Selasa, 09 Feb 2010
 
 

Formulir Masuk



Siapa Online

Kami memiliki 4 Tamu online

Buku Tamu

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini84
mod_vvisit_counterKemarin91
mod_vvisit_counterMinggu ini297
mod_vvisit_counterMinggu lalu760
mod_vvisit_counterBulan ini911
mod_vvisit_counterBulan Lalu4457
mod_vvisit_counterTotal28323

Online (20 minutes ago): 4
Your IP: 38.107.191.86
,
Now is: 2010-02-09 17:58

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Ayo Gabung!!

Statistics

Anggota : 124
Konten : 165
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 70445

Pengguna terkini

Ipetoxsed - 08.02.10 jam05:50 
EsoppyUnlinly - 06.02.10 jam11:02 
Rancekekjab - 05.02.10 jam21:17 
enrictMit - 02.02.10 jam06:23 
wrabbaxia - 27.01.10 jam23:42 
Altelinny - 23.01.10 jam11:20 
herveerypenox - 23.01.10 jam00:03 
Kibidsteenisp - 20.01.10 jam13:00 
SedexzaVI - 17.01.10 jam02:20 
eagle1r - 15.01.10 jam05:19 

Yahoo Ping Box

Selamat Datang di PORTAL INKRIBS
Beauty of Math! PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Selasa, 09 Februari 2010 12:42

1 x 8 + 1 = 9

12 x 8 + 2 = 98

123 x 8 + 3 = 987

1234 x 8 + 4 = 9876

12345 x 8 + 5 = 98765

123456 x 8 + 6 = 987654

1234567 x 8 + 7 = 9876543

12345678 x 8 + 8 = 98765432

123456789 x 8 + 9 = 987654321

 

1 x 9 + 2 = 11

12 x 9 + 3 = 111

123 x 9 + 4 = 1111

1234 x 9 + 5 = 11111

12345 x 9 + 6 = 111111

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 08 Februari 2010 12:47 )
 
Perilaku Buruk Orang Dewasa Diduga Kurang ASI Saat Bayi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Walsinur Silalahi   
Senin, 08 Februari 2010 12:37

Oleh : Vera Farah Bararah - detikHealth

(Foto: dailymail)Jakarta, Pernahkah melihat perilaku orang dewasa yang sangat buruk seperti gampang marah, egois suka kekerasan? Coba tanyakan kehidupannya saat bayi, apakah diberi ASI atau tidak? Karena perilaku buruk orang dewasa ternyata juga terkait dengan pemberian ASI atau tidak ketika kecil.

Peneliti dari Menzies School of Health Research di Darwin, Profesor Sven Silburn menuturkan terdapat bukti yang menunjukkan hubungan antara menyusui dengan kesehatan mental seseorang.

Jika saat bayi diberi ASI, maka tubuh orang saat bayi akan mendapat serotonin yaitu zat antistres yang banyak dibentuk dalam 2 tahun pertama kehidupan si bayi.

Zat antistres ini akan masuk ke dalam tubuhnya yang membuat anak menjadi tidak mudah marah, menghindari stres dan depresi serta mengurangi kemungkinan terkena gangguan mental saat dewasa nanti.

Sebaliknya sikap orang dewasa yang mudah marah, gampang stres, gampang depresi serta gampang terkena gangguan mental bisa jadi salah satu faktornya kurangnya asupan serotonin saat bayi alias tidak mendapatkan ASI.

Orang yang mendapatkan ASI saat masih bayi juga cenderung akan memiliki perilaku yang lebih baik, terhindar dari sifat kekerasan, kelalaian, meningkatkan kecerdasan serta menghindari sifat egois. Ini dikarenakan saat disusui anak mendapat perhatian yang cukup dari orangtuanya, sehingga anak tak perlu mencari-cari perhatian dengan melakukan perilaku yang buruk.

 
Mana Ciuman Untukku PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Rabu, 03 Februari 2010 13:26


 

Dulu ada seorang gadis kecil bernama Cindy. Ayah Cindy bekerja enam hari dalam seminggu, dan sering kali sudah lelah saat pulang dari kantor. Ibu Cindy bekerja sama kerasnya mengurus keluarga mereka memasak, mencuci dan mengerjakan banyak tugas rumah tangga lainnya.

Mereka keluarga baik-baik dan hidup mereka nyaman. Hanya ada satu kekurangan, tapi Cindy tidak menyadarinya.



Suatu hari, ketika berusia sembilan tahun, ia menginap dirumah temannya, Debbie, untuk pertama kalinya. Ketika waktu tidur tiba, ibu Debbie mengantar dua anak itu ketempat tidur dam memberikan ciuman selamat malam pada mereka berdua.



"Ibu sayang padamu," kata ibu Debbie.

"Aku juga sayang Ibu," gumam Debbie.



