| ESSAY ON CHARISMATIC MOVEMENT (Ulasan Mengenai Gerakan Kharismatik) |
|
|
|
| Ditulis oleh Admin | |
| Kamis, 06 Agustus 2009 10:14 | |
|
oleh : dr. Gregory Budiman
Kata Pengantar
Kegerakan kharismatik merupakan kelanjutan dari kegerakan Pentakosta yang diwarnai dengan adanya menifestasi kuasa Roh Kudus berupa kuasa dan mujizat. Kegerakan kharismatik terlihat lebih luwes dengan gaya musik yang kotemporer dan kontekstual sehingga mudah diterima semua budaya dan lapisan masyarakat. Statistik membuktikan bahwa kegerakan kharismatik berkembang sangat cepat. Kegerakan ini merupakan jawaban bagi keluhan umat manusia ditengah-tengah peradaban teknologi yang penuh persaingan dan tekanan. Namun demikian penulis melihat adanya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi seiring dengan berjalannya kegerakan kharismatik.tersebut. Buku ini mengulas terutama penyimpangan - penyimpangan yang telah terjadi di Gereja Kharismatik pada umumnya. Berbeda dengan kritik keras yang terlalu ekstrim dan kurang realistis dari beberapa orang yang anti kegerakan kharismatik, penulis di sini memberikan ulasan yang mudah dipahami dan lebih realistis sehingga dapat memberikan masukan yang positif terhadap kegerakan kharismatik.
Penulis
Daftar Isi
Halaman Judul Kata Pengantar Bab I Kegerakan Gereja Bab II Gereja Mengencerkan Berita Injil Bab III Keselamatan Yang Tidak Jelas Bab IV Tradisi Kharismatik Bab V Kesimpulan dan Saran
Lampiran
Bagian I ESSAY ON CHARISMATIC MOVEMENT
I. Kegerakan Gereja
Masa kegelapan Gereja berlangsung selama kurang lebih 1200 tahun sejak agama Kristen dijadikan agama negara oleh Kaisar Constantin. Pada zaman itu seluruh kebenaran Alkitab terpendam, Keselamatan bukanlah suatu anugrah Allah melainkan sesuatu yang harus dikejar oleh manusia dengan kekuatan dan kekuasaanya. Pada abad ke 16 seorang biarawan Martin Luther menyadari akan kekosongan semua hikmat manusia. Ia terdorong untuk menyelidiki Alkitab dengan sungguh-sungguh. Ia mendapat pencerahan dari Roh Kudus, Ia menemukan bahwa penyelamatan manusia hanya oleh karena anugerah Allah semata tanpa memperhitungan perbuatan-perbuatan, jasa - jasa ataupun kehendak manusia.
Sejak saat itu Ia hidup berdasarkan firman Tuhan dan tulisan-tulisannya yang telah tersebar di seluruh Eropa telah memberikan pencerahan bagi orang banyak. Kegerakan Gereja terus bergulir, abad ke 17 muncul gerakan anababtis dimana orang yang baru bertobat harus memberikan dirinya dibabtis secara selam. Abad ke 18 muncul gerakan Methodhist yang dipelopori oleh John Wesley kemudian diikuti gerakan Pantakosta pada abad ke 19 dimana terjadi kuasa kesembuhan dan mujizat serta munculnya karunia berbahasa roh. Dan pada sekitar tahun 1960 muncul gerakan kharismatik.
Gerakan kharismatik sangat cepat berkembang ke seluruh penjuru dunia. Ciri khas dari gerakan ini adalah lagu pujian yang semangat dan lagu penyembahan yang menyentuh hati, dengan lagu-lagu yang kontemporer yang juga diikuti dengan penyembahan dalam bahasa roh.
Khotbah yang disampaikan umumnya sederhana, tidak membosankan dan menyenangkan. Gerakan ini pada mulanya muncul ditengah-tengah persekutuan oikumene diluar gereja tetapi pada tahun 1980-an banyak diantara kelompok persekutuan tersebut yang menyatakan diri sebagai Gereja Baru.
