|
Bagian III oleh : dr. Gregory Budiman Sumber: www.mail-archive.com/i-kan-untuk...org/.../Charismatic.doc III. Keselamatan yang tidak jelas Ketika seseorang masuk dalam kebaktian gereja kharismatik mungkin ia mengalami sukacita karena musik yang bersemangat, mungkin ia mendapat kesenangan oleh karena khotbah pak pendeta yang menyejukkan hatinya dan memberi pengharapan di dalam Kristus. Tetapi orang itu juga mendapatkan suka cita yang sama ketika nonton pertunjukkan musik jazz dan ia mendapat ketenangan bahkan kepercayaan diri setelah ia mengikuti program sekolah pengembangan pribadi. Lalu apa bedanya program gereja dengan program sosial lainnya ?
Beberapa orang menjawab di dalam Gereja ada Yesus sedangkan di luar gereja tidak ada Yesus. Benar, Yesus telah menjadi trademark program kekristenan. Kekristenan yang sejati berpusatkan kepada pribadi Yesus dan Karya Keselamatannya tetapi seringkali Gereja telah menyingkirkan prinsip utama tersebut. Yesus hanya menjadi tokoh yang baik dan patut diteladani sehingga orang yang hadir di Gereja dapat memiliki karakter dan kepribadian yang baik pula. Banyak orang masuk gedung Gereja tanpa mengalami karya penyelamatan oleh Kristus Yesus mengapa ? Karena mereka hanya sekedar tahu bahwa Yesus itu adalah Anak Allah, Yesus adalah teladan yang baik; tetapi sesungguhnya mereka tidak pernah mengalami kelahiran kembali. Orang-orang yang sudah lama menjadi anggota Gereja merasa senang dan merasa mengalami perubahan dalam dikap dan cara hidupnya dan ikut mengambil bagian di dalam pelayanan pekerjaan Tuhan tetapi apakah mereka sudah memperoleh kerselamtan kekal ? Belum tentu !!!! Mengapa belum tentu? Karena manusia sudah terbuang dari hadirat Allah dan sangat tidak mungkin menjadi anak Allah hanya dengan rajin kebaktian dan ikut serta dalam pelayanan Gereja. Lalu bagaimana caranya untuk menerima anugerah keselamatan ? Keselamatan merupakan fondasi / dasar kehidupan orang Kristen sehingga topik tentang keselamatan seharusnya mendapatkan porsi yang dominan di dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Point-point yang biasanya hilang dari khotbah-khotbah Gereja adalah : · Semua manusia berdosa dan tidak mungkin datang kepada Allah. · Semua usaha manusia adalah sia-sia termasuk rajin kebaktian, rajin pelayanan dan lain-lain. · Allah mengasihi manusia dan merelakan AnakNya Yesus Kristus mati di kayu salib untuk menanggung dosa umat manusia. · Hanya ada satu jalan yaitu menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat maka seorang akan memperoleh hidup yang kekal. Mengapa point-point di atas penting ? Ada yang beberapa orang yang sudah menjadi pelayan Tuhan di Gereja tetapi masih memiliki prinsip “banyak jalan manuju Surga” dan perbuatan baik kita merupakan salah saru syarat untuk datang kepada Allah. Mungkin saja, banyak anggota Gereja yang kelihatannya bertumbuh dan semakin giat melakukan pelayanan di Gereja tetapi belum memiliki keyakinan bahwa hanya dengan menerima Yesus seseorang dapat memperoleh hidup yang kekal. Unsur-unsur dari keselamatan adalah : - Pengkuan bahwa ia adalah orang berdosa dan tidak mungkin datang kepada Allah dengan usahanya sendiri.
- Kemauan untuk berobat dan mengikuti jalan Tuhan
- Percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan sebab Ia telah mati menanggung dosa manusia.
- Mengundang Yesus masuk di dalam hidupnnya.
Ada juga gereja yang hanya mengutamakan tanda dan mujizat serta ibadah yang diisi dengan pengalaman-pengalaman sensasional yang aneh seperti “ tumbang di dalam kuasa roh “. Mereka mensiyalir bahwa banyak orang diselamatkan tanpa mendengar khotbah (Wagner, 1997) . Bagaimana mungkin orang diselamatkan hanya karena melihat tanda dan mujizat atau mengalami “ tumbang dalam kuasa roh “ sebelum ia mendengar berita Injil ? (Bandingkan dengan praktik-praktik mistik yang juga mendemostrasikan kuasa dan mujizat).
Trackback(0)
 |