Minggu, 20 Mei 2012
 
 

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini652
mod_vvisit_counterKemarin894
mod_vvisit_counterMinggu ini652
mod_vvisit_counterMinggu lalu6378
mod_vvisit_counterBulan ini17582
mod_vvisit_counterBulan Lalu22262
mod_vvisit_counterTotal441242

Online (20 minutes ago): 24
Your IP: 38.107.179.233
,
Now is: 2012-05-20 17:32

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

G. Sinabung 2010

Statistics

Anggota : 2805
Konten : 271
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 1548112

Pengguna terkini

Vorenrina - 14.01.12 jam19:53 
Duelatettef - 18.12.11 jam02:50 
asi - 22.10.11 jam11:36 
loackdreall - 12.10.11 jam20:14 
thashibRato - 08.10.11 jam14:34 
toekangmodem03 - 27.09.11 jam03:44 
oxypokedlep - 10.06.11 jam04:28 
vutsOvats - 08.06.11 jam21:20 
Bendexhaund - 08.06.11 jam13:32 
Boantaniolern - 26.02.11 jam20:15 

Ho Do Tuhan

Yahoo Ping Box

Pulo Samosir


Ads on: Special HTML

Boru Panggoaran


Ads on: Special HTML

Borhat Ma Dainang


Ads on: Special HTML

O Tano Batak


Ads on: Special HTML

Anakku Na Burju


Ads on: Special HTML

Binjai Maps

Marhaban Polling

Mengapa Terjemahan Alkitab Berubah-ubah PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Sabtu, 18 Juli 2009 13:40

AlkitabMenjawab pertanyaan ini, mari kita dengar langsung penuturan orang dalam di Lembaga Alkitab Indonesia (LAI): Dalam menerjemahkan sesuatu itu butuh kejelian dan perhatian pada konteks. Mengapa? Supaya yang baca nanti mengerti apa maksud sebenarnya dari kitab itu. Contohnya orang Irian tidak mengerti roti, sedangkan dalam kitab Injil ada banyak sekali perkataan Yesus yang memakai kata “roti," misalnya Mat. 4:4 “…Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Kalau ada orang Irian yang baca nas ini, bukankah ia akan bertanya-tanya apa itu roti? Bukannya dia mengerti firman Tuhan, nantinya dia malah bingung. Itulah sebabnya kata “roti” diganti dengan kata “sagu” dalam kitab bahasa daerah mereka. Ini sebab yang pertama

Sebab kedua adalah karena perkembangan bahasa yang terus menerus. Jadi fokusnya hanya supaya yang baca Alkitab mengerti firman Tuhan. contohnya Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini, terjemahannya lebih dimengerti jika dibaca oleh mereka yang baru bertobat. Kalau mereka lebih cepat mengerti, otomatis pertumbuhan rohani mereka juga lebih cepat.

Kalau begitu bagaimana proses penterjemahan Alkitab itu sendiri?
Pertama-tama dibentuk komisi-komisi seperti komisi bahasa Ibrani (untuk menerjemahkan Perjanjian Lama), komisi bahasa Indonesia, dan berbagai komisi lainnya yang dipandang perlu untuk keakuratan terjemahan Alkitab. Para ahli PL dan PB juga dilibatkan dalam proses ini supaya tim penterjemah tahu apakah terjemahannya sudah sesuai tepat atau belum. Karena inilah proses penerjemahan membutuhkan waktu sekitar 20 tahun sampai siap diterbitkan, sebab LAI menterjemahkan Alkitab langsung dari bahasa Ibrani, Yunani, dan Aram. Kitab Perjanjian Baru membutuhkan waktu sekitar 4-6 tahun untuk diterjemahkan, sedangkan Perjanjian Lama membutuhkan waktu 5-10 tahun untuk diterjemahkan. Sama halnya dengan Alkitab dalam bahasa daerah, hanya saja kalau bahasa daerah sering direvisi karena masukan-masukan dari gereja-gereja setempat yang merasa ada kata yang kurang tepat. Biasanya revisi ini didapat ketika workshop. Jadi LAI adakan workshop kemudian tim penerjemahpun dibentuk.

Bagaimana dengan Alkitab-alkitab yang memakai terjemahan Yehovah untuk kata Allah? Yang penting adalah apakah terjemahan itu membuat orang hidup lebih dekat pada Tuhan atau malah membingungkan mereka. Kata “Allah” itu sudah bahasa Indoenesia, apa perlunya lagi diganti menjadi “Yehovah?” Terlepas dari apa motif mereka, sebaiknya mereka sadar bahwa terjemahan itu harus membuat pembaca mengerti apa yang mereka baca. Inilah sistem baru yang dipakai oleh LAI. Dulu memang LAI menekankan supaya Alkitab diterjemahkan sedekat-dekatnya dengan teks aslinya, sebab begitulah sistem yang ada di tahun 1964. Tapi sekarang sudah berbeda, tujuan LAI dalam menerjemahkan adalah supaya mereka tahu maksud sebenarnya dari penulisan. Itulah jawaban mengapa terjemahan Alkitab berubah-ubah. (grc)

Sumber: http://www.terangdunia.com/spiritual/christianity/254-mengapa-terjemahan-alkitab-berubah-ubah.html

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy