Minggu, 20 Mei 2012
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini670
mod_vvisit_counterKemarin894
mod_vvisit_counterMinggu ini670
mod_vvisit_counterMinggu lalu6378
mod_vvisit_counterBulan ini17600
mod_vvisit_counterBulan Lalu22262
mod_vvisit_counterTotal441260

Online (20 minutes ago): 21
Your IP: 38.107.179.232
,
Now is: 2012-05-20 17:50

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

G. Sinabung 2010

Statistics

Anggota : 2805
Konten : 271
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 1548203

Pengguna terkini

Vorenrina - 14.01.12 jam19:53 
Duelatettef - 18.12.11 jam02:50 
asi - 22.10.11 jam11:36 
loackdreall - 12.10.11 jam20:14 
thashibRato - 08.10.11 jam14:34 
toekangmodem03 - 27.09.11 jam03:44 
oxypokedlep - 10.06.11 jam04:28 
vutsOvats - 08.06.11 jam21:20 
Bendexhaund - 08.06.11 jam13:32 
Boantaniolern - 26.02.11 jam20:15 

Ho Do Tuhan

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML

Binjai Maps

Marhaban Polling

Dapatkah seorang Kristen kerasukan setan? & Dapatkah orang Kristen zaman sekarang mengusir setan? PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Selasa, 08 September 2009 19:37

Alkitab tidak secara eksplisit mengatakan apakah seorang Kristen dapat kerasukan setan atau tidak. Namun karena orang Kristen didiami oleh Roh Kudus (Roma 8:9-11; 1 Korintus 3:16; 6:19) nampaknya tidak mungkin bahwa Roh Kudus akan membiarkan roh jahat untuk menguasai orang yang Dia diami. Kami tahu bahwa ini adalah sebuah isu yang kontroversial. Namun demikian, kami berpegang teguh pada kepercayaan bahwa seorang Kristen tidak dapat dirasuki setan.

Kami percaya bahwa ada perbedaan tajam antara dirasuki setan dan diganggu/dipengaruhi oleh setan. Kerasukan berarti setan secara langsung menguasai pikiran dan/atau perbuatan dari orang tsb (Lukas 4:33-35; 8:27-33; Matius 17:14-18). Diganggu/dipengaruhi oleh setan berarti setan menyerang orang tsb. secara rohani dan/atau mendorong mereka untuk berbuat dosa (1 Petrus 5:8-0; Yakobus 4:7). Anda dapat melihat bahwa dalam semua ayat-ayat Perjanjian Baru yang berhubungan dengan peperangan rohani, kita tidak pernah diminta mengeluarkan setan dari orang percaya (Efesus 6:10-18). Kita diminta untuk melawan si jahat (1 Petrus 5:8-9; Yakobus 4:7), bukan mengeluarkan dia.


Saya tidak dapat membayangkan bahwa Allah akan mengijinkan salah satu dari anak-anakNya, yang telah dibeliNya dengan darah Kristus (1 Petrus 1:18-19) dan dijadikan ciptaan baru (2 Korintus 5:17) untuk dirasuki dan dikuasai setan. Ya, sebagai orang-orang percaya kita berperang dengan Iblis dan setan-setan, namun bukannya dalam diri kita sendiri. 1 Yohanes 4:4 menyatakan, “Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” Siapakah Dia yang ada di dalam kita? Roh Kudus. Siapakah Roh yang ada di dalam dunia? Iblis dan setan-setan.

 

 

 

Dapatkah orang Kristen zaman sekarang mengusir setan?

Mengusir setan (memerintahkan setan untuk meninggalkan seseorang) dilakukan oleh berbagai macam orang dalam kitab-kitab Injil dan kitab Kisah Rasul – para murid sebagai bagian dari perintah Kristus (Matius 10); yang lainnya menggunakan nama Kristus (Markus 9:38); pengikut-pengikut orang Farisi (Lukas 11:18, 19); Paulus (Kisah 16); dan beberapa pengusir setan lainnya.

Nampaknya tujuan dari para murid Yesus dalam mengusir setan adalah untuk menunjukkan kekuasaan Kristus terhadap para setan (Lukas 10:17) dan untuk memastikan bahwa mereka bertindak atas namaNya dan dengan kuasaNya. Juga untuk menyatakan apakah mereka beriman atau tidak (Matius 17:14-21). Adalah jelas bahwa tindakan mengusir setan adalah merupakan bagian penting dari pelayanan para murid. Namun demikian, tidaklah jelas apa peranan mengusir setan dalam proses pemuridan.

Menariknya nampaknya pada bagian akhir dari Perjanjian Baru ada perubahan mengenai peperangan rohani. Bagian-bagian pengajaran dalam Perjanjian Baru (Roma sampai Yudas) merujuk pada kegiatan setan namun tidak berbicara mengenai mengusir mereka, dan juga tidak menasihati orang-orang percaya untuk melakukan hal tsb. Kita diminta untuk mengenakan baju zirah untuk menghadapi mereka (Efesus 6:10-18). Kita disuruh untuk melawan si jahat (Yakobus 4:7), berjaga-jaga (1 Petrus 5:8), dan tidak memberi tempat kepadanya dalam hidup kita (Efesus 4:27). Namun demikian, kita tidak diberitahu bagaimana mengusirnya dari diri orang lain, atau kita harus mengusirnya.

Efesus 6:10-18 memberikan garis besar jelas mengenai bagaimana kita dapat memperoleh kemenangan dalam hidup kita dalam peperangan melawan kuasa-kuasa si jahat. Pertama-tama kita diminta menempatkan iman kita kepada Kristus (2:8,9), yang akan mematahkan kuasa “penguasa kerajaan angkasa” (2:2). Kita kemudian, dengan anugrah Allah, melepaskan kebiasaan-kebiasaan yang tidak rohani dan mengambil kebiasaan-kebiasaan yang rohani (4:17-24). Hal ini tidak termasuk mengusir setan, namun memperbaharui akal budi kita (4:23). Setelah beberapa nasihat praktis mengenai bagaimana menaati Allah sebagai anak-anakNya, kita diingatkan bahwa ada peperangan rohani. Peperangan ini dihadapi dengan perlengkapan-perlengkapan tertentu yang memungkinkan kita bertahan – bukan mengusir – terhadap tipu muslihat setan (6:10). Kita berdiri dalam kebenaran, keadilan, injil, iman, keselamatan, Firman Allah dan doa.

Nampaknya, seiring dengan lengkapnya Firman Allah, orang-orang Kristen memiliki lebih banyak senjata untuk melawan dunia roh dibandingkan dengan orang-orang Kristen mula-mula. Peranan mengusir setan diganti, secara umum, dengan penginjilan dan pemuridan melalui Firman Allah. Karena metode peperangan rohani dalam Alkitab tidak termasuk mengusir setan, adalah sulit untuk menentukan bagaimana mengusir setan. Kalau perlu, kelihatannya itu dilakukan dengan membawa orang ybs. kepada kebenaran Firman Allah dan nama Yesus Kristus.

Sumber : http://www.gotquestions.org/Indonesia

 

 

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy