Minggu, 20 Mei 2012
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini693
mod_vvisit_counterKemarin894
mod_vvisit_counterMinggu ini693
mod_vvisit_counterMinggu lalu6378
mod_vvisit_counterBulan ini17623
mod_vvisit_counterBulan Lalu22262
mod_vvisit_counterTotal441283

Online (20 minutes ago): 20
Your IP: 38.107.179.232
,
Now is: 2012-05-20 18:13

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

G. Sinabung 2010

Statistics

Anggota : 2805
Konten : 271
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 1548284

Pengguna terkini

Vorenrina - 14.01.12 jam19:53 
Duelatettef - 18.12.11 jam02:50 
asi - 22.10.11 jam11:36 
loackdreall - 12.10.11 jam20:14 
thashibRato - 08.10.11 jam14:34 
toekangmodem03 - 27.09.11 jam03:44 
oxypokedlep - 10.06.11 jam04:28 
vutsOvats - 08.06.11 jam21:20 
Bendexhaund - 08.06.11 jam13:32 
Boantaniolern - 26.02.11 jam20:15 

Ho Do Tuhan

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML

Binjai Maps

Marhaban Polling

Struktur Paralel Kitab Wahyu PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Selasa, 10 November 2009 07:00
(William Hendriksen, More than Conquerors)

 

Hendriksen melihat struktur kitab Wahyu sebagai paralel dari tujuh masa, yang masing2  mencakup seluruh dispensasi (masa) yang dimulai dengan kedatangan Kristus yang pertama sebagai Juruselamat sampai kedatangan-Nya yang kedua sebagai Hakim. Posisi ini dilandaskan pada argumentasi sbb.:

 

Pertama, penderitaan yang dialami oleh Gereja pada masa hidup rasul Yohanes adalah aniaya yang juga harus dipikul oleh orang beriman sepanjang seluruh dispensasi (2 Tim 3:12), terutama menjelang kedatangan Kristus yang kedua (Mt 24:29,30).

 

Kedua, banyak prediksi dalam Wahyu (mis. ‘meterai,’ ‘sangkakala,’ dan ‘cawan’) menyatakan prinsip2 dan peristiwa2 yang begitu luas jangkauannya sehingga apa yang berlangsung itu tidak dapat dibatasi pada satu tahun atau satu periode (beberapa tahun) tertentu, melainkan berlangsung sepanjang masa sampai pada konsumasi besar.

 

Ketiga, surat2 dalam ps 2 dan 3 dialamatkan kepada tujuh gereja. Tujuh adalah angka yang melambangkan keutuhan (completeness). Pemakaiannya di sini menunjukkan bahwa yang dimaksudkan oleh penulis adalah Gereja secara keseluruhan, dan bahwa nasihat2 serta penghiburan dalam kitab Wahyu ditujukan untuk orang Kristen sepanjang masa.

 

Keempat, semua orang yang membaca dan mempelajari kitab ini di setiap zaman disebut berbahagia (blessed), 1:3. Sama seperti pada awal kitab Wahyu, demikian pula pada akhir kitab penulis menyampaikan tulisannya bukan hanya kepada sekelompok orang yang hidup dalam suatu masa tertentu, melainkan kepada “setiap orang yang mendengar perkataan2 nubuat dari kitab ini” (22:18). 

 

Struktur paralel tersebut adalah sbb: 

 

1.  Kristus di tengah2 tujuh kaki dian (1:1-3:22)

  • Angka 7, yang melambangkan keutuhan, menyatakan seluruh Gereja selama eksistensinya sejak awal berdirinya hingga akhir zaman.
  • Setiap gereja yang disebutkan adalah tipe (type), yang menggambarkan kondisi yang terus-menerus berulang dalam kehidupan sesungguhnya dari berbagai jemaat.
  • Bagian ini mencakup seluruh dispensasi, sejak kedatangan Kristus yang pertama untuk menyelamatkan umat-Nya (1:5) hingga kedatangan-Nya yang kedua untuk menghakimi segala

     bangsa (1:7).

 

2.  Penglihatan tentang surga dan tujuh meterai  (4:1-7:17)

  • Bagian ini juga mencakup seluruh dispensasi, dari kedatangan Kristus yang pertama hingga yang kedua. Kristus digambarkan sebagai Anak Domba yang disembelih dan kini memerintah dari surga (5:5,6).
  • Ps 6 menggambarkan penghakiman akhir yang diungkapkan melalui tujuh meterai. Reaksi orang yang tidak percaya ketika menyaksikan kedatangan Kristus digambarkan dalam 6:15-17.
  • Ps 7 menggambarkan Gereja yang menang, yang dihimpun dari segala bangsa dan secara keseluruhan berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba. Berkat yang mereka terima: 7:16,17.

 

3.  Tujuh sangkakala  (8:1-11:19)

  • Tema sentral bagian ini adalah tujuh sangkakala yang membawa akibat bagi dunia (ps 8, 9).
  • Ps 10-11 menggambarkan apa yang terjadi pada Gereja (malaikat dengan Kitab; dua saksi).
  • Bagian ini ditutup dengan penghakiman akhir: 11:15,18.

 

4.  Perempuan dan Anak laki2 dianiaya oleh Naga dan pembantunya  (12:1-14:20)

  • Bagian ini juga mencakup seluruh dispensasi, dimulai dari kelahiran Juruselamat (12:5).
  • Naga hendak menelan Anak, tetapi Ia dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
  • Kini naga menganiaya perempuan (12:13). Pembantunya adalah binatang yang keluar dari laut           (13:1), binatang yang keluar dari bumi (13:11,12), dan pelacur besar, Babel (14:8).
  • Bagian ini ditutup dengan gambaran tentang kedatangan Kristus kedua untuk menghakimi (14:14,16).

 

5.  Tujuh cawan  (15:1-16:21)

  • Penghakiman akhir yang digambarkan melalui tujuh cawan berisi murka Allah didahului oleh penglihatan tentang apa yang terjadi di surga (ps 15).
  • Ketujuh cawan dicurahkan ke seluruh penjuru bumi dan angkasa.
  • Apa yang terjadi sesudah penghakiman: 16: 20-21.

 

6.  Kejatuhan Babel dan hukuman atas binatang dan nabi palsu (17:1-19:21)

  • Gambaran rinci tentang kejatuhan Babel (17:1-18:24), dan hukuman atas binatang dan nabi palsu (19:17-21).
  • Nyanyian atas kejatuhan Babel dan perjamuan kawin Anak Domba: 19:1-10
  • Pada akhir bagian ini digambarkan kedatangan Kristus untuk menghakimi: 19:11-16.

 

7.  Konsumasi besar (20:1-22:21)

  • 20:1 memulai bagian baru dan membahas pokok yang baru, yakni hukuman bagi Iblis.
  • Hubungan antara ps 19 dan 20 serupa dengan hubungan antara ps 11 dan 12. Wah 11:18 mengumumkan “saat orang2 mati dihakimi.” Akhir dunia telah tiba. Tetapi dalam Wah 12 kita kembali ke permulaan periode PB, karena 12:5 menggambarkan kelahiran, kenaikan, dan pentakhtaan Anak. Demikian pula, 19:19f membawa kita ke akhir sejarah, ke hari penghakiman akhir, dan ps 20 kembali ke permulaan PB (bdk Why 12:9; Lk 10:18; Mt 12:29; Yoh 12:31; Kol 2:15). Dalam literatur apokaliptik Yahudi, pengikatan Setan merupakan simbol untuk tibanya zaman mesianik (bdk Mt 4:1-10; 12:29).
  • Terdapat paralel yang sangat jelas antara Wahyu 11-14 dengan Wahyu 20:

 

                   WAHYU  11-14

                    WAHYU  20

12:5-12   Kelahiran, kematian, kenaikan,

Dan pentakhtaan Kristus; Iblis dilempar-

kan keluar dari surga (ay 9, 13).

20:1-3  Iblis diikat dan dilemparkan ke

Dalam jurang; kuasanya atas bangsa2

dibatasi. Gereja mulai menaklukkan

(menginjili) bangsa2.

11:2-6; 12:14ff  Suatu periode panjang

bagi Gerejauntuk bersaksi  dengan

penuh  kuasa, ketika Gereja “dipelihara

jauh dari tempat ular itu” (12:14).

Pengaruh Iblis dibatasi.

20:2  Suatu periode panjang yang penuh

kuasa bagi Gereja karena Iblis diikat.

Iblis tetap terikat selama seribu tahun,

yaitu sepanjang masa pemberitaan

Injil. (Di surga jiwa2 orang tertebus

hidup dan memerintah bersama Kristus,

 20:4-6).

11:7-14; 13:7  Periode singkat masa

aniaya yang paling berat. Inilah masa

singkat Iblis “dilepaskan,” manifestasi

 terakhir yang paling mengerikan dari

kekuasaan antikristus yang menganiaya.

20:7ff.  Periode singkat masa aniaya

paling berat:Iblis menggalang tentara

Gog dan Magog melawan Gereja. Inilah

peperangan Har-Magedon.

11:17,18; 14:14ff.   Satu-satunya

Kedatangan Kristus yang kedua untuk

menghakimi.

20:11ff.  Satu-satunya kedatangan

Kristus kedua untuk menghakimi.

 

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
Terakhir Diperbaharui ( Minggu, 08 November 2009 11:18 )