Minggu, 20 Mei 2012
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini663
mod_vvisit_counterKemarin894
mod_vvisit_counterMinggu ini663
mod_vvisit_counterMinggu lalu6378
mod_vvisit_counterBulan ini17593
mod_vvisit_counterBulan Lalu22262
mod_vvisit_counterTotal441253

Online (20 minutes ago): 16
Your IP: 38.107.179.233
,
Now is: 2012-05-20 17:44

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

G. Sinabung 2010

Statistics

Anggota : 2805
Konten : 271
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 1548167

Pengguna terkini

Vorenrina - 14.01.12 jam19:53 
Duelatettef - 18.12.11 jam02:50 
asi - 22.10.11 jam11:36 
loackdreall - 12.10.11 jam20:14 
thashibRato - 08.10.11 jam14:34 
toekangmodem03 - 27.09.11 jam03:44 
oxypokedlep - 10.06.11 jam04:28 
vutsOvats - 08.06.11 jam21:20 
Bendexhaund - 08.06.11 jam13:32 
Boantaniolern - 26.02.11 jam20:15 

Ho Do Tuhan

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML

Binjai Maps

Marhaban Polling

ESSAY ON CHARISMATIC MOVEMENT (Ulasan Mengenai Gerakan Kharismatik) 4 (End) PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Kamis, 06 Agustus 2009 12:30

Bagian IV (+Kesimpulan)

oleh : dr. Gregory Budiman

Sumber: www.mail-archive.com/i-kan-untuk...org/.../Charismatic.doc

 

IV. Tradisi Kharismatik

 

Gereja kharismatik menyatakan diri bahwa mereka selalu mengikuti dinamika Roh Kudus dan tidak pernah terikat oleh tradisi Gereja lama. Pernyataan yang ekstrim ini mungkin akan menjadi bumerang sebab dengan begitu mungkin justru akan muncul tradisi baru yakni tradisi kharismatik.

 

Beberapa penyimpangan yang timbul dalam gerakan kharismatik :

 

Semakin banyak membaca Alkitab seseorang lebih menjadi semakin penuh  kuasa

 

Ada beberapa pemimpin Gereja kharismatik yang menjadi terlalu ekstrim dengan berasumsi bahwa

ketika seseorang makin banyak membaca Alkitab maka orang tersebut akan memiliki “kuasa” yang semakin besar. Kuasa yang dimaksud adalah  kuasa untuk mengusir setan, menyembuhkan penyakit, dan mengadakan mujizat-mujizat.

 

Pembacaan Alkitab secara kuantitatif tanpa pengertian yang benar menjadikan Aklitab sebagai jimat bahkan menjadi suatu berhala yang digunakan sebagai sarana pemuasan kekuasaan manusia.

 

Ada seorang teman yang setiap pagi dan sore hari membacakan 2 pasal Alkitab kepada bayinya yang berumur 1 bulan. Ia sudah melakukan hal itu sejak bayinya masih dalam kandungan istrinya. Ia percaya dengan membacakan ayat-ayat Alkitab maka kelak bayinya akan menjadi hamba Tuhan yang penuh kuasa dan melakukan banyak mukizat.

 

Melakukan hal seperti itu di atas memang kelihatannya sangat rohani tetapi secara prinsip hal itu dapat menyesatkan karena ia telah menggunakan Alkitab sebagai mantra. Penyelewengan - penyelewengan yang terjadi mungkin kelihatannya merupakan hal yang sangat rohani bila hanya dilihat secara sepintas, tetapi kalau kita selidiki prinsip dasar dan motifnya maka kita akan tahu ada penyesatan di dalamnya.

 

 “ Mengundang Hadirat Tuhan dengan Puji-Pujian”

 

Mazmur  22 : 4 “ Padahal Engkaulah yang kudus, yang bersemayam di atas puji-pujian Israel”. Berdasarkan ayat ini, beberapa orang  berpikir bahwa pujian akan mengundang kehadiran Allah. Ketika kehadiran Tuhan tidak terasa mereka memuji Tuhan dengan lebih kuat dan lebih nyaring agar Allah turun dan menyatakan kuasanya.