Cindy sangat heran, hingga tak bisa tidur. Tak pernah ada yang memberikan ciuman apappun padanya..

 
Yang Terbaik Akan Datang PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Selasa, 02 Februari 2010 13:17
Seorang Wanita Yang Suaminya Pengangguran Membagikan Kisah Penantiannya…

Saya ingin berbagi satu cerita yang indah dengan Anda. Saya bertemu Yane Pe Benito ketika saya memberi khotbah di perusahaannya. Yane adalah seorang wanita yang menyenangkan yang memiliki kisah yang mengagumkan untuk diceritakan, saya memutuskan untuk menceritakannya pada dunia.
 

Dua tahun lalu, suami Yane, Beni, tanpa peringatan, kehilangan pekerjaannya. Hal ini menyebabkan rasa sakit dua kali lipat karena pekerjaannya sebenarnya sangat menjanjikan. Selama 6 tahun, Beni sangat menikmati pekerjaannya di sebuah perusahaan distribusi multinasional untuk produk perawatan kulit. Namun karena perubahan struktur organisasi yang terjadi dalam perusahaan tersebut (yang sering terjadi di banyak perusahaan belakangan ini), ia di-PHK.

 

Yane memutuskan untuk memberitahu berita menyedihkan itu pada kedua anaknya yang masih kecil, Gabriel (6 tahun) dan Marga (4 tahun). Ia memilih dengan hati-hati kata-kata yang akan dipakai untuk menjelaskan hal tersebut. "Anak-anak, kita harus menjaga lebih baik barang-barang kita…dan tidak memboroskan uang kita karena…ayah tidak punya pekerjaan lagi."

 
Yesus Ku Luar Biasa PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Senin, 01 Februari 2010 13:14
 

Tadi pagi dlm perjalanan ke kantor aku dengerin radio Sangkakala di mobil.

 

Ada kesaksian Pdt Hendra mengenai seorang temannya kesaksiannya cukup unik. Pdt Hendra cerita soal temannya yg pengangguran, jebolan sales di pabrik kompor.

 

Dulu selama 18 tahun kerjanya keliling nawarin kompor. Sudah sebulan dia menganggur, & sudah banyak surat lamaran kerja yg dia buat, tapi belum pernah ada panggilan.

 

Sampai akhirnya dia nyaris frustasi, dia bikin satu surat lamaran terakhir, tidak tanggung-tanggung, ada lowongan sebagai Marketing Manager, Personalia Manager, & Branch Manager untuk suatu cabang perusahaan asing(Jepang) yg akan dibuka di Bali dia melamar sebagai Branch manager ! Dia pasrah total sama Tuhan & dia minta bantu Pdt Hendra ikut doakan.

 

Pdt Hendra sendiri yg mendoakan, sebenarnya merasa enggak yakin juga tapi dia tetap ikut doakan.

 

Beberapa hari kemudian, muncul surat undangan test, si salesman kompor ini sudah begitu bahagia bisa dipanggil, dia sudah sujud syukur sama Tuhan. Waktu datang ketempat test, dia baru sadar bahwa yg datang hari itu untuk test tiga lowongan tsb, sebanyak 460 orang!!! (tidak tahu berapa banyak dari 460 peserta ini yg akan ikutan test Branch Manager).

 
SAHABAT ANAK: “Prioritas adalah Mencari Penyelesaian Jangka Panjang” PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Walsinur Silalahi   
Selasa, 26 Januari 2010 11:47

 

Jakarta, 21 Januari 2010 - Menanggapi rencana pemeriksaan kesehatan dan dubur terhadap anak-anak jalanan, Sahabat Anak meyakini bahwa yang diperlukan sebenarnya adalah penyelesaian yang berorientasi jangka panjang dan menyeluruh, memastikan hak anak-anak jalanan terpenuhi.

 

“Sejak awal berdirinya Sahabat Anak, kami yakin bahwa solusi jangka panjang yang dibutuhkan adalah program pendampingan anak yang berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan anak-anak jalanan menyadari hak-haknya dan mendorong pemenuhan hak-hak tersebut. Semangat inilah yang menjadi dasar Gerakan Sahabat Anak yang bertekad memperjuangkan 10 hak anak Indonesia sesuai Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989 ,” kata Beny Lumy, juru bicara Sahabat Anak.

 

Permasalahan yang dialami oleh anak jalanan akhir-akhir ini membuat banyak orang tersentak, termasuk pemerintah yang memberikan reaksi yang berlebihan.

Apakah benar ini merupakan kasus baru dan kita yang tidak tahu bahwa selama ini anak jalanan mengalami penderitaan yang bertubi-tubi?

Jangan-jangan selama ini kita tidak peduli dan melupakan anak jalanan yang setiap hari hadir ditengah-tengah kita. Berikut ini adalah hanya beberapa daftar penderitaan yang dialami oleh anak jalanan, sbb:

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 5