Minggu, 20 Mei 2012
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini673
mod_vvisit_counterKemarin894
mod_vvisit_counterMinggu ini673
mod_vvisit_counterMinggu lalu6378
mod_vvisit_counterBulan ini17603
mod_vvisit_counterBulan Lalu22262
mod_vvisit_counterTotal441263

Online (20 minutes ago): 15
Your IP: 38.107.179.232
,
Now is: 2012-05-20 17:54

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

G. Sinabung 2010

Statistics

Anggota : 2805
Konten : 271
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 1548224

Pengguna terkini

Vorenrina - 14.01.12 jam19:53 
Duelatettef - 18.12.11 jam02:50 
asi - 22.10.11 jam11:36 
loackdreall - 12.10.11 jam20:14 
thashibRato - 08.10.11 jam14:34 
toekangmodem03 - 27.09.11 jam03:44 
oxypokedlep - 10.06.11 jam04:28 
vutsOvats - 08.06.11 jam21:20 
Bendexhaund - 08.06.11 jam13:32 
Boantaniolern - 26.02.11 jam20:15 

Ho Do Tuhan

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML

Binjai Maps

Marhaban Polling

Siapa itu Iblis? PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Sabtu, 19 September 2009 22:41

- Siapa Iblis Itu?

- Bagaimana, mengapa, dan kapan Iblis jatuh dari Surga?

- Mengapakah Allah mengijinkan Iblis dan setan-setan berdosa?

 

                   

Kepercayaan orang-orang terhadap Iblis mencakup mulai dari yang lucu sampai pada yang abstrak: mulai dari makhluk merah kecil yang bertanduk dan duduk di bahu Anda untuk mendorong Anda berdosa, sampai pada istilah yang digunakan untuk menggambarkan personifikasi dari kejahatan. Alkitab sebenarnya memberi kita gambaran yang jelas mengenai siapakah Iblis itu dan bagaimana Dia mempengaruhi hidup kita. Secara sederhana, Alkitab melukiskan Iblis sebagai malaikat yang jatuh dari kedudukannya di surga karena dosa dan sekarang bertentangan dengan Tuhan, dan dengan sekuat tenaga berusaha merusak rencana Tuhan bagi umat manusia.

Iblis diciptakan sebagai malaikat kudus. Yesaya 14:12 mungkin mengindikasikan bahwa nama Iblis sebelum dia jatuh adalah Lucifer. Yehezkiel 28:12-14 melukiskan Iblis diciptakan sebagai kerub, dan nampaknya merupakan malaikat yang tertinggi. Dia menjadi sombong karena kecantikan dan statusnya dan memutuskan bahwa dia mau duduk di atas tahta Allah (Yesaya 14:13-14; Yehezkiel 28:15; 1 Timotius 3:6). Kesombongan Iblis mengakibatkan kejatuhannya. Perhatikan banyaknya kata “Aku hendak …” dalam Yesaya 14:12-15. Karena dosanya, Allah mengusir Iblis dari surga.


Iblis menjadi penguasa dunia ini yang terpisah dari Tuhan, dan penguasa kerajaan angkasa (Yohanes 12:31; 2 Korintus 4:4; Efesus 2:2). Dia adalah pendakwa (Wahyu 12:10), pencoba (Matius 4:3), penyesat (Kejadian 3; 2 Korintus 4:4; Wahyu 20:3). Namanya saja sudah berarti musuh atau “yang menentang.” Nama lain yang digunakan untuk Iblis, si jahat, berarti “pemfitnah.”

Sekalipun dia sudah dibuang dari surga, dia masih berusaha meninggikan tahtanya melampaui Tuhan. Dia memalsukan apa yang Tuhan perbuat, berusaha mendapatkan penyembahan dari dunia dan membangkitkan perlawanan terhadap kerajaan Allah. Iblis adalah sumber utama dibalik semua ajaran sesat dan agama dunia. Iblis akan melakukan apa saja dalam kuasanya untuk melawan Tuhan dan para pengikutNya. Namun, nasib Iblis sudah dimeteraikan – kekekalan dalam lautan api (Wahyu 20:10).

 

Bagaimana, mengapa, dan kapan Iblis jatuh dari Surga?

Kejatuhan Iblis dari Surga digambarkan dalam Yesaya 14:12-14 dan Yehezkiel 28:12-18. Sekalipun kedua bagian Alkitab ini secara khusus merujuk pada raja Babel dan Tirus, keduanya juga merupakan rujukan pada kuasa rohani yang ada di belakang dari para raja ini – Iblis. Dalam hubungan dengan kejatuhan Iblis, bagian-bagian Alkitab ini menjelaskan mengapa Iblis jatuh, namun tidak secara khusus mencantumkan kapan kejatuhan itu terjadi. Yang kita ketahui adalah: para malaikat diciptakan sebelum penciptaan bumi (Ayub 38:4-7). Iblis sudah jatuh sebelum dia mencobai Adam dan Hawa di Taman (Kejadian 3:1-14). Karena itu kejatuhan Iblis pasti terjadi suatu waktu setelah malaikat diciptakan dan sebelum dia mencobai Adam dan Hawa di Taman Eden. Apakah kejatuhan Iblis terjadi beberapa menit, beberapa jam, atau beberapa hari sebelum dia mencobai Adam dan Hawa di Taman, Alkitab tidak secara khusus menyebutkannya.