 

Prinsip ini tidak benar sebab kehadiran Tuhan tidak bisa disetir oleh manusia termasuk dengan puji-pujian (bandingkanlah dengan pola imam-imam Beal yang berteriak-teriak dan menoreh-norehkan tubuh mereka sendiri dalam usaha menurunkan kuasa dari dewa mereka).

 

Bob Sorge mengatakan Mazmur 22 : 4 bermaksud menyatakan bahwa Allah dinobatkan menjadi Raja atas hidup kita saat kita memuji Dia, jadi bukan dengan pujian kita mengundang Allah untuk  turun; sebab Allah Maha Hadir.

 

Ketika kita memuji Tuhan kita mengakui Kemaha Hadiran Allah sehingga kita merasakan kehadiranNya dalam kasih dan kuasaNYA. Dengan prinsip “ masuklah melalui pintu gerbangnya dengan nyanyian syukur “ berarti hati kita yang dipersiapkan untuk menyadari akan kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita.

 

Mazmur 40 : 4 “Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang melihatnya akan menjadi takut lalu percaya kepada Tuhan”. Seorang  teman telah menggunakan ayat ini dengan prinsip yang salah, ia selalu menyanyikan nyanyian rohani dengan keras dan nyaring saat ia berjalan di lorong lorong tempat ia bekerja. Ia berharap dengan memuji Tuhan keras-keras maka kuasa Allah akan membuat orang-orang yang mendengarnya menjadi bertobat. Tetapi kenyataannya justru sebaliknya, orang-orang di kantor itu justru mengucilkan dia dan menjadi apriori terhadap kekristenan sebab sesungguhnya nyanyian tersebut justru mengganggu konsentrasi orang-orang yang bekerja di kantor.

 

“ Iman Yang Membabi buta”

 

Istilah “iman yang membabi buta” adalah iman yang timbul secara emosional tanpa pengertian  yang benar. Sebagai contoh : seseorang yang menderia hipertensi  menahun (penyakit tekanan darah tinggi) harus selalu minum obat seumur hidupnya, tetapi ketika ia berjumpa dengan seorang  kharismatik ia ditegur karena keterikatannya terhadap obat. Ia lalu dilayani pelepasan dan didoakan kesembuhan. Dan mulai  saat itu orang tersebut dilarang minum obat dari dokter pribadinya. Apa akibatnya ? Ia mengalami serangan stroke beberapa saat setelah berhenti minum obat. Sekarang apa kita akan mempertanyakan kuasa Tuhan ? Ataukah prinsip yang dipakai salah dan tidak sesuai dengan prinsip Allah ? Jelas iman yang membabi buta bukanlah prinsip yang Alkitabiah melainkan prinsip yang berasal dari kecongkakan manusia.

 

 

“ Perkembangan Gereja Dinilai Dari Kuantitas Anggota bukan Kualitas”

 

Beberapa Gereja berlomba-lomba untuk mencari pengikut dan sedapat mungkin membuka banyak cabang. Mereka bahkan memasang target yang harus mereka capai dalam kurun waktu tertentu. Kadang-kadang hal ini menimbulkan persaingan yang tidak sehat seperti mengambil jemaat dari anggota gereja lain

 

Prinsip pengembangan Gereja yang  tak terbatas (MegaChurch) dengan usaha untuk menarik banyak orang menjadi anggotanya membuat gereja berkembang hanya secara kuantitas tetapi kualitas kekristenannya masih dipertanyakan. Pola Gereja Alkitabiah adalah pelayanan orang perorang dimana di dalam kelompok kecil seseorang pemimpin rohani membantu beberapa anggota jemaat untuk bertumbuh tahap demi tahap. Tetapi prinsip Mega Church mengutamakan event-event besar seperti  KKR dan acara-acara yang sensasional tanpa memperhatikan kebutuhan masing-maing anggota satu persatu.  Hanya saja mereka akan merekrut anggota jemaat yang memiliki potensi, baik dalam hal keuangan maupun keahlian, sedangkan anggota yang tidak memiliki potensi tidak mendapat perhatian dan tersisihkan.

 

 

“ Iatrogenic Mental Disorder”

 

Iatrogenic mental disorder adalah gangguan mental yang disebabkan oleh karena penanganan kasus yang salah.

Pelayanan konseling di gereja kharismatik kebanyakan tidak menggunakan prinsip-prinsip konseling yang benar tetapi mereka hanya mengandalkan keberanian untuk mengharapkan mujizat dan pengusiran roh jahat semata. Hal tersebut seringkali justru mengakibatkan yang disebut latrogenic mental disorder pada orang yang dilayani.

 

Sebagai contoh seorang remaja laki-laki datang  kepada Bapak Pendeta sehubungan  dengan kebiasaan masturbasi / onani yang sulit dihilangkan. Bapak pendeta membacakan firman kemudian mendoakan anak remaja tersebut serta mengusir roh percabulan yang mungkin ada pada diri anak remaja tersebut.

 

Beberapa minggu kemudian anak remaja itu datang kepada Bapak Pendeta dengan masalah yang sama. Bapak Pendeta berkata kalau kamu punya iman dan percaya kepada Yesus maka kamu tidak akan melakukan dosa itu lagi. Lalu Bapak pendeta membacakan Ibrani 10 : 26 “Sebab jika kita sengaja berbuat  dosa sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu”.  Anak remaja itu kemudian sehari-harinya hanya diam di kamar, kadang-kadang berteriak dan menjerit. Ia begitu ketakutan karena Tuhan tidak akan mengampuni dirinya lagi dan akan mencampakkan dirinya ke neraka. Ia mengalami gangguan jiwa dan harus dirawat di rumah sakit jiwa.

 

 

 

 

“ Manipulasi Pengajaran dan Karuni Roh “

 

Model pengajaran yang seringkali kita jumpai di Gereja Kharismatik adalah model satu arah. Jemaat hanya disuapi terus menerus sampai kenyang rohani tetapi pada dasarnya mereka tidak bisa menggali sendiri kebenaran-kebenaran dalam Alkitab.

 

Dengan kata lain jemaat hanya melakukan fungsi 4 D (datang, duduk, dengar, duit) dan akhirnya mengalami degerenasi rohani. Model pengajaran seperti ini akan memudahkan masuknya penyesatan-penyesatan yang tersamar. Sebagai contoh ada pengajaran yang mengatakan bahwa keselamatan harus kita pertahankan dengan perbuatan baik kita; bila kita jatuh dalam dosa lagi maka keselamatan kekal itu tidak akan menjadi bagian dari diri kita lagi. Pengajaran ini tampaknya baik padahal menyesatkan sebab di situ dikatakan bahwa keselamatan kekal bukan lagi anugerah Allah semata yang diberikan secara cuma-cuma melainkan merupakan  hasil jerih payah manusia untuk hidup saleh. Dengan kata lain keselamatan yang ada pada diri seseorang bisa hilang atau timbul tergantung dari perbuatan orang tesebut .

Hal ini melecehkan anugerah keselamatan yang begitu besar dari pengorbanan Yesus Kristus sendiri, seolah-olah pengorbanan Kristus saja tidak sanggup menyelamatkan manusia dari kegelapan.

 

Kebaktian khatrismatik juga diwarnai dengan adanya nubuatan-nubuatan yang membuat jemaat terpesona. Nubuatan (prophecy) adalah karunia untuk mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi. Karunia ini Tuhan berikan untuk membangun jemaatnya supaya semakin kuat dan bertumbuh. Kita harus berhati-hati dalam melakukan praktek karunia ini. Memang  hal itu dapat terjadi oleh dorongan Roh Kudus tetapi bisa juga oleh dorongan diri sendiri. Bagaimana membedakannya ? Sulit perbedaannya sangat tipis dan tidak bisa dilihat oleh orang lain.

 

Trend Kharismatik membuat para hamba Tuhan terdorong untuk bernubuat pada setiap acara kebaktian (bernubuat disini tidak sama dengan berkhotbah melainkan secara supranatural dapat mengetahui apa yang akan terjadi dan apa yang telah terjadi oleh bisikan Roh Allah). Sebagai contoh seorang hamba Tuhan berbicara dalam kebaktian,” Saya mendengar dengan jelas Tuhan berbicara bahwa beberapa di antara saudara ada yang mempunyai sakit maag, silakan saudara berdiri dan maju kedepan”. Kita tidak dapat memberi penilaian apakah hamba Tuhan itu memang mendengar suara Tuhan atau hanya sekedar kata-kata manipulasi untuk mempesona jemaat.