Selama tahun-tahun terakhir telah muncul gereja-gereja dan kelompok-kelompok Kristen Independen yang berkembang di seluruh dunia. Kebanyakan dari mereka bersifat Pentakosta dalam pengalaman pribadi dan bentuk ibadah. Mereka sangat mengutamakan ajaran Alkitab dan sering menunjukkan semangat besar untuk pekabaran Injil. Kehidupan berkorban, sifat tidak kaku dalam struktur dan keterbukaan untuk menerima pimpinan langsung dari Allah. Begitu juga gereja-gereja dan kelompok-kelompok ini tidak merasa terikat pada tradisi atau bentuk iman Kristen yang dianut oleh gereja-gereja yang lebih besar dan bersejarah (Milne, 1996). Kegerakan Pentakosta dan Kharismatik sering mendapat sorotan negatif dari kalangan Gereja tradisi. Semangat pelayanan yang menyala-nyala membuat mereka tidak pernah takut gagal dan selalu yakin akan terjadinya Mujizat Allah ditengah-tengah pelayanan mereka. Apakah kegerakan iman yang murni atau tidak lebih dari overconfidence atau gejala emosional yang hanya bersifat sementara ? Perkara ini yang sering dipertanyakan oleh kaum tradisi (non Kharismatik).
Dalam Power Evangelism, Wimber menyatakan “…… mujizat, penglihatan, berbahasa lidah, nubuatan, dan kesembuhan adalah tambahan yang esensial pada Injil. Kekristenan tanpa hal itu adalah impoten.
Kekristenan tanpa mujizat tidak dapat membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah hidup (Graham 1999). Seorang penginjil dalam kebaktian kebangunan rohani mengadakan tantangan kepada seorang lumpuh untuk maju kedepan dan berkata “ Jika orang ini tidak dapat berjalan sesudah saya berhenti berdoa, anda semua dapat mengatakan saya adalah pengkhotbah palsu dan Yesus itu mati. Tetapi jika ia bisa berjalan anda semua akan tahu bahwa Kristus bangkit karena Kristus yang mati tidak dapat melakukan mujizat” (Graham 1999).
Kaum tradisi yang melihat kejadian di atas menggeleng-gelengkan kepala dan berkata,“ Penginjil baru ini tidak berhikmat, ya kalau orang itu sembuh dan berjalan nama Tuhan di permuliakan … tetapi kalau kesembuhan itu tidak terjadi apakah Yesus benar-benar mati dan tidak dapat melakukan mujizat ? Dan tentunya semua orang yang hadir kebaktian akan kecewa dan tidak percaya akan kuasa Yesus.
Permasalahannya sekarang adalah apakah Yesus berkenan menyembuhkan orang lumpuh itu melalui pelayanan si penginjil itu”. Distorsi atau penyimpangan dapat pula terjadi bersamaan dengan berjalannya kebangunan rohani yang dipelopori oleh gerakan pentakosta dan kharismatik.
Sebagai contoh mungkin saja ada beberapa orang untuk pura-pura lumpuh pura-pura bisu tuli dan lain-lain. Kemudian ketika diadakan tantangan kesembuhan mereka maju dan didoakan kesembuhan terjadi, jemaat terpesona oleh tipuan palsu.
Tidak dapat kita sangkal bahwa gerakan kharismatik memang membawa angin segar di dalam kekristenan tetapi kita tetap harus waspada akan adanya penyimpangan-penyimpangan.
Berikut adalah survey alasan seseorang memilih Gereja Kharismatik (Gregory, 1999)[1]:
Sumber: www.mail-archive.com/i-kan-untuk...org/.../Charismatic.doc
(bersambung ke Bagian II)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 3803 Trackback(0)
Comments (0)
![]() Write comment
|


