Kitab Ayub memberitahukan bahwa, paling tidak untuk sementara waktu, Iblis masih bisa datang ke surga dan ke tahta Allah. “Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi"” (Ayub 1:6-7). Kelihatannya pada waktu itu, Iblis masih bergerak dengan bebas antara langit dan bumi, berbicara kepada Allah secara langsung dan mempertanggungjawabkan kegiatannya. Kapan Allah menghentikan akses ini tidaklah diketahui.

Mengapa Iblis jatuh dari Surga? Iblis jatuh karena kesombongan. Dia mau menjadi Allah, bukan sebagai hamba Allah. Perhatikan banyaknya pernyataan “Aku akan …” dalam Yesaya 14:12-15. Yehezkiel 28:12-15 menggambarkan Iblis sebagai malaikat yang luar biasa cantiknya. Iblis kemungkinan adalah malaikat yang tertinggi, yang paling cantik dari semua ciptaan Allah, namun dia tidak puas dengan kedudukannya itu. Sebaliknya Iblis mau menjadi Allah, pada hakikatnya, menyingkirkan Allah dari tahtanya dan menguasai alam semesta. Iblis mau menjadi Allah, dan yang menarik, itu yang menjadi cobaan Iblis terhadap Adam dan Hawa di Taman Eden (Kejadian 3:1-5). Bagaimana Iblis jatuh dari Surga? Sebenarnya kejatuhan bukanlah gambaran yang tepat. Adalah lebih tepat mengatakan bahwa Allah mengusir Iblis dari Surga (Yesaya 14:15; Yehezkiel 28:16-17).

 

Mengapakah Allah mengijinkan Iblis dan setan-setan berdosa?

Bagi malaikat dan manusia, Allah memutuskan untuk memberi pilihan. Walaupun Alkitab tidak memberi banyak detil mengenai pemberontakan dari Iblis dan para malaikat yang jatuh, nampaknya Iblis, yang mungkin adalah malaikat yang paling agung (Yehezkiel 28:12-18), dalam kesombongan, memutuskan untuk memberontak melawan Allah agar supaya dia sendiri dapat menjadi Allah. Iblis (Lucifer) tidak mau menyembah atau taat kepada Allah, dia ingin menjadi Allah (Yesaya 14:12-14). Wahyu 12:4 dimengerti sebagai gambaran kiasan mengenai sepertiga malaikat memilih untuk mengikuti Iblis dalam pemberontakannya dan menjadi malaikat-malaikat yang jatuh/setan-setan.

Berbeda dengan umat manusia, pilihan dari para malaikat, untuk mengikuti Iblis atau tetap setia kepada Allah, adalah pilihan yang bersifat kekal. Alkitab tidak menyatakan adanya kesempatan untuk para malaikat yang jatuh untuk bertobat dan mendapat pengampunan. Alkitab juga tidak mengindikasikan bahwa adalah mungkin untuk lebih banyak lagi malaikat yang jatuh ke dalam dosa. Para malaikat yang tetap setia kepada Allah digambarkan sebagai “malaikat-malaikat pilihan.” Iblis dan para malaikat yang jatuh sudah mengenal Allah dalam kemuliaanNya. Bagi mereka, tetap memberontak sekalipun sudah mengenal Allah, adalah kejahatan yang paling keji. Akibatnya, Allah tidak memberi Iblis dan malaikat-malaikat lainnya yang sudah jatuh kesempatan untuk bertobat. Selanjutnya, Alkitab tidak memberi kita alasan untuk percaya bahwa mereka akan bertobat kalaupun Allah memberi kesempatan kepada mereka (1 Petrus 5:8). Allah memberi Iblis dan para malaikat pilihan yang sama yang Dia berikan kepada Adam dan Hawa – untuk taat atau tidak. Para malaikat memiliki kehendak bebas untuk memilih – Allah tidak memaksa atau mendorong malaikat manapun untuk berdosa. Iblis dan para malaikat yang jatuh berdosa karena kehendak mereka sendiri – dan karena itu pantas untuk mendapatkan murka Allah yang kekal (api kekal).

Mengapa Allah memberi para malaikat pilihan ini ketika Dia mengetahui apa akibatnya? Allah tahu bahwa sepertiga dari malaikat akan memberontak, dan karena itu akan dikutuk dan dibuang ke dalam api kekal. Allah juga tahu bahwa Iblis akan melanjutkan pemberontakannya dengan mencobai umat manusia untuk berdosa. Jadi mengapa Allah mengijinkan semua ini? Alkitab tidak secara ekplisit memberikan jawaban untuk pertanyaan ini. Hal yang sama dapat ditanyakan untuk semua perbuatan jahat lainnya – mengapa Allah mengijinkan itu? Pada akhirnya, itu kembali kepada pilihan. Allah menciptakan makhluk-makhluk yang bebas, malaikat dan umat manusia. Kalau Allah menginginkan ciptaan yang sekedar melakukan apa yang sudah diprogram sebelumnya, binatang sudah cukup. Tidak, Allah menghendaki makhluk ciptaan yang dengannya Dia dapat memiliki hubungan yang sejati, dan karena itu Dia memberi kita kemampuan untuk memilih dan memberi kita pilihan.

Sumber : http://www.gotquestions.org/Indonesia

 

 

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 19 September 2009 23:11 )