya kepada janjinya. Kita sering mengamati ekonomi kelimpahan ketika seseorang berada dalam krisis.Setelah terjadinya bencana di suatu daerah. Seluruh komunitas dan lsm negara didunia menanggapi dengan memberi bantuan kepada mereka yang paling membutuhkan. Jika semua murid Yesus hidup dalam ekonomi kelimpahan,apa yang kita alami hanya dalam waktu yang ekstrem saja sekarang ini,mungkin akan menjadi sesuatu yang biasa sehingga kita dapat mulai melihat dunia sebagaimana Yesus lakukan. Wals
Trackback(0)
 |