 

Seperti contoh di atas bisa saja seolah-olah hamba Tuhan tersebut mendapat wahyu dari Tuhan yaitu ada beberapa jemaat yang sakit maag padahal  statistik memang membuktikan 60% penduduk dunia mengidap penyakit maag. Jadi di manapun anda berada 60% orang yang pernah anda jumpai mengidap sakit maag. Hal itu hampir sama seperti mengatakan,” Tuhan berbicara kepada saya bahwa esok pagi matahari akan terbit dari sebelah timur”.

 

Lebih konyol lagi kalau ada pembicara yang berkata, “Tuhan memberitahu saya bahwa banyak diantara saudara yang sedang mempunyai masalah dan berusaha memecahkannya”. Ya jelas 100% penduduk dunia punya masalah sedangkan 100% penghuni kuburan tidak punya masalah. Kata-kata “Tuhan berbicara kepada saya….” dapat menjadi kata-kata manipulatif yang hanya sekedar untuk menarik perhatian jemaat dan menebar kharisma sang pembicara.

 

Anggota jemaat kharismatik sendiri seringkali menggunakan karunia nubuatan dan penglihatan dalam sebuah persekutuan kelompok kecil. Hal ini ada sisi baiknya karena dapat  membangun jemaat tetapi ada sisi buruknya yang dapat menghancurkan jemaat bila nubuatan atau pengelihatan itu hanya sekedar usaha manipultif manusia. Seringkali kata-kata nubuatan yang dikeluarkan seseorang merupakan luapan kepahitannya terhadap saudara seimannya di dalam persekutuan tersebut atau mungkin sebagai upaya agar dianggap rohani dan berkharisma.

 

Jadi karunia nubuat itu sangat mudah dimanipulasi dan akibatnya akan membahayakan hamba Tuhan yang mempraktekkan model pelayanan tersebut karena ia akan jatuh di dalam dosa kesombongan . Memang pelayanan model ini akan mempunyai daya tarik tersendiri dan membuat jemaat terkagum-kagum terutama pada pengkhotbahnya.

 

 

Prinsip “berikan kailnya jangan ikannya “ harus juga berlaku di dalam kekristenan. Jemaat harus bisa menggali sendiri kebenaran Alkitab dan tidak begitu saja menerima setiap pengajaran yang disampaikan hamba Tuhan tanpa menyelidikinya terlebih dahulu.

 

 

V. Kesimpulan

A.  Kesimpulan

 

Kegerakan Kharismatik  membawa angin segar bagi bagi kekristenan sebab kegerakan ini menjangkau banyak jiwa untuk datang kepada Kristus. Kegerakan yang dinamis membuat anggota jemaat turut ambil bagian dalam  pelayanan pekerjaan Tuhan, tidak seperti dahulu yang boleh mengajarkan firman Tuhan hanyalah para hamba Tuhan

 

Namun demikian tidak jarang pula terjadi penyimpangan-penyimpangan yang timbul dari kegerakan ini antara lain “ pengenceran berita Injil”, pergeseran sistem nilai Alkitab, dan doktrin keselamatan yang tidak jelas, juga kebiasaan - kebiasaan kharismatik yang kurang sehat.

 

 

B.  Saran

 

Terutama ditujukan kepada pemimpin atau gembala Gereja Kharismatik :

 

·         Melakukan koreksi terhadap pengajaran-pengajaran yang diberikan kepada jemaat supaya tidak ada penyimpangan-penyimpangan.

·         Mengajar jemaat untuk dapat menyelidiki sendiri kebenaran Alkitab sehingga tidak mudah disesatkan

·         Lebih mengutamakan pemberitaan karya keselamatan Kristus; tidak hanya khotbah tentang berkat dan kesembuhan terus menerus.

·         Lebih mengutamakan pelayanan kelompok kecil (pelayanan perorangan) dari pada menyelenggarakan event-event besar yang sensasional.

·         Lebih mengutamakan pertumbuhan jemaat tidak hanya secara kuantitatif tapi juga secara kualitatif dari pada sekedar pelebaran organisasi dan cabang-cabangnya.

 

 

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy