Minggu, 20 Mei 2012
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini662
mod_vvisit_counterKemarin894
mod_vvisit_counterMinggu ini662
mod_vvisit_counterMinggu lalu6378
mod_vvisit_counterBulan ini17592
mod_vvisit_counterBulan Lalu22262
mod_vvisit_counterTotal441252

Online (20 minutes ago): 17
Your IP: 38.107.179.231
,
Now is: 2012-05-20 17:43

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

G. Sinabung 2010

Statistics

Anggota : 2805
Konten : 271
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 1548160

Pengguna terkini

Vorenrina - 14.01.12 jam19:53 
Duelatettef - 18.12.11 jam02:50 
asi - 22.10.11 jam11:36 
loackdreall - 12.10.11 jam20:14 
thashibRato - 08.10.11 jam14:34 
toekangmodem03 - 27.09.11 jam03:44 
oxypokedlep - 10.06.11 jam04:28 
vutsOvats - 08.06.11 jam21:20 
Bendexhaund - 08.06.11 jam13:32 
Boantaniolern - 26.02.11 jam20:15 

Ho Do Tuhan

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML

Binjai Maps

Marhaban Polling

ESSAY ON CHARISMATIC MOVEMENT (Ulasan Mengenai Gerakan Kharismatik) PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Kamis, 06 Agustus 2009 10:14

oleh : dr. Gregory Budiman


 

Kata Pengantar

 

 

Kegerakan kharismatik merupakan kelanjutan dari kegerakan Pentakosta yang diwarnai dengan adanya menifestasi kuasa Roh Kudus berupa kuasa dan mujizat. Kegerakan kharismatik terlihat lebih luwes dengan gaya musik yang kotemporer dan kontekstual sehingga mudah diterima semua budaya dan lapisan masyarakat.

Statistik membuktikan bahwa kegerakan kharismatik berkembang sangat cepat. Kegerakan ini merupakan jawaban bagi keluhan umat manusia ditengah-tengah peradaban teknologi yang penuh persaingan dan tekanan.

Namun demikian penulis melihat adanya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi seiring dengan berjalannya kegerakan kharismatik.tersebut. Buku ini mengulas terutama penyimpangan - penyimpangan yang telah terjadi di Gereja Kharismatik pada umumnya.

Berbeda dengan kritik keras yang terlalu ekstrim dan kurang realistis dari beberapa orang yang anti kegerakan kharismatik, penulis di sini memberikan ulasan yang mudah dipahami dan lebih realistis sehingga dapat memberikan masukan yang positif terhadap kegerakan kharismatik.

 

Penulis

 

 


 

 

Daftar Isi

 

Halaman Judul

Kata Pengantar

Bab   I    Kegerakan Gereja

Bab   II   Gereja Mengencerkan Berita Injil

Bab   III  Keselamatan Yang Tidak Jelas

Bab   IV  Tradisi Kharismatik

Bab   V   Kesimpulan dan Saran

 

Lampiran

 

Bagian I

ESSAY ON CHARISMATIC

MOVEMENT

 

I. Kegerakan Gereja

 

Masa kegelapan Gereja berlangsung selama kurang lebih 1200 tahun sejak agama Kristen dijadikan agama negara oleh Kaisar Constantin. Pada zaman itu seluruh kebenaran Alkitab terpendam, Keselamatan bukanlah suatu anugrah Allah melainkan  sesuatu yang harus dikejar oleh manusia dengan kekuatan dan kekuasaanya. Pada abad ke 16 seorang  biarawan Martin Luther menyadari akan kekosongan semua hikmat manusia. Ia terdorong untuk menyelidiki Alkitab dengan sungguh-sungguh. Ia mendapat pencerahan dari Roh Kudus, Ia menemukan bahwa penyelamatan manusia hanya oleh karena anugerah Allah semata tanpa memperhitungan perbuatan-perbuatan, jasa - jasa ataupun kehendak manusia.

       

Sejak saat itu Ia hidup berdasarkan firman Tuhan dan tulisan-tulisannya yang telah tersebar di seluruh Eropa telah memberikan pencerahan bagi orang banyak.

Kegerakan Gereja terus bergulir, abad ke 17 muncul gerakan anababtis dimana orang yang baru bertobat harus memberikan dirinya dibabtis secara selam. Abad ke 18 muncul gerakan  Methodhist yang dipelopori oleh John Wesley kemudian diikuti gerakan Pantakosta pada abad ke 19 dimana terjadi kuasa kesembuhan dan mujizat serta munculnya karunia berbahasa roh. Dan pada sekitar tahun 1960 muncul gerakan kharismatik.

 

Gerakan kharismatik sangat cepat berkembang ke seluruh penjuru dunia. Ciri khas dari gerakan ini adalah lagu pujian yang semangat dan lagu penyembahan yang menyentuh hati, dengan lagu-lagu yang kontemporer yang juga diikuti dengan penyembahan dalam bahasa roh.

 

Khotbah yang disampaikan umumnya sederhana, tidak membosankan dan menyenangkan. Gerakan ini pada mulanya muncul ditengah-tengah persekutuan oikumene diluar gereja tetapi pada tahun 1980-an banyak diantara kelompok persekutuan tersebut yang menyatakan diri sebagai Gereja Baru.

 

Selama tahun-tahun terakhir telah muncul gereja-gereja dan kelompok-kelompok Kristen Independen yang berkembang di seluruh dunia. Kebanyakan dari mereka bersifat Pentakosta dalam pengalaman pribadi dan bentuk ibadah. Mereka sangat mengutamakan ajaran Alkitab dan sering menunjukkan semangat besar untuk pekabaran Injil. Kehidupan berkorban, sifat tidak kaku dalam struktur dan keterbukaan untuk menerima pimpinan langsung dari Allah. Begitu juga gereja-gereja dan kelompok-kelompok ini tidak merasa terikat pada tradisi atau bentuk iman Kristen yang dianut oleh gereja-gereja yang lebih besar dan bersejarah (Milne, 1996).

Kegerakan  Pentakosta dan Kharismatik  sering mendapat sorotan negatif dari kalangan Gereja tradisi. Semangat pelayanan yang menyala-nyala membuat mereka tidak pernah takut gagal dan selalu yakin akan terjadinya Mujizat Allah ditengah-tengah pelayanan mereka. Apakah kegerakan iman yang murni atau tidak lebih dari overconfidence atau gejala emosional yang hanya bersifat sementara ?  Perkara ini yang sering dipertanyakan oleh kaum tradisi (non Kharismatik).

 

Dalam Power Evangelism, Wimber menyatakan “…… mujizat, penglihatan, berbahasa lidah, nubuatan, dan kesembuhan adalah tambahan yang esensial pada Injil. Kekristenan tanpa hal itu adalah impoten.

 

Kekristenan tanpa mujizat tidak dapat membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah hidup (Graham 1999). Seorang penginjil dalam kebaktian kebangunan rohani mengadakan tantangan kepada seorang lumpuh untuk maju kedepan dan berkata “ Jika orang ini tidak dapat berjalan sesudah saya berhenti berdoa, anda semua dapat mengatakan saya adalah pengkhotbah palsu dan Yesus itu mati. Tetapi jika ia bisa berjalan anda semua akan tahu bahwa Kristus bangkit karena Kristus yang mati  tidak dapat melakukan mujizat” (Graham 1999).

 

Kaum tradisi yang melihat kejadian di atas menggeleng-gelengkan kepala dan berkata,“ Penginjil baru ini tidak berhikmat, ya kalau orang itu sembuh dan berjalan nama Tuhan di permuliakan … tetapi kalau kesembuhan itu tidak terjadi apakah Yesus benar-benar mati dan tidak dapat melakukan mujizat ? Dan tentunya semua orang yang hadir kebaktian akan kecewa dan tidak percaya akan kuasa Yesus.

 

Permasalahannya sekarang adalah apakah Yesus berkenan menyembuhkan orang lumpuh itu melalui pelayanan si penginjil itu”. Distorsi atau penyimpangan dapat  pula terjadi bersamaan dengan berjalannya kebangunan rohani yang dipelopori oleh gerakan pentakosta dan kharismatik.

 

Sebagai contoh mungkin saja ada beberapa orang untuk pura-pura lumpuh pura-pura bisu tuli dan lain-lain. Kemudian ketika diadakan tantangan kesembuhan mereka maju dan didoakan kesembuhan terjadi, jemaat terpesona oleh tipuan palsu.

 

Tidak dapat kita sangkal bahwa gerakan kharismatik memang membawa angin segar di dalam kekristenan tetapi kita tetap harus waspada akan adanya penyimpangan-penyimpangan.

 

Berikut adalah survey alasan seseorang memilih Gereja Kharismatik (Gregory, 1999)[1]:

 

  1. Pengajarannya lebih sederhana mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (20%)
  2. Musik dan lagu-lagunya menyenangkan ibadahnya membuat hati menjadi semangat (35%)
  3. Ada kuasa mujizat dan pertobatan (15%)
  4. Merasa lebih senang karena antar anggota jemaat saling mengenal dan akrab (15%)
  5. Ada kegiatan sosial dan amal kepada lingkungan masyarakat (0%)
  6. Organisasi Gereja Kharismatik sederhana dapat melayani lebih leluasa tanpa birokrasi yang rumit. (10%)
  7. Hanya ikut orang tua atau diajak oleh teman.(5%)

 

 

 

 Sumber: www.mail-archive.com/i-kan-untuk...org/.../Charismatic.doc

 

(bersambung ke Bagian II)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



[1] Data subjektif dari beberapa anggota gereja kharismatik yang diambil secara non random.

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